IPLT Kota Madiun Direncanakan Dibangun Dua Bagian

IPLT kota Madiun direncanakan dibangun tahun ini di kawasan TPA Winongo.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) yang akan dibangun di Kota Madiun tahun ini terbagi menjadi dua bagian. Yakni, bangunan kantor dan bangunan instalasi limbah tinja.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Hesti Setyorini mengatakan, bangunan instalasi tersebut meliputi “solid seperation chamber” (SSC), “drying area”, “anaerobic filter”. Kemudian gudang lumpur tinja, unit fakultatif, unit maturase, “cascade aerator”, “wetland”, dan bangunan sarana pendukung lainnya.

IPLT ini, lanjutnya, merupakan hal yang penting dimiliki oleh kawasan perkotaan. Hal itu sebagai upaya untuk pengolahan dan pembuangan limbah yang akrab lingkungan dan sesuai aturan.

“Wilayah perkotaan memang harus memiliki pengolahan limbah tinja khusus. Sebab tinja dari rumah tangga yang diambil oleh penyedia jasa langsung harus diolah,” ujarnya, Minggu (25/2).

“Artinya, tidak boleh dibuang di sungai atau dikubur dalam tanah,” katanya.

Seperti diketahui IPLT adalah instalasi pengelolahan air limbah yang didesain hanya menerima lumpur tinja melalui truk tinja. Lumpur tinja diambil dari unit pengola limbah tinja seperti tangka septik dan cubluk tunggal ataupun endapan lumpur dari underflow unit pengelohan air limbah lainnya.

IPLT dirancang untuk mengolah lumpur tinja sehingga aman dan tidak membahayakan bagi Kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

IPLT Kota Madiun Dibangun Tahun Ini

Lokasi TPA Winongo akan dijadikan tempat pembangunan IPLT.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) membangun Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) di wilayahnya sebagai upaya untuk meningkatkan pengolahan dan pembuangan limbah yang akrab lingkungan. Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR, Hesti Setyorini mengatakan, pembangunan IPLT tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk Kota Madiun.

Sesuai rencana, proyek tersebut akan dibangun di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo.

“Rencananya akan dilakukan tahun 2024. Saat ini masih dalam review perencanaan pembangunan dan pengadaan dokumen lingkungannya. Kalau sesuai jadwal, pekerjaan dimulai Maret nanti,” kata Hesti Setyorini, Minggu (25/2).

Lokasi IPLT, rencananya berada di lahan sebelah pintu masuk ke kawasan TPA Winongo. Lokasi itu dipilih karena pertimbangan akses jalan yang mudah dan jauh dari permukiman warga.

Lahan yang digunakan rencananya seluas 3.895 meter persegi. Sementara anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan IPLT tersebut mencapai Rp11,8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Selesai diperkirakan sampai November nanti. Yang ini bukan seperti Rusunawa. Kalau Rusunawa setelah pembangunan selesai akan diserahkan kepada pemerintah daerah. Tetapi kalau IPLT ini yang melaksanakan pemerintah daerah dari awal sampai akhir tetapi anggarannya dari pemerintah pusat,” tegasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Miliki 11 Paket Pekerjaan Tahun Ini

Kepala DPUPR, Thariq Megah saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini memiliki anggaran sekitar Rp44 Miliar untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur di Kota Madiun tahun ini. Sejumlah proyek yang digarap, masuk skala prioritas.

“Dari pembangunan saluran hingga pembangunan Jembatan Patihan di Manguharjo, Kota Madiun, yang sempat roboh pada 2021 lalu,” ujar Kepala DPUPR, Thariq Megah, Minggu (25/2/2024).

Proyek skala prioritas itu tidak serta merta dibangun. Melainkan harus melalui proses penyusunan dokumen lelang di bagian pengadaan barang/jasa dan administrasi pembangunan (adbang).

Setidaknya ia mencatat ada 11 paket pekerjaan. Ia memerinci sekitar Rp12,8 miliar pembiayaan paket proyek tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Rinciannya Rp11,8 miliar untuk pembangunan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Serta Rp 1 miliar untuk pembangunan pembangunan jaringan distribusi dan sambungan rumah tematik pengentasan permukiman kumuh terpadu.

‘’Jadi ada dua paket proyek berasal dari DAK. Sembilan lainnya murni APBD 2024,’’ tegasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Jembatan Patihan Dibangun, Pondok Lansia Disempurnakan

Jembatan Patihan Kota Madiun tahun ini dibangun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun ini akan membangun jembatan gantung di Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo. Anggaran miliaran rupiah disiapkan untuk membangun jembatan penghubung antar kelurahan itu.

Yakni sekitar Rp9,9 miliar untuk pembangunan struktur atas jembatan dan Rp4 miliar untuk pembangunan abutment. Pembangunan jembatan gantung itu sebagai pengganti Jembatan Patihan yang sebelumnya putus.

“Dulu kan jembatan Patihan itu sempat putus karena diterjang banjir pada 2021 lalu. Insya Allah tahun ini akan kita bangun,” terangnya, Minggu (25/2).

Di samping jembatan gantung di Patihan, lanjutan pembangunan asrama Pondok Lansia juga masuk skala prioritas tahun ini. Setidaknya anggaran sekitar Rp8,6 miliar dialokasikan untuk paket pekerjaan tersebut.

Kemudian, ada peningkatan saluran Kali Gempol senilai Rp 4 miliar. Pun pembangunan Pasar Pancasila juga dianggarkan sebesar Rp2 miliar.

Pihaknya berharap sejumlah proyek strategis itu sudah bisa mulai digarap pada Maret mendatang dan diperkirakan selesai pada September–Oktober.

“Kami optimistis semua proyek itu bisa selesai tepat waktu,’’ tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Libatkan BPBD Lakukan Penyisiran dan Pembersihan Saluran Air

Petugas DPUPR dan BPBD melakukan penyisiran dan pembersihan sampah di saluran air untuk mengantisipasi genangan air di musim penghujan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun bersama BPBD melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi masalah genangan air di wilayah kota. Salah satunya dengan menyisir dan membersihkan saluran air.

Pekan lalu, petugas DPUPR dan BPBD membersihkan saluran Gayam dan sekitarnya. Sebab setelah dilakukan penyisiran, petugas menemukan banyak sampah yang menumpuk, sehingga membuat saluran air tidak lancar.

Dampaknya, saat musim penghujan tiba, air di saluran Gayam kerap meluber hingga ke jalan. Tak ingin kejadian itu terulang Kembali, petugas akan terus menyisir saluran air di lokasi lain, agar aliran air lancar.

“Ternyata di seluran Sendang Gayam sampai Jalan Sulawesi kami temukan banyak sampah sehingga membuat aliran air tersumbat,” kata Kepala DPUPR, Thariq Megah, Selasa (23/1).

Menurut Thariq, sampah rumah tangga yang ditemukan petugas cukup bervariatif. Disamping pembersihan pihaknya juga melakukan perapian kabel. Menurutnya, ada sejumlah kabel yang bisa menghambat aliran saat terkena sampah.

‘’Terbanyak sampah rumah tangga. Tadi kita juga melakukan perapian kabel yang berada di jalur bawah. Kita khawatir akan menjadi tempat berhentinya sampah kalau tidak dirapikan,’’ tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Antisipasi Banjir, DPUPR Bersihkan Sampah di Saluran Air

Petugas DPUPR melakukan pembersihan sampah dan pengerukan sedimen di saluran air, untuk mencegah terjadinya banjir.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dibantu BPBD melakukan pembersihan di sejumlah titik saluran, dan sungai di wilayah setempat, Kamis (11/1). Kegiatan itu bertujuan untuk meminimalisasi banjir, apalagi di musim penghujan seperti saat ini.

Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, di saluran air, Jalan Anggrek, Kelurahan Oro-Oro Ombo, petugas menemukan banyak tumpukan sampah sisa limbah rumah tangga.

Bahkan, tumpukan sampah menyumbat saluran air. Jika tidak segera dibersihkan, ia khawatir dapat memicu banjir, karena aliran air tidak lancar.

Sejumlah tumpukan sampah menyumbat aliran air di Kota Madiun.

“Di Jalan Anggrek ini ada penyumbatan dari sampah rumah tangga. Di sini kami temukan ada kasur, guling, ada juga sampah yang nyangkut disini,” ujarnya.

Thariq menghimbu kepada warga untuk tidak membuang sampah di sungai. Masyarakat juga diminta segera melaporkan ke petugas jika ada lokasi penyumbatan saluran air.

“Jadi kita libatkan tim 27, tim 9 dan tim penanganan saluran ada 10 orang, untuk melakukan pembersihan sungai dan saluran guna mengantisipasi banjir di wilayah kota ini,” tuturnya.

Tidak hanya pembersihan sampah, petugas DPUPR juga secara berkala melakukan pengerukan sedimen di sepanjang sungai wilayah Kota Madiun. Disatu sisi, mulai hulu sampai hilir juga akan diidentifikasi, sehingga ketika terjadi permasalahan segera dapat dilakukan tindakan.

“Jadi identifikasi yang kita lakukan selain melalui pengamatan langsung, juga melalui drone,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Madiun Resmikan Tiga Replika Ikon Dunia

Walikota Madiun, Maidi bersama kepala DPUPR Thariq Megah berfoto usai meresmikan replika Jam Big Ben.

KOTA MADIUN (DinasPUPR)- Replika ikon dunia di Kota Madiun semakin lengkap. Ini setelah Walikota Madiun, Maidi meresmikan sejumlah proyek pembangunan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) dan Pahlawan Religi Center (PRC), Jum’at malam (29/12).

Adapun replika ikon dunia yang diresmikan yaitu, replika Patung Liberty, replika Jam Big Ben, dan replika Kincir Angin Belanda. Tak hanya itu, wali kota juga menggelar doa bersama meresmikan Kiswah Ka’bah, hingga meresmikan lapak-lapak yang ada di sekitar Jalan Kalimantan.

Replika Patung Liberty turut diresmikan.

“Kita sudah me replika ikon dunia. Lengkap sudah enam 6 negara disini. Harapannya 10 juta penduduk di sekitar Madiun bisa berwisata di Kota Madiun,” ucapnya.

Diresmikannya berbagai proyek strategis tersebut diharapkan bisa meningkatkan dan menjadi magnet baru wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pendekar. Apalagi pengunjung yang datang bukan hanya warga Madiun, tetapi sekitar Madiun dan kota-kota besar di Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Pemotongan tumpeng mewarnai peresmian Kiswah Ka’bah.

Walikota juga menyebut, tahun depan masih akan ada lagi ikon negara yang dibangun. Antara lain Tembok Cina, Piramida Mesir, dan Burj Khalifa salah satu menara tertinggi yang ada di Dubai.

“Maka mohon doa restu seluruh masyarakat dan para kyai supaya pembangunan tercapai. Mudah-mudahan rencana dan cita-cita untuk mensejahterakan masyarakat Kota Madiun melalui destinasi wisata dunia bisa terwujud. Sehingga ekonomi juga ikut terdongkrak,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Sejumlah Proyek DPUPR Diresmikan Walikota Madiun

Walikota Maidi berfoto bersama tim DPUPR usai meresmikan KCI Whoosh di kawasan BCC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Kereta Cepat Indonesia (KCI) Whoosh di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC) Kota Madiun resmi beroperasi. Itu setelah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) diresmikan Walikota Madiun, Maidi, Jum’at (29/12).

Walikota Maidi mengatakan, KCI Whoosh itu dapat digunakan untuk ruang pertemuan, khususnya tamu VIP. Lokasi itu digadang-gadang mampu menjadi ikon wisata baru di Kota Madiun.

“KCI Whoosh yang ada di Kota Madiun ini tidak ada goyangnya sedikit pun bangunannya. Ini nanti untuk VIP, bisa digunakan untuk rapat, menampung 50 orang,” katanya usai peremian.

Peresmian KCI Whoosh di kawasan BCC ditandai dengan pemotongan pita oleh Walikota Madiun, Maidi.

Untuk itu ia mengapresiasi DPUPR yang dinilai sukses membangun proyek miliaran rupiah tersebut. Hanya saja, evaluasinya lokasi itu kedepan akan terus disempurnakan.

Termasuk ada penambahan membran. Dengan demikian, KCI Whoosh itu lebih nyaman ketika dikunjungi tamu VIP.

“Bisa langsung digunakan ini setelah diremikan, kalau ada tamu VIP bisa langsung kesini,” ucapnya.

Selain meresmikan KCI Whoosh di BCC, walikota juga meresmikan proyek lain milik DPUPR. Yaitu pembangunan Pasar Kawak, replika tugu Monas, pembangunan pagar di Yonif Para Raider 501/BY Madiun. Kemudian peresmian bantuan rehab bangunan di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah, lapak rimba dharma, lapak Semendung, serta bantuan rehab gereja Mater Dei Madiun. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Resmikan Proyek Pembangunan Lapak Rimba Dharma

Walikota Madiun, Maidi saat meresmikan bangunan lapak di Jalan Rimba Dharma Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun, Maidi meresmikan proyek pembangunan sejumlah lapak di kawasan Jalan Rimba Dharma. Peresmian proyek yang dijerkakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) itu dilaksanakan bersamaan dengan gowes, Jum’at (29/12).

Walikota mengatakan, lapak itu nantinya bisa digunakan para pelaku UMKM. Bahkan di lokasi itu kata walikota, dijadikan sentra kuliner dengan menyuguhkan aneka menu makanan dan minuman bagi masyarakat.

“Proyek yang hari ini kita cek memuaskan, semuanya sesuai target,” ucapnya.

Orang nomor satu di Kota Pendekar Madiun ini jauh-jauh hari terus memantau progres serta kualitas pembangunan proyek di kotanya. Sebab ia tidak ingin, proyek yang dianggarkan miliaran rupiah, manfaatnya tidak dapat dirasakan masyarakat.

“Apa yang sudah kita instruksikan, semuanya dijalankan,” terangnya.

Seperti diketahui, ada 10 lapak yang dibangun DPUPR di Jalan Rimba Dharma. Proyek tersebut menyedot anggaran sekitar Rp1 Miliar. Adapun masing-masing lapak berukuran 4,8×2,4 meter.

Bangunannya terdiri plat baja riser dan rangka besi hollow. Selain pembangunan lapak, di kawasan Rimba Dharma juga dilengkapi dua rest area, seperti taman dan membran untuk tempat makan sekaligus tempat istirahat. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pasar Kawak Kota Madiun Miliki Wajah Baru

Walikota Madiun, Maidi saat meresmikan bangunan Pasar Kawak Kota Madiun.

KBRN, Madiun: Pasar Kawak Kota Madiun kini kian menawan. Itu setelah Walikota Madiun, Maidi meresmikan proyek, setelah direhab oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Peresmian bangunan Pasar Kawak ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Walikota, Maidi, Jum’at (29/12). Peresmian itu pun juga dihadiri perwakilan pedagang pasar yang akan menempati bangunan baru itu.

Walikota Madiun, Maidi mengaku terkesan dengan bangunan Pasar Kawak usai direhab. Kini, pasar Kawak yang berlokasi di Jalan Kutai, selatan Alun-Alun Kota Madiun itu lebih layak ditempati pedagang.

“Bangunan ini sudah bagus, tapi pesan saya bangunan ini harus dijaga. Kalau ada temannya yang dagangannya laris, ramai, tolong tanya, kenapa kok bisa ramai. Ilmu dagang itu harus dibagi,” ujarnya.

Hanya saja yang menjadi catatannya, di lokasi Pasar Kawak dibutuhkan alat pendingin seperti kipas angin agar pedagang dan pengunjung semakin betah. Berdasarkan kalkulasinya, kemungkinan membutuhkan lima unit.

“Biar semua yang datang kesini itu nyaman,” katanya.

Maidi meyakini, Pasar Kawak yang kini memiliki wajah baru, kedepan semakin ramai dan diminati masyarakat. Apalagi lokasinya cukup strategis di tengah kota, serta berdekatan dengan wisata kuliner Bogowonto Culinary Center (BCC). (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Perapian Jaringan Utilitas di Udara

Petugas merapikan jaringan utilitas udara agar tidak terkesan semrawut.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Madiun melaksanakan perapian jaringan utilitas di sejumlah titik wilayah setempat. Salah satunya seperti di wilayah Kelurahan Manisrejo.

Perapian dilakukan dengan diregel. Tujuannya agar kabel yang melengkung bisa lebih rapi.

“Jadi ini kita lakukan untuk menjaga estetika kota supaya lebih rapi dan sedap dipandang mata,” ujar Sub Koordinator Tata Bangunan dan Perumahan DPUPR Kota Madiun, Faisal Sahroni, Senin (25/12).

Adapun sejumlah titik kabel yang dirapikan antara lain di Jalan Anggoro Manis dan Cendana Manis. Itu sebagaimana temuan hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi III DPRD beberapa waktu lalu.

“Untuk jangka pendek di situ dulu. Selanjutnya, kami jadwalkan untuk daerah-daerah yang kabelnya sangat tidak rapi,” imbuhnya.

Menurut Roni, pihaknya segera berkoordinasi dengan kelurahan untuk pelaporan yang terkoordinasi secara tertulis. Sehingga, memudahkan petugas dalam memilah lokasi dan melaksanakan perapian kabel.

“Akan dikoordinasikan dengan kelurahan dan bersurat ke Kadin PUPR,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Resmikan Menara Masjid dan Sendang Kuncen

Walikota, Maidi meresmikan sendang Kuncen Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Menara Masjid Nur Hidayatulloh atau Masjid Kuncen Kota Madiun kini telah diresmikan Walikota Madiun, Maidi, Rabu (20/12). Menara setinggi 18 meter proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) itu diresmikan Walikota bersamaan giat bersepeda bersama kepala OPD.

“Janji saya menara harus jadi sebelum saya purna tugas di akhir tahun ini. Alhamdulillah, hari ini sudah saya resmikan dan bisa melengkapi wisata religi di sini,’’ kata walikota.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Kota Pendekar itu juga meresmikan wisata sendang Kuncen yang sebelumnya ikut direnovasi. Harapannya, bisa menjadi wisata religi ke depan.

Walikota bersama kepala DPUPR menaiki menara masjid Kuncen usai meresmikan proyek pembangunan menara.

Maidi menyebut kawasan Sendang Kuncen juga siap menerima wisatawan. Kawasan sudah direhab lebih menarik.

Masjid dan sendang, menurutnya bisa menjadi satu kawasan paket wisata religi yang menarik di Kota Madiun. Walikota menyebut wisata religi di Kelurahan Kuncen bisa menjadi daya tarik tersendiri.

“Apalagi, ke depan juga akan dikolaborasikan dengan wisata religi jantung kota,” tambahnya.

Seperti diketahui, Kota Madiun sudah memiliki Pahlawan Religi Center (PRC). Ke depan, bisa menjadi satu paket wisata religi yang menarik.

‘’Jadi nanti kita berdayakan penarik becak. Kita bantu becak motor. Jadi wisatawan bisa menikmati Musala Ka’bah kemudian ke Kuncen atau Masjid Taman dan ke pondok-pondok,’’ ujarnya.

Pemerintah Kota Madiun menambahkan menara untuk mempercantik Masjid Kuncen yang sudah ada sejak abad ke-16 itu. Pembangunan menara tidak meninggalkan konsep cagar budaya.

Bahkan, untuk desain DPUPR berkonsultasi dengan ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Ini karena Masjid Kuncen masuk bangunan cagar budaya.

Maka tidak heran, menara bisa menyatu dengan desain masjid kuno tersebut. Tidak hanya itu, juga ada pembangunan lainnya di sekitar kawasan masjid.

Termasuk gapura di simpang empat jalan Masjid Raya. Adapun pembangunan manara masjid itu dianggarkan sekitar Rp1,3 Miliar. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Resmikan Masjid Raudhatul Jannah Kawasan Pondok Lansia

Walikota Madiun, Dr. Maidi meresmikan masjid Raudhatul Jannah di kawasan Pondok Lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Masjid Raudhatul Jannah yang berada di kawasan Pondok Lansia Kota Madiun telah diresmikan Walikota Madiun, Dr. Maidi. Peresmian dilakukan bersamaan dengan kegiatan salat Jum’at dan doa bersama di proyek yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tersebut, Jum’at (15/12).

‘’Target yang saya impikan akhirnya tercapai. Alhamdulillah, proyek yang masuk dalam skala prioritas ini sudah jadi. Hasilnya bagus,’’ kata walikota usai peresmian.

Selain meresmikan masjid, di hari yang sama walikota juga meresmikan Pondok Lansia Jalan Menuju Surga. Saat ini kedua bangunan itu sudah beroperasi.

Usai diresmikan, masjid Raudhatul Jannah di kawasan Pondok Lansia sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah.

Pun sudah ada lansia yang telah menempati asrama. Lansia yang menempati adalah mereka yang non-potensial atau ngebrok dengan status warga kurang mampu.

Menurut walikota, pembangunan Pondok Lansia sebagai upaya pemkot meningkatkan angka harapan hidup (AHH) di Kota Madiun. Artinya, mereka yang sudah masuk usia senja dirawat pemkot agar umur mereka semakin panjang. Pada 2022 lalu, AHH di Kota Pendekar mencapai 72,75 tahun.

“Target AHH ke depan harus mencapai 80 tahun. Sehingga kebutuhan hidup lansia harus dipikirkan dari sekarang,’’ harapnya.

Dia menambahkan, peresmian Pondok Lansia Jalan Menuju Surga dan Masjid Raudhatul Jannah juga diirngi dengan prosesi pembagian sejumlah bantuan sosial (bansos). Yakni, bantuan bagi kebutuhan 98 tempat ibadah dan bantuan sembako bagi warga setempat. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Segera Tindaklanjuti Jaringan Utilitas Semrawut

Komisi III DPRD Kota Madiun saat melaksanakan sidak jaringan utilitas di beberapa titik lokasi.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR Kota) Kota Madiun, Thariq Megah dalam waktu dekat akan menertibkan kabel utilitas udara yang terkesan semrawut. Itu sekaligus menindaklanjuti masukan Komisi III DPRD saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (13/12) lalu.

Setidaknya, dewan mendapati adanya laporan masyarakat terhadap keberadaan jaringan utilitas yang tidak sedap dipandang mata. Yaitu di Jalan Gegono Manis, Jalan Darma Manis, Jalan Tanjung Manis, Perumnas Bumi Antariksa dan kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC).

“Masih ada kabel utilitas udara yang kurang rapi. Tentu akan kami tindaklanjuti,” ujarnya, Jum’at (15/12).

Thariq berjanji, pihaknya akan mengundang provider atau pemilik kabel utilitas udara yang semrawut. Tujuannya untuk segera menindaklanjuti temuan sidak dewan dan keluhan masyarakat.

Jika tidak memenuhi undangan, pihaknya tidak segan melakukan penertiban.

“Kalau memang tidak ada tanggapan dari provider akan kami tertibkan,” tegas Thariq.

Dia menambahkan, pemasangan kabel utilitas udara harus mematuhi reguliasi yang ada. Di antaranya, berada di ruang milik jalan, tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan memperhatikan kerapian.

Selain itu, pemasangan tiang kabel tidak boleh lebih dari tiga tiang dalam satu titik. Pun, ia mengingatkan pihak provider ikut menjaga estetika kota.

“Kami berharap keberadaan kabel utilitas udara tidak terlalu semrawut dan ditata rapi agar tidak membahayakan masyarakat juga,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pemkot Madiun Gelar Senam di Kawasan Pondok Lansia

Para lansia bersiap mengikuti senam di kawasan pondok lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun menyelenggarakan senam lansia, Jum’at (15/12). Bedanya senam lansia kali ini dilaksanakan di kawasan pondok lansia sekaligus diresmikan Walikota, Maidi.

Para lansia yang mengenakan seragam khas, tampak bersemangat karena sekaligus mencoba asrama baru tersebut. Asrama yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) itu tampak asri dan nyaman ditempati lansia ngebrok.

‘’Hari ini senam sekaligus meresmikan pondok lansia. Tempat ini nanti jadi pusatnya kegiatan mereka-mereka ini,’’ kata walikota.

Ia menambahkan, senam lansia rutin diselenggarakan Pemkot. Tujuannya di usia tua harus tetap sehat.

“Caranya, tubuh ya harus sering digerakkan dengan senam ini,” katanya.

Selain itu, lansia juga harus dibuat senang dan tenang. Walikota berharap hadirnya pondok lansia bisa membuat lansia bahagia.

Sebab, tempat tersebut akan menjadi pusat kegiatan lansia. Mulai cek kesehatan hingga tempat berkegiatan agar lansia tetap produktif.

‘’Di Kota Madiun, lansia jangan sampai ditelantarkan. Lansia akan kita perhatikan melalui pondok lansia ini,’’ imbuh walikota.

Pemerintah Kota Madiun di bawah kepemimpinan Dr. Maidi serius memperhatian lansia. Mulai urusan kesehatan hingga tempat bernaung.

Tidak hanya itu, bagi lansia yang tidak produktif atau lansia ngebrok diberikan bantuan Rp8,2 juta setahun. Selain itu, walikota juga kerap membagikan Sembako dan bantuan lainnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Madiun Resmikan Pondok Lansia

Walikota Madiun, Dr. Maidi meresmikan Pondok Lansia Jalan Menuju surga.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pondok Lansia Jalan Menuju Surga di kawasan lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kota Madiun resmi beroperasi. Itu setelah Walikota Madiun, Dr. Maidi, meresmikan pondok lansia, Jumat (15/12).

Pondok lansia itu sebelumnya dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Anggaran yang digelontorkan miliaran rupiah.

Walikota Maidi didampingi Kepala DPUPR, Thoriq Megah saat menandatangani prasasti peresmian Pondok Lansia.

Usai diresmikan, pondok bisa langsung ditempati para lansia. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Madiun mewanti-wanti masyarakat agar tidak menelantarkan lansia.

‘’Lansia harus diurusi jangan malah ditinggalkan. Lansia akan kita perhatikan melalui pondok lansia ini,’’ kata walikota.

Walikota saat mengecek fasilitas kamar tidur di asrama Pondok Lansia.

Maidi menambahkan lansia tidak sekedar tinggal di asrama pondok. Tetapi juga akan dilakukan pengecekan kesehatan hingga diberikan kegiatan-kegiatan agar mereka tetap produktif.

“Lansia tetap harus berkegiatan agar semakin sehat. Tentu kegiatan yang sesuai dengan usia mereka,” katanya.

Selain itu, juga akan diperbanyak kegiatan bernuansa keagamaan. Hal itu penting untuk menyiapkan bekal sebelum menghadap yang Maha Kuasa.

“Bayi terlahir ke dunia dalam keadaan suci, lansia yang juga harus kembali suci sebelum menghadap Illahi,’’ paparnya.

Di kawasan pondok lansia itu, Pemkot menyediakan dua asarama. Masing-masing asrama untuk menampung lansia laki-laki dan perempuan.

Seperti diketahui, anggaran pembangunan dua asrama tersebut mencapai Rp 9,4 miliar. Pekerjaan meliputi pengurukan lahan seluas 12.000 meter persegi, pembangunan dua gedung asrama dengan 14 unit kamar, selasar dan pagar pondok lansia.

Pembangunan asrama pondok sejatinya sudah selesai September lalu. Walikota Dr. Maidi menyebut pembangunan masih akan berlanjut. Salah satunya, penambahan dua asrama lagi di sebelah utara masjid pondok lansia.

‘’Yang kurang sempurna akan kita sempurnakan. Pondok lansia harus bisa memberikan manfaat yang maksimal,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Menara Masjid Kuncen Tuntas

Pembangunan menara Masjid Kuncen Kota Madiun tuntas dan siap diresmikan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan menara Masjid Kuno Kuncen atau Masjid Nur Hidayatulloh Kota Madiun tuntas 100 persen. Bahkan masjid kuno tersebut kini tampak lebih cantik dan estetik.

Menara setinggi 18 meter dengan desain Mataraman itu berdiri megah di samping kanan depan masjid. Menara yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) itu bakal diresmikan dalam waktu dekat ini.

‘’Insyaallah sudah 100 persen. Peresmian mungkin nanti setelah tanggal 22,’’ kata Kepala DPUPR Kota Madiun Thoriq Megah, Jum’at (15/12).

Konsep pembangunan menara Masjid Kuncen telah dikonsultasikan dengan BPCB Trowulan.

Pemerintah Kota Madiun menambahkan menara untuk mempercantik Masjid kuno yang sudah ada sejak abad ke-16 itu. Thoriq menambahkan pembangunan menara tidak meninggalkan konsep cagar budaya.

Bahkan, untuk desain pihaknya berkonsultasi dengan ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Ini mengingat Masjid Kuncen masuk bangunan cagar budaya.

Maka tidak heran, menara bisa menyatu dengan desain masjid kuno tersebut. Tak hanya itu, juga ada pembangunan lainnya di sekitar kawasan masjid. Termasuk gapura di simpang empat jalan Masjid Raya.

‘’Anggaran pembangunannya mencapai Rp1,3 miliar lebih. Pembangunan sesuai jadwal dikerjakan selama 150 hari kerja. Pembangunan sudah sesuai target,’’ jelasnya.

Seperti diketahui, Masjid Kuno Kuncen kerap menjadi jujukan jamaah. Di kompleks Masjid Kuno Kuncen itu terdapat makam para bupati-bupati Madiun terdahulu. Salah satunya adalah Ronggo Jumeno.

Tidak hanya itu, di sekitaran masjid juga terdapat beberapa peninggalan benda-benda bersejarah. Karenanya Pemkot Madiun menindaklanjuti arahan Walikota Dr. Maidi mengkonsep lokasi tersebut menjadi tempat wisata religi.

Sebab Kota Madiun tidak banyak memiliki sumber daya alam. Karenanya, segala potensi harus dioptimalkan untuk menarik wisatawan.

“Sesuai arahan pak wali pembangunan harus berdampak pada peningkatan ekonomi. Itu menjadi skala prioritas,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Masjid Pondok Lansia Nyaris Tuntas

Pembangunan masjid di Pondok Lansia kota Madiun nyaris selesai dikerjakan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Memasuki penghujung tahun, satu per satu proyek srategis Pemkot Madiun dirampungkan. Salah satunya, pembangunan masjid pondok lansia di kawasan Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kartoharjo. Rencananya, pengerjaan proyek senilai miliaran rupiah itu dijadwalkan selesai dalam waktu dekat.

‘’Clossing (tutup, Red) kontrak pada 8 Desember nanti. Insya Allah bersamaan itu pengerjaan sudah selesai,’’ ungkap Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Hesti Setyorini kemarin (5/12).

Masjid di kawasan Pondok Lansia tampak indah.

Hesti menyatakan, progres pembangunan masjid saat ini menyentuh 98,19 persen selesai. Pengerjaan fisik menyisakan tahap finishing. Mulai pengecatan sisi belakang bangunan masjid, pemasangan plafon hingga railling.

‘’Pengerjaan berjalan on schedule,’’ klaimnya.

Menurut Hesti, ada tiga item pekerjaan dalam paket proyek pembangunan masjid pondok lansia. Meliputi bangunan masjid, perkerasan kawasan masjid dan gapura masjid. Pemkot menggelontorkan anggaran sekitar Rp4,3 miliar dalam APBD 2023 untuk merealisasikan paket proyek ini.

“Kami upayakan selesai sesuai jadwal,’’ janji Hesti.

Hesti mengatakan, pembangunan masjid merupakan paket proyek pelengkap pondok lansia yang pengerjaannya telah rampung medeo September lalu. Sementara pengerjaan masjid perlu diselesaikan segera agar pondok lansia dapat beroperasi akhir tahun ini.

“Kalau pondok sudah selesai 100 persen. Tinggal menunggu pengerjaan masjid selesai sedikit lagi,’’ jelasnya.

DPUPR bergegas menyelesaikan pembangunan masjid di pondok lansia.

Dia menambahkan, pengerjaan pondok lansia juga masuk bidangnya. Untuk pembangunan asrama pondok, pemkot menghabiskan anggaran Rp9,4 miliar. Meliputi pengurukan lahan seluas 12.000 meter persegi, pembangunan dua gedung asrama dengan 14 unit kamar, selasar dan pagar pondok lansia.

Meski begitu, pembangunan pondok lansia sejatinya belum tuntas. Rencananya, masih ada pembanguan dua asrama tambahan di sebelah utara masjid pondok lansia. Hanya, realisasi pengerjaan dilaksanakan tahun depan.

“Tapi, gedung asrama yang saat ini sudah terbangun bisa ditempati. Tahun depan hanya penambahan,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Replika Patung Liberty Alami Percepatan

Replika patugn liberty Kota Madiun nyaris tuntas.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan replika Patung Liberty di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) segera rampung. Sampai dengan kemarin (29/11), pengerjaan replika patung Liberty setinggi 16,75 meter itu sudah mencapai 99,52 persen.

“Dalam waktu dekat ini, pembangunan replika Patung Liberty harus sudah selesai,” kata Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Hesti Setyorini, Kamis (30/11).

Menurutnya, progres pengerjaan patung yang menyimbolkan kebebasan itu mengalami percepatan 9,17 persen dari target rencana semula 90,35 persen. Saat ini, patung yang pembangunannya menelan anggaran Rp 198 juta tersebut tinggal merampungkan proses pengecatan.

Penampakan replika patung Liberty di kawasan PSC Kota Madiun.

‘’Sebenarnya, tutup kontrak pada 8 Desember mendatang. Tapi, pihak rekanan sanggup menyelesaikannya lebih cepat,’’ ujarnya.

Hesti menjelaskan, eberadaan patung itu dapat menambah wahana wisata di kawasan Pahlawan Street Center. Pun juga melengkapi replika enam negara yang sudah dibangun sebelumnya.

Seperti diketahui, patung tersebut dicat warna hijau layaknya patung aslinya. Sedangkan, ompaknya dicat coklat muda. Sementara dalam proses pengukiran bentuk wajah patung, dinasnya menggandeng seniman dari Ponorogo. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Rutin Evaluasi Proyek

DPUPR mendampingi Komisi III DPRD melaksanakan sidak proyek pondok lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengakui seluruh pekerjaan fisik telah sesuai dengan jadwal. Menurutnya, semua ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antara eksekutif dan legeslatif.

Selain itu, di awal tahun pihaknya juga melakukan antisipasi dengan percepatan lelang.

“Alhamdulillah hasil baik itu di antaranya karena kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif. Kami juga melakukan percepatan lelang, dan juga optimalisasi terkait pekerjaan, pengawasan, dan perencanaan sejak awal tahun lalu,” katanya, saat mengikuti sidak Komisi III DPRD, Rabu (15/11/2023).

Selama tahun 2023, lanjut Thariq, tidak ada kendala yang berarti dalam pembangunan proyek fisik. Itu karena setiap bulan DPUPR juga rutin melakukan evaluasi internal.

Bahkan setiap proyek juga mendapatkan perhatian lebih dari Walikota Madiun, Maidi. Artinya, saat melaksanakan gowes bersama kepala OPD, walikota tak lupa mengecek sejumlah proyek yang sedang dikerjakan.

“Dari skala dinas memang setiap bulan kita evaluasi, selain itu juga pak Wali Kota sering sidak dan evaluasi,” jelasnya.

Sedangkan secara keseluruhan, tahun ini DPUPR menangani 98 paket pekerjaan. Dari paket tersebut, 70 pekerjaan telah selesai 100 persen. Sedangkan sisanya, dalam pengerjaan dan progresnya telah mencapai antara 80 sampai 95 persen.

“Ini rata-rata sudah mencapai 95 persen, dari total 98 paket sudah selesai sekitar 70 paket. Nanti semua selesai antara pertengahan Desember, namun kita upayakan selesai di akhir November atau awal Desember,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Komisi III DPRD Apresiasi Proyek Pembangunan Pondok Lansia

Komisi III DPRD Kota Madiun sidak proyek pondok lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan pondok lansia milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mendapat apresiasi DPRD setempat. Itu setelah Komisi III DPRD melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) proyek, Rabu siang (15/11/2023).

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Madiun, Yuliana mengatakan, proyek strategis Pemkot Madiun senilai Rp9,4 Miliar itu sesuai perencanaan. Bahkan ia bersama anggota Komisi III keliling ke area pondok lansia.

Meski sudah bagus, bukak berarti tanpa catatan. Ia memberikan rekomendasi agar dinas menambah pohon peneduh di area pondok agar lansia yang menempatk pondok lansia kedepannya semakin nyaman.

“Pondok lansia tadi hasilnya bagus. Kamar-kamarnya seperti apartemen atau hotel, dan sangat layak untuk para lansia, cuma harus ditambah tanaman untuk mempercantik kawasan itu,” ujarnya.

Kepala DPUPR, Thariq Megah saat mengikuti sidak proyek Pondok Lansia.

Selain itu, diakuinya ada beberapa proyek yang belum tuntas dikerjakan menjelang penghujung tahun. Seperti Masjid di kawasan pondok lansia senilai Rp4,5 miliar.

Meski begitu, progres pekerjaan telah sesuai dengan target. Pun, Politisi Perindo ini mewanti-wanti pelaksana maupun DPUPR agar berkomitmen menyelesaikan proyek-proyek yang saat ini belum tuntas 100 persen.

“Jangan sampai mengalami molor lah. Dan tadi kami juga melihat masjid yang progresnya sudah 80 persen juga bagus,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Ring Road Timur Dirintis Tahun Depan

Pembangunan JRRT Kota Madiun mulai dirintis tahun depan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran pembebasan lahan pembangunan Jalan Ring Road Timur (JRRT). Anggaran tersebut dimasukkan dalam APBD 2024.

Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, anggaran yang di-posting termasuk untuk ganti rugi warga terdampak proyek infrastruktur Ring Road Timur. Namun dengan catatan, proses administrasi di tingkat provinsi harus sudah klir.

“Tapi, DPPT-nya (dokumen perencanaan pengadaan tanah) masih perlu direvisi. Karena ada sejumlah aturan terbaru. Sehingga, perlu dilakukan penyesuaian,” katanya, Selasa (7/11).

Rencana megaproyek Ring Road Timur telah dirintis sejak 2019. Diawali dengan studi kelayakan. Kemudian, penyesuaian regulasi.

Dalam tahap ini ada perubahan di tengah jalan. Salah satunya, terkait dokumen kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Semula tidak ada persyaratan ini, tapi ditengah jalan ada aturan,” ungkap Thariq.

Karena mesti dilakukan penyesuaian regulasi, kata dia, proses penentuan lokasi (penlok) belum disetujui. Sambil menunggu proses penlok ulang rampung, pemkot memastikan telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan Ring Road Timur. Pihaknya juga mulai menyusun timeline proyek tersebut.

“Untuk proses pembebasan lahannya sebagian besar mengoptimalkan tanah bengkok. Ya, supaya kebutuhan anggaran pembebasan lahannya tidak besar,” ucapnya.

Sesuai detail engineering design (DED) yang diusulkan, panjang ruas Ring Road Timur sekitar 9,7 kilometer dengan lebar 25 meter. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tanam Puluhan Pohon di Kawasan Pondok Lansia

Puluhan tanaman ditanam di kawasan pondok lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun turut melakukan penghijauan di kawasan Pondok Lansia. Penghijauan dilakukan secara bertahap.

Setidaknya saat ini ada 50 pohon yang sudah ditanam DPUPR Madiun di sekitar pondok. Penanaman dilakukan sejak Rabu (1/11) lalu.

Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah mengungkapkan, pohon yang ditanam itu sebelumnya akan ditempatkan di Embung Pilangbango. Namun, karena ada rencana kedatangan Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini akhir bulan ini penanaman pohon kemudian dialihkan ke Pondok Lansia.

“Sesuai instruksi pak wali (Maidi, Red) perlu penambahan penanaman pohon. Termasuk pohon yang akan dipindah-tanam dari embung,’’ katanya, Selasa (7/11).

Selain itu, Thariq meminta pihak rekananan pembangunan masjid Pondok Lansia untuk melakukan percepatan. Saat ini, progresnya sudah mencapai sekitar 60 persen.

“Bangunan masjid ini nanti menjadi pelengkap Pondok Lansia,’’ tambahnya.

Selain asrama dan masjid, pembangunan di Pondok Lansia akan dilanjutkan kembali tahun depan. Di antaranya, lanskap dan tambahan asrama.

“Konsepnya ada kebun buah. Sehingga, kawasannya terlihat rindang dan teduh,’’ tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Replika KCJB Terpasang di Kawasan BCC

Replika KCJB telah terpasang di kawasan BCC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) –
Replika Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akhirnya berada di Jalan H. Agus Salim. Itu seiring pemasangan bodi duplikat kereta listrik tercepat di Indonesia itu di atas pilar penyangga di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC), Senin malam (6/11).

Rencananya, KCJB akan dioperasionalkan sebagai resto mewah pada Desember mendatang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, usai pemasangan KCJB, tahap berikutnya menyentuh pengerjaan interior.

“Jadi wujud KCJB sementara ini hanya berupa rangkaian bodi. Setelah terpasang, pihak rekanan pelaksana mulai mengerjakan pengecoran lantai, pemasangan interior dan pembangunan tangga sebagai akses masuk KCJB,” ujarnya.

KCJB akan digunakan sebagai lokasi resto mewah.

Untuk konsep interior, lanjut dia, akan didesain bak resto mewah di dalam kereta. Thariq menjelaskan, replika KCJB dibuat sepanjang 27 meter dengan lebar 4,5 meter.

Kemudian, replika kereta tersebut dipasang di pilar penyangga setinggi 5,5 meter di atas permukaan aspal jalan. Untuk posisinya, kereta sejajar dengan Jalan H. Agus Salim atau melintang di ruas Jalan Bogowonto. Pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.

‘’Bodi replika KCJB ini cukup panjang dan beratnya sekitar 9 ton, pemasangan ke atas pilar akan dilakukan bertahap. Bodi KCJB dibagi tiga bagian saat diangkat ke atas,’’ tambahnya.

Thariq mengklaim progres proyek ini on schedule. Bahkan, realisasinya tercatat mengalami percepatan dari target. Dalam jadwal pekan ke 13 ini, progresnya mencapai 89 persen.

“Insya Allah finishing interior butuh waktu sekitar satu bulan,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Replika Menara Jam Big Ben Tuntas

Pembangunan replika Menara jam Big Ben Tuntas dikerjakan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Keberadaan replika Jam Big Ben di Kota Madiun semakin melengkapi lokasi wisata di kawasan Pahlawan Street Center (PSC). Replika tersebut dibangun di sebelah barat replika Menara Eiffel dan Musala Ka’bah.

Saat ini pembangunan replika jam Big Ben tersebut telah tuntas 100 persen. Replika dibangun setinggi 12 meter.

“Progres fisiknya sudah 100 persen,’’ kata Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi, Selasa (31/10).

Replika menara jam Big Ben menjadi ikon wisata baru di Kota Madiun.

Uut sapaan akrabnya menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasinya, pekerjaan dilapangkan sesuai schedule. Artinya dapat selesai tepat waktu sesuai kontrak.

Menara tersebut dibangun di atas pondasi lantai seluas 1,8 meter persegi. Desainnya serupa dengan wujud asli Big Ben di London, Inggris.

Seperti diketahui, pembangunan replika Jam Big Ben include dalam paket proyek penataan kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Meliputi pembangunan dua unit gapura setinggi 7,15 meter dengan lebar 5,75 meter serta pembangunan serambi di sisi selatan dan utara Musala Ka’bah. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Kebut Proyek Pembangunan KCJB Jalan Agus Salim

Proyek KCJB di Jalan Agus Salim terus dikebut.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) –
Usai replika Menara Jam Big Ben tuntas dikerjakan, kali ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) mengebut proyek pembangunan replika kereta Cepat Jakarta—Bandung (KCJB) di Jalan H. Agus Salim. Rencananya, KCJB akan dipasang di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC) dalam waktu dekat.

‘’Prorges realiasi pekan lalu sudah menyentuh 58 persen selesai. Baik pembangunan pilar penyangga maupun pembuatan replika KCJB,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Agus Tri Sukamto kemarin (30/10).

Menurut Agus, saat ini pihak rekanan pelaksana proyek tengah mengebut pembuatan replika KCJB. Progres pengerjaannya menyentuh finishing.

Meliputi pendempulan serta pengecatan bodi kereta. Estimasinya butuh waktu satu hingga dua pekan ke depan hingga pembuatan replika KCJB benar-benar rampung.

“Awal November kemungkinan bodi kereta sudah bisa digeser (dikirim, Red) ke Jalan H. Agus Salim,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, replika KCJB diuat sepanjang 27 meter dengan lebar 5 meter. Kemudian, replika kereta tersebut dipasang di pilar penyangga setinggi 5 meter di atas permukaan aspal jalan.

Untuk posisinya, kereta sejajar dengan Jalan H Agus Salim atau melintang di ruas Jalan Bogowonto. Pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.

‘’Karena replika KCJB ini cukup panjang dan beratnya sekitar 20 sampai 30 ton, pemasangan ke atas pilar akan dilakukan bertahap. Bodi KCJB dibagi tiga bagian saat diangkat ke atas,’’ tambahnya.

Dia mengklaim progres proyek ini on schedule. Bahkan, realisasinya tercatat mengalami percepatan dari target rencana. ‘

“Untuk pemasangan replika KCJB ke atas pilar tidak butuh waktu lama. Mungkin sekitar tiga sampai empat hari selesai,’’ sebutnya.

Kendati kelak replika KCJB telah terpasang, lanjut dia, kereta tersebut belum dapat difungsikan sebagai tempat kuliner seperti kereta lainnya di BCC. Pasalnya, paket proyek yang saat ini digarap belum termasuk pengerjaan mebeler.

“Kemungkinan dapat dilanjutkan tahun depan,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Mulai Pasang GRC Kubah Masjid di Pondok Lansia

GRC kubah Masjid di Pondok Lansia mulai dipasang

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan Masjid Pondok Lansia senilai Rp4,3 Miliar di kawasan Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kota Madiun saat ini terus berproses. Bahkan progresnya menyentuh angka 57 persen.

Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, pengerjaan proyek telah menyentuh pemasangan glassfibre rainforced cement (GRC) kubah Masjid. Konsepnya, akan dibuat layaknya Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi.

“Untuk kubah enamel mulai proses pemasangan. Jadi target kita awalnya pemasangan enamel itu di bulan November, tapi ternyata vendor dan materialnya sudah ada di lokasi, makanya bisa mulai kita pasang hari ini,” kata Uut sapaan akrabnya, Kamis (26/10/2023).

Pembangunan masjid di kawasan pondok lansia menyentuh 57 persen.

Seperti diketahui, dalam proyek ini, ada tiga item pekerjaan utama yang dikerjakan. Yakni pembangunan satu unit Masjid, perkerasan kawasan Masjid, dan gapura.

“Insya Allah pengerjaan selesai sesuai target pada Desember nanti,” terangnya.

Uut mengatakan, pembangunan Masjid tersebut menjadi salah satu proyek pelengkap pondok lansia. Menurut dia, pengerjaan perlu segera dirampungkan agar pondok yang sudah selesai dikerjakan dapat beroperasi akhir tahun ini.

‘’Kalau asrama pondok sudah selesai dan ini masih menunggu pengerjaan Masjid,’’ ucapnya.

Sementara itu tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun turut meninjau lokasi proyek. Tim PPS, ingin mengetahui progres, serta kendala yang dialami di lapangan, mengingat pembangunan pondok lansia menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Madiun. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tuntas Merevitalisasi Sendang Kuncen

Pembangunan sendang Kuncen Kota Madiun tuntas.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tuntas merevitalisasi sendang Kuncen, di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman. Proyek senilai Rp687 itu selesai dikerjakan pekan lalu.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, tujuan dilakukannya revitalisasi itu sebagai upaya untuk mengembalikan wujud Sendang Kuncen. Terutama setelah proses ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan pada 2021 lalu.

“Alhamdulillah revitalisasi sendang Kuncen sudah selesai 100 persen,” ujarnya, Rabu (25/10).

Sendang Kuncen, Kota Madiun lebih estetik.

Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menyebut, konsep revitalisasi sendang Kuncen sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Pun bangunannya juga disesuaikan dengan model bangunan Masjid Kuno Kuncen.

“Yang jelas kami tidak asal membangun, tapi sudah dikoordinasikan dengan BPCB,” tambahnya.

Saat ini, kolam seluas 404 meter persegi tersebut dibangun berundak dengan di tengahnya ada sumur sebagai sumber air. Kemudian, konstruksi sendang berikut pemasangan pagarnya diperbarui dengan susunan bata terakota. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Replika Kincir Angin Belanda Alami Surplus

Pembangunan replika kincir angin Belanda masih berproses.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun kembali menghadirkan wahana wisata baru di kawasan Sumber Umis. Yakni pembangunan replika kincir angin Belanda yang kini masih berproses.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suyanto mengatakan, hingga pekan kemarin proges pekerjaan di lapangan menyentuh angka 23,38 persen. Capaian tersebut mengalami surplus sekitar 4,31 persen dari target sekitar 19 persen.

Melihat capaian yang positif itu, pihaknya optimistis pengerjaan replika kincir angin bisa selesai dikerjakan lebih cepat dari target. Apalagi cuaca saat ini cukup mendukung, termasuk ketersediaan material.

“Target selesai sesuai kontrak itu di awal Desember nanti,” ujarnya, Rabu (25/10).

Suyanto menjelaskan, ada sejumlah item pekerjaan utama dalam paket pembangunan replika kincir angin tersebut. Di antaranya, pekerjaan tanah, beton, dinding, lantai granit tile, plafon polyvinyl chloride, baja wide flange, hollow, pengecatan, elektrikal, sanitasi, dan manajemen K3.

Rencananya, kincir angin tersebut dibangun setinggi 12,5 meter dengan fondasi lantai berbentuk segi enam berdiameter lima meter.

“Pembangunan kincir anginnya berada di sebelah barat replika menara Eiffel,” katanya.

Dengan tambahan bangunan kincir angin, replika ikon dunia di Pahlawan Street Center (PSC) semakin lengkap. Sebelumnya, ada Kakbah, menara Eiffel, patung Merlion, kereta api Shinkansen, London Bridge dan desain rumah Tudor yang tuntas dibangun, dan saat ini masih dalam proses pengerjaan adalah pemb

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Gedung Baru Polres Madiun Kota Ditarget Selesai November

Gedung baru Polres Madiun Kota ditargetkan selesai pada November mendatang.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan gedung Polres Madiun Kota mendekati finish. Saat ini progres di lapangan menunjukkan trend positif yaitu menyentuh angka 85 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Sulistya Pembudi mengatakan, sesuai kontrak, proyek tiga lantai itu mulai dikerjakan 28 April lalu dan ditargetkan tuntas November mendatang. Pembangunannya dianggarkan sekitar Rp3,5 Miliar.

“Insya Allah bisa selesai tepat waktu,” ujarnya Selasa (17/10).

Progres pembangunan gedung baru Polres Madiun kota mencapai 85 persen.

Uut sapaan akrab, Sulistya Pambudi menyatakan, paket proyek rehabilitasi mapolresta itu meliputi pengerjaan fondasi bangunan. Kemudian struktur, arsitektur, plumbing dan elektrikal.

Saat ini, proyek menyisakan pekerjaan aluminium composite panel (ACP), pengecatan eksterior, serta kaca. Ia menjelaskan luas lantai bangunan tersebut mencapai 820 meter persegi.

Terdiri lima ruang kantor serta masing-masing satu pos jaga dan toilet di lantai I. Kemudian, di lantai II dan III masing-masing dibangun lima ruang kantor dan dua toilet.

“Memang sesuai arahan pak walikota bahwa gedung perkantoran di Kota Madiun harus dibuat lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota-DPUPR Cek Pembangunan Proyek Fisik

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun menaruh perhatian terhadap setiap proyek pembangunan infrastruktur di wilayah setempat. Pengecekan pun terus dilakukan sembari melaksanakan gowes atau bersepeda bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tidak terkecuali diikuti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Thariq Megah.

Sejumlah proyek yang dikunjungi di antaranya proyek Pasar Pancasila, Pondok Lansia, pembangunan menara kuncen, hingga progres pembangunan replika tugu monas di Alun-Alun.

“Kita pastikan semua berjalan sesuai target,” ujarnya saat melaksanakan gowes, Sabtu (14/10) kemarin.

Pengecekan proyek juga dilakukan di lokasi yang akan dibangun Pasar Pancasila.

Tak hanya mengecek dari sisi progres, melainkan juga kualitas pengerjaan proyek. Ia tidak ingin, proyek yang nantinya digunakan untuk masyarakat dikerjakan asal-asalan.

“Semua harus sesuai standar dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Menurut walikota, sejumlah pembangunan ini nantinya menjadi daya tarik masyarakat berkunjung ke Kota Madiun. Karenanya, ia meminta DPUPR terus mengevaluasi pengerjaan proyek setiap minggunya agar tidak mengalami keterlambatan. Pada sisi lain ia berharap proyek tersebut bisa segera selesai agar dmanfaatnya segera dapat dinikmati masyarakat.

“Kalau tidak sesuai spek, tidak saya bayar,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Menara Masjid Kuncen Capai 48 Persen

Pembangunan menara Masjid Kuncen Kota Madiun on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun terus mengebut proyek pembangunan menara Masjid Nur Hidayatulloh Kuncen atau masjid Kuncen di Kota Madiun. Ini mengingat proyek tersrbut sesuai kontrak ditargetkan selesai awal Desember mendatang.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, hingga minggu ke-11, progres pengerjaan di lapangan menyentuh angka 48,9 persen dari target awal 47,6 persen. Artinya proyek tersebut mengalami surplus 1,3 persen.

“Saat ini pekerjaan arsitektur sudah menginjak pemasangan bata tempel, kusen pintu dan jendela,” ujarnya, Jum’at (6/10).

Pembangunan menara masjid kuncen di Kota Madiun mengalami surplus.

Adapun pembangunan pondasi, struktur balok, plat, kolom seluruhnya tuntas dikerjakan. Melihat progresnya mengalami surplus, Uut sapaan akrabnya optimis pembangunan menara masjid Kuncen, selesai tepat waktu.

“Kami tetap optimis, proyek ini bisa selesai tepat waktu,” tambahnya.

Seperti diketahui, pembangunan menara Masjid Kuncen yang dianggarkan sekitar Rp1,3 Miliar menjadi perhatian pemkot. Sebab, keberadaannya bisa mendongkrak perekonomian lokal.

Apalagi Masjid Kuno Kuncen menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kota Pendekar. Dengan hadirnya menara tersebut diharapkan semakin memperkuat potensi wisata di sana.

Pembangunan menara tidak meninggalkan konsep kuno seperti yang masih melekat di Masjid Kuncen. Bahkan, desain menara sengaja melibatkan ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Ini mengingat Masjid Kuncen masuk benda cagar budaya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Bangun Dua Gapura Pintu Masuk PRC

DPUPR bangun dua Gapura di kawasan PRC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mempercantik dua gapura pintu masuk di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Saat ini proses pembangunannya masih terus berjalan.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, bangunan gapura itu disesuaikan dengan kawasan PRC. Bahkan saat ini progres di lapangan menyentuh angka 74,78 persen.

“Kita konsepnya ala timur tengah menyesuaikan kawasan PRC,” katanya, Sabtu (7/10).

Pembangunan gapura pintu masuk PRC sisi kanan-kiri itu include dengan replika jam Big Ben dan flooring PRC dengan anggaran sekitar Rp3 Miliar. Ia menargetkan akhir bulan ini, pembangunannya tuntas dikerjakan.

“Insya Allah bulan ini selesai,” ujarnya.

Pembangunan gapura di PRC kini masih dikebut.

Gapura tersebut dibangun setinggi 7,15 meter dan lebar 5,75 meter. Proyek tersebut menurutnya menjadi salah satu prioritas pemkot, sebab menjadi jujugan wisatawan ketika berlibur di Kota Madiun.

Sebelumnya, DPUPR juga telah menuntaskan pengecatan lantai PRC menggunakan material cat jenis flexipave sehingga tahan lama. Tak hanya itu, lantainya juga disempurnakan atau diratakan dengan material mortindo.

“Sesuai arahan pak walikota, kawasan PRC ini kita percantik, kita sempurnakan agar masyarakat yang berkunjung kesini semakin nyaman, dan aman,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Ekodrainase di Kota Madiun Dilirik Daerah se Jatim

Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariw Megah (dua dari kiri) berfoto bersama tim dinas teknis dari Provinsi Jatim.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Konsep kota pintar atau Smart City yang dirintis Pemkot Madiun sejak 2019 lalu kini dijadikan percontohan bagi daerah lain. Karena itu Kota Madiun menjadi tuan rumah bimbingan teknis (bimtek) penerapan konsep smart city dalam pengelolaan sistem drainase yang diiniasiasi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jawa Timur, 5-6 Oktober 2023.

Penerapan smart city bukan hanya berfokus pada upaya peningkatan teknologi dan informasi saja, melainkan juga peningkatkan dari berbagai aspek, salah satunya pengelolaan sistem drainase. Di Kota Madiun, pemkot telah menerapkan konsep eco-drainase yaitu mengelola air yang berlebih dengan cara sebesar-besarnya diresapkan ke dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan ke sungai tanpa melampaui kapasitas sungai sebelumnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah mengakui, penerapan konsep smart city dalam pengelolaan sistem drainase di Kota Madiun dilirik seluruh daerah di Jatim. Alasannya karena drainase yang dibangun pemkot memiliki 7-9 fungsi.

“Jadi inovasi drainase yang kita bangun itu mempunyai beberapa fungsi, mulai penanganan banjir, penanganan resapan air, di atasnya berfungsi untuk pedestrian bagi pejalan kaki, kemudian berfungsi untuk tempat ducting, refreshing dan lain-lain,” ungkapnya saat menghadiri bimtek penerapan konsep smart city dalam pengelolaan sistem drainase di Aston Hotel Madiun, Jum’at (6/10).

Thariq menjelaskan, dalam bimtek tersebut, peserta diajak melihat secara langsung pembangunan drainase perkotaan yang dibangun Pemkot Madiun. Mulai Jalan Pahlawan, kawasan Sumber Umis dan Sumber Wangi. Tak hanya itu, konsep pembangunan ekodrainase tidak hanya dipusatkan di tengah kota, melainkan kini telah menyentuh ke lingkungan pemukiman warga.

“Makanya kenapa lokasi bimteknya di Kota Madiun, karena daerah lain ingin studi tiru di disini,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim, Tri Wahyuriyadi mengatakan, Kota Madiun dipilih, karena menjadi daerah percontohan. Bukan hanya di tingkat provinsi namun juga nasional.

“Ini transfer knowladge ya, jadi ilmu yang kita dapat dari sini bisa diadobsi di kabupaten/kota lain sehingga keberadaan drainase itu bukan hanya mengalirkan air, tetapi juga untuk menyimpan cadangan air sehingga saat musim kemarau air itu bisa dimanfaatkan. Dan disini saya rasa luar biasa konsepnya,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Proyek Peningkatan Saluran Pancasila Kota Madiun Tuntas Dikerjakan

DPUPR tahun ini menuntaskan pekerjaan peningkatan saluran Pancasila.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek peningkatan saluran Pancasila atau pembangunan penutup saluran Pancasila di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun tahun ini tuntas dikerjakan. Penataan itu dilakukan sebagai upaya pemkot mengurangi kawasan kumuh.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun Suyanto mengatakan, saluran sepanjang 600 meter yang membentang dari timur ke barat, dengan lebar sekitar sembilan meter itu kini sudah diberi penutup. Yakni dengan cara dicor, menyesuaikan penataan kawasan di lokasi itu.

Tahun depan, proyek tersebut kembali dilanjutkan.  Adapun model pembangunannya, akan dikonsep sama seperti yang ada di kawasan Sumber Wangi.

“Tahun depan kita usulkan lagi. Jadi nanti konsepnya di saluran Pancasila itu kalau sesuai perencaan dulu, itu kan seperti pedestrian di Sumber Umis atau Sumber Wangi itu,” ucapnya, Sabtu (30/9).

Seperti diketahui, pembangunan proyek peningkatan saluran Pancasila sesuai kontrak dimulai pada 24 Maret lalu, dan tuntas dikerjakan hingga 25 Agustus 2023. Adapun nilai kontraknya sekitar Rp2,5 Miliar.

Selain di lokasi itu, DPUPR juga telah menuntaskan normalisasi saluran di Kelurahan Sogaten. Proyek yang dimulai 28 April dengan nilai kontrak Rp1,3 Miliar itu, tuntas dikerjakan dan sesuai kontrak berakhir pada 28 Juli 2023. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tuntas Merevitalisasi Pedestrian Mayjend Sungkono

Pedestrian Jalan Mayjend Sungkono tuntas dibangun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun telah menuntaskan kegiatan normalisasi saluran di Jalan Mayjend Sungkono, depan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun. Paket pekerjaan tersebut sesuai kontrak dimulai 12 April lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, proyek senilai Rp2,2 Miliar itu dapat diselesaikan tepat waktu. Yaitu pada 24 September 2023.

“Trotoar depan RSI itu sudah selesai tepat waktu, jadi bisa langsung difungsikan,” ujarnya, Jum’at (29/9).

Seperti diketahui, normalisasi saluran Jalan Mayjend Sungkono sisi barat itu dilakukan sepanjang 600-an meter. Kemudian di atasnya dapat difungsikan sebagai pedestrian layaknya sisi timur jalan.

Menurut Suyanto, pedestrian yang dibangun itu kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat sebagaimana fungsi awal. Yaitu bagi pejalan kaki.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk ikut merawat. Pun jangan sampai dirusak, karena merupakan fasilitas publik. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tahun Ini Tuntaskan Proyek Normalisasi Saluran Kartini

Normalisasi saluran Kartini Kota Madiun tuntas dikerjakan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Normalisasi saluran Kartini, Kota Madiun tuntas dikerjakan. Proyek yang dikerjakan mulai 20 Maret lalu, telah tuntas 100 persen hingga 19 Juni 2023.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, tahun ini proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp902 juta. Proyek tersebut dimulai dari Jalan Pahlawan sisi utara Kodim 0803/Madiun hingga ke perempatan Jalan Kartini-Jalan Diponegoro-Jalan Dr. Soetomo.

“Normalisasi saluran Kartini itu selesai kegiatan rabat, tahun depan kita usulkan lagi,” ujarnya, Jum’at (29/9).

Suyanto mengatakan, panjang pembangunan drainase tersebut sekitar 349 meter dengan lebar rata-rata 5 meter. Sesuai rencana, saluran kartini itu nantinya akan dibuat sebagai pedestrian seperti di Sumber Wangi.

Pun ketika ada anggaran, finishingnya nanti juga akan dikeramik. Dengan demikian, lokasi disitu nanti tidak lagi terbengkalai, dan pembangunannya dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Yang jelas tahun depan kita lanjutkan lagi. Jadi saat ini posisinya sudah tuntas dan kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tuntas Bangun Lapak di Kawasan Rimba Darma

Pembangunan lapak di jalan Rimba Darma Kota Madiun tuntas.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun menuntaskan pembangunan 10 lapak di kawasan Jalan Rimba Dharma. Sesuai kontrak, pembangunannya selesai pada 6 September lalu.

“Alhamdulillah sudah selesai tepat waktu pada 6 September,” ujar Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi, Sabtu (16/9).

Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menyatakan, pembangunan 10 lapak dikonsep sama. Tujuannya untuk melengkapi kawasan Rimba Darma yang rencananya akan dijadikan sentra kuliner oleh Pemkot Madiun.

Konsep pembangunan antar lapak dibuat seragam.

Ia berharap bangunan lapak itu dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM maupun PKL dengan baik. Ia menegaskan, 10 lapak yang dibangun menyedot anggaran sekitar Rp1 Miliar.

Adapun masing-masing lapak berukuran 4,8×2,4 meter. Bangunannya terdiri plat baja riser dan rangka besi hollow. Selain pembangunan lapak, di kawasan Rimba Dharma juga dilengkapi dua rest area, seperti taman dan membran untuk tempat makan sekaligus tempat istirahat. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Bangun Pedestrian di Jalan Kompol Soenaryo

DPUPR akan membangun pedestrian di Jalan Kompol Soenaryo.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali melanjutkan pembangunan pedestrian. Kali ini titiknya di Jalan Kompol Soenaryo sisi selatan.

Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, pembangunan pedestrian di Jalan Kompol Soenaryo itu dilakukan seiring telah tuntasnya proyek pedestrian di Jalan dr. Soetomo. Saat ini pekerjaan di lapangan yaitu persiapan pemasangan box culvert.

“Konsep dan desainnya sama seperti pedestrian yang ada sebelumnya,” ujar Kepala DPUPR, Thariq Megah, Jum’at (15/9).

Pedestrian itu dikonsep seragam yaitu memakai lantai bermotif batu alam juga dilengkapi jalur disabilitas. Nantinya juga akan ditambahkan pohon dan payung peneduh serta kursi taman.

Thariq menyebut dibagian bawah juga berfungsi sebagai saluran. Bahkan dilebarkan menggunakan box culvert untuk saluran.

“Jadi di box culvert itu sekaligus sebagai ducting atau kabel yang ditanam di bawah tanah,” ucapnya.

Adapun panjang pedestrian yang dibangun sekitar 179 meter sampai dengan kantor Polres Madiun Kota. Sedangkan lebarnya 3,3 meter.

Sesuai kontrak, proyek tersebut dikerjakan akhir Juli lalu dan selesai pada akhir November mendatang. Thariq menegaskan, sesuai arahan Walikota Madiun, Maidi, pembangunan pedestrian terkoneksi dengan sentra ekonomi, transportasi, wisata, dan sektor kesehatan.

“Jadi sesuai arahan pak walikota, pedestrian yang kita bangun ini menyambung, dan kita ingin mengembalikan fungsi pedestrian untuk pejalan kaki,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tuntas Bangun Pondok Lansia Jalan Menuju Surga

Pondok lansia Kota Madiun tuntas dikerjakan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan pondok lansia di kawasan Lapak Bumi Semendung Kota Madiun tuntas dikerjakan. Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) itu menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Madiun.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, paket proyek fisik itu tuntas dikerjakan sejak 11 September kemarin. Adapun total anggarannya sekitar Rp9,4 Miliar.

“Alhamdulillah selesai sesuai jadwal atau kontrak,’’ ujar Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi, Selasa (12/9).

Dengan tuntasnya pembangunan pondok lansia, maka dapat segera ditempati kelompok lanjut usia (lansia) di Kota Madiun. Itu sebagaimana arahan Walikota Madiun, Maidi.

Pembangunan pondok lansia tuntas dikerjakan sesuai jadwal.

Uut menjelaskan, ada tiga item pekerjaan utama dalam paket proyek strategis tersebut. Meliputi pengurukan lahan, pembangunan dua gedung asrama pondok serta selasar dan pagar.

Pondok lansia jalan menuju Surga itu dibangun di lahan seluas 12.000 meter persegi. Seluruh lahan juga telah diuruk dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter dari permukaan tanah.

Kemudian dibangun dua gedung asrama dengan total 14 unit kamar. Adapun kapasitasnya mampu diisi 56 orang lansia.

“Satu unit kamar dapat ditempati empat penghuni,’’ tambahnya.

Kendati demikian, pembangunan kawasan pondok lansia belum tuntas sepenuhnya. Rencananya, pemkot akan menyempurnakan dengan penambahan fasilitas lain.

Di antaranya dua gedung asrama tambahan dan lanskap yang akan digarap tahun depan. Dua gedung itu rencananya berada di sebelah utara masjid pondok lansia yang saat ini sedang progres pembangunan,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Menara Masjid Kuncen On Schedule

Pembangunan menara Masjid Kuncen mengalami surplus.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan menara Masjid Nur Hidayatulloh Kuncen atau masjid Kuncen di Kota Madiun mengalami surplus. Saat ini progresnya mencapai 12,9 persen.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, hingga pekan ini pengerjaan bangunan menara surplus 5,6 persen dari yang ditargetkan 7,2 persen. Melihat capaian itu, ia optimis, pengerjaan menara dapat selesai tepat waktu.


“Bahkan, bisa lebih cepat dari jadwal seandainya progres terus mengalami percepatan,” ujarnya, Jum’at (1/9).

Pembangunan menara Masjid Kuncen Kota Madiun terus dikebut.


Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menuturkan, pembangunan menara tidak meninggalkan konsep kuno seperti yang masih melekat di Masjid Kuncen. Bahkan, desain menara sengaja melibatkan ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.


Ini mengingat Masjid Kuncen masuk benda cagar budaya. Saat ini, progres pembangunan menara telah menyentuh fondasi footplat dengan luas 100 meter persegi.

Kemudian, struktur lantai bawah dibangun seluas 36 meter persegi. Tidak hanya itu badan menara juga akan dibangun dengan struktur beton dengan ketinggian sekitar 18 meter. Untuk finishing-nya, menggunakan bata terakota.


“Anggaran pembangunan menaranya sekitar Rp1,3 Miliar,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Pasang Lampu PJU di Jalan Dr. Soetomo

Puluhan lampu PJU telah terpasang di sepanjang Jalan Dr. Soetomo.

KBRN, Madiun : Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kota Madiun terus dikebut. Itu merupakan bagian dari kelanjutan pembangunan trotoar yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Kepala DPUPR, Thariq Megah mengatakan, saat ini pemasangan lampu penerangan nyaris tuntas. Yakni mulai pertigaan Jalan Panglima Sudirman-Jalan Dr. Soetomo ke utara hingga traffic light Jalan Jawa.

“Totalnya ada 65 tiang yang kita pasang di sepanjang trotoar yang kita bangun itu,” ujarnya, Rabu (30/8).

Petugas tengah memasang lampu PJU di Jalan Dr. Soetomo Madiun.

Thariq menyatakan lampu PJU yang dipasang, sama seperti yang sudah terpasang sebelumnya di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Pahlawan. Konsepnya dibuat estetik dan seragam.

“Jadi ada motif ukiran pada tiangnya,” tambahnya.

Setiap tiang, kata dia, terdapat dua lampu. Selain itu, juga ditambahkan payung peneduh, kursi, dan meja taman.

Thariq menegaskan, pembangunan trotoar di Kota Madiun kini sudah terkoneksi hingga ke Stasiun Besar Madiun sampai ke Pahlawan Street Center (PSC). Adapun trotoar yang tuntas dibangun di Jalan Dr. Soetomo ini, memiliki panjang sekitar 800 meter.

Kemudian lebarnya mencapai 3,5 meter dengan tinggi 25-30 sentimeter dari permukaan jalan. Pengerjaan trotoar tersebut digelontor anggaran sekitar Rp3,5 miliar.

“Prinsipnya fungsi-fungsi trotoar sebagai pejalan kaki harus terpenuhi semua, dan tentunya itu untuk mendukung pusat perekonomian di Kota Madiun,” pungkasnya.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Jalan Penghubung Lapak Banjarejo-Manisrejo Sudah Bisa Diakses

Jalan penghubung lapak Banjarejo ke lapak Manisrejo sudah dapat diakses masyarakat.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun menuntaskan pengerjaan jalan penghubung dua kelurahan. Yakni Banjarejo ke Manisrejo.

Kepala DPUPR, Thariq Megah mengatakan, jalan penghubung itu tepatnya di samping Lapak UMKM Kelurahan Banjarejo. Jalan baru tersebut membelah areal persawahan.

Jalan sepanjang 500 meter tersebut kini dapat diakses masyarakat. Yakni bisa sebagai penghubung ke Lapak UMKM Pagu Indah Kelurahan Manisrejo.

Jalan baru tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk berolahraga.

‘’Sementara hanya sampai cor beton. Untuk pengaspalan kita melihat kondisi ke depan,” ujarnya, Selasa (22/8).

Jika butuh diaspal, lanjutnya, DPUPR akan melakukan pengaspalan.
Thariq menyebut, pembangunan jalan penghubung itu sebelumnya dianggarkan sekitar Rp913 juta.

Selain pengecoran, keberadaan jalan itu juga sudah ditambah lampu penerangan umum. Setidaknya ada 17 PJU dengan ketinggian tujuh meter.

‘’Prinsipnya sementara seperti itu. Biarpun begitu itu sudah bisa dan layak dilalui,’’ ungkapnya.

Dengan dibangunnya jalan baru tersebut, kedepan diharapkan semakin mempermudah dan mempercepat akses masyarakat. khususnya, bagi yang mengunjungi Lapak UMKM Banjarejo dan Lapak UMKM Manisrejo.

Kedua lokasi tersebut dapat dijangkau lebih dekat. Selain itu juga dapat dimanfaatkan warga untuk berolahraga lari. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Progres Pembangunan Pondok Lansia Capai 69,45 Persen

Walikota Madiun, Maidi bersama Kepala DPUPR dan Kepala OPD lain saat mengecek pembangunan Pondok Lansia, kemarin.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Progres pembangunan pondok lansia di Kelurahan Klegen, Kota Madiun menunjukkan trend positif. Hingga saat ini, progresnya mencapai 69,45 persen.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, proses saat ini rekanan tengah mengerjakan penutup atap onduvula, pemasangan terakota dinding, acian beton, serta pengecatan dinding gedung. Menurutnya, progres di lapangan telah sesuai yang ditargetkan.

“Yang jelas kualitas pembangunan mencapai standar yang telah disepakati,” ujarnya, sembari gowes, Jum’at (18/8) kemarin.

Sementara itu Walikota Madiun, Maidi mengapresiasi kinerja positif rekanan. Sebab menurutnya, proyek tersebut harus segera tuntas, agar bisa segera dimanfaatkan oleh lansia non potensial (ngebrok).

“Mudah-mudahan pembangunannya terus lancar. Ini juga alasan kenapa saya sering ngecek, supaya memastikan kalau ada kekurangan saya langsung minta untuk dibenahi,” tuturnya.

Menurutnya, tampilan pondok ini sudah terlihat seperti hotel berbintang lima. Desain artistiknya bahkan sudah mulai kentara.

Seperti diketahui, desain pondok nantinya terdiri dari dua asrama besar. Jumlah kamar di tiap asrama sekitar 40 unit.

Ke depan, pondok ini juga akan dilengkapi masjid. Halamannya kelak juga akan ditanami bermacam pohon buah dan peneduh agar semakin asri bagi para lansia. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Bantu Rehab Gedung Polres Madiun Kota

Gedung Polres Madiun Kota mendapat sentuhan perbaikan dari Pemkot Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) membantu proses rehab bangunan gedung Polres Madiun Kota. Progres pembangunan di lapangan saat ini menyentuh angka lebih 50 persen.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, paket proyek tersebut meliputi pengerjaan pondasi, struktur, arsitektur, plumbing dan elektrikal. Pengerjaan dimulai 28 April sesuai surat perintah mulai kerja (SPMK) rekanan pelaksana.

“’Progres pembangunannya cukup cepat,” ujarnya, Jum’at (18/8).

Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menyatakan, gedung Mapolresta Madiun dibangun tiga lantai. Luas lantai total sekitar 820 meter persegi.

Rinciannya lima ruang kantor, pos jaga dan toilet di lantai I. Kemudian, di lantai II dan III masing-masing dibangun lima ruang kantor dan dua toilet.

“Konsepnya bergaya gedung modern,” tuturnya.

Anggaran yang disediakan untuk rehab gedung Polres Madiun Kota sekitar Rp3,5 miliar. Adapun proses rehabilitasi gedung tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan.

Proyek tersebut ditargetkan selesai akhir November mendatang. Pihaknya optimistis rekanan dapat menyelesaikan proyek tersebut lebih cepat dari target.

Lebih lanjut, Uut menegaskan, tujuan dilakukannya face-off gedung mapolresta itu untuk menyesuaikan penataan kawasan Pahlawan Street Center (PSC). Sekaligus meningkatkan kinerja korps Bhayangkara.

“Sebelumnya kita juga membantu rehab kantor kejaksaan negeri dan tahun ini giliran mapolresta,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Replika Patung Liberty Hadir di Kota Madiun

Walikota Madiun, Maidi bersama Kepala DPUPR (kiri) saat melakukan peletakan batu pertama replika patung Liberty.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun, Maidi bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan peletakan batu pertama pembangunan replika patung Liberty. Peletakan batu pertama dilakukan seusai upacara peringatan ke-78 detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (17/8).

Peletakan batu pertama replika patung Liberty berada di kawasan Sumber Wangi. Tepatnya sisi selatan Balaikota Madiun.

Walikota Maidi mengatakan, patung Liberty merupakan oleh-oleh yang ia bawa sepulang melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Harapannya keberadaan replika patung Liberty itu bisa menerangi masyarakat Madiun Raya.

“Obor patung Liberty ini maknanya menerangi sekaligus untuk kesejahteraan masyarakat Madiun dan sekitarnya,” tambahnya.

Seperti diketahui, pembangunan replika patung Liberty melengkapi enam ikon dunia yang saat ini telah dan sedang dibangun Pemkot Madiun. Yakni replika Patung Merlion, musala Ka’bah, kampung Eropa, menara Eiffel, replika jam Big Ben Inggris, dan replika Kincir Angin Belanda.

Keenam ikon tersebut seluruhnya dipusatkan di jantung kota. Adapun replika patung Liberty dibangun setinggi 16,75 meter, dan umpak atau ruang dalam berukuran 16 meter persegi.

“Akhir tahun insya allah bisa dinikmati masyarakat, makanya ini kita kebut semuanya,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Penyempurnaan Wisata Kuliner BCC On Progres

Walikota Madiun, Maidi didampingi kepala DPUPR (kanan) melakukan pengecekan proyek penyempurnaan kawasan BCC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Penataan wisata kuliner Bogowonto Culinary Center (BCC) Kota Madiun tidak setengah hati. Pemkot Madiun mengelontor anggaran Rp1,9 Milyar untuk penyempurnaan kawasan tersebut.

Konsepnya, pemkot membangun replika kereta cepat Indonesia di atas permukaan jalan secara melintang setinggi 5 meter dengan panjang gerbong kereta 27 meter dan lebar lima meter. Replika kereta cepat tersebut nantinya dapat digunakan untuk wisata kuliner.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, konsep pembangunan wisata kuliner tersebut digadang-gadang mampu menyedot wisatawatan. Karena itu ia mewanti-wanti kepada pelaksana agar proyek pembangunan tersebut tuntas dikerjakan tahun ini.

“Ini harus sukses. Jadi gerbong kereta cepat itu ada di atas untuk kuliner, dan relnya tidak di bawah tapi di atas. Jadi masyarakat kalau tidak sempat ke Jakarta, bisa kulineran di BCC ini sudah lengkap,” ujarnya saat meninjau proyek penyempurnaan kawasan BCC bersama DPUPR, Rabu (16/8).

Orang nomor satu di Kota Pendekar Madiun ini menyatakan, seluruh proyek infrastruktur di Kota Madiun on progres. Itu berdasarkan hasil pemantauannya di lapangan.

Tak hanya itu, ia juga memberikan warning bagi pelaksana proyek agar tidak mengurangi kualitas maupun spesifikasi yang ada. Disamping itu, Walikota Maidi juga berpesan agar pelaksana tidak mengambil yang bukan menjadi haknya, agar tidak berimplikasi hukum di kemudian hari.

“Saya hanya minta kualitasnya harus bagus, yang menjadi haknya silahkan diambil, tapi jangan mengambil hak-hak dari spek yang sudah ditentukan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, proyek tersebut sesuai jadwal berakhir pertengahan Desember. Namun DPUPR berupaya di awal Desember ini bisa diresmikan dan digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Sebelumnya, di kawasan tersebut juga telah terpasang gerbong kereta yang didalamnya disulap menjadi restoran. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota-DPUPR Cek Proyek Rehab Pasar Kawak

Walikota Madiun, Maidi saat mengecek proyek rehab pasar kawak.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun, Maidi bersama Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perdagangan turun langsung melakukan pengecekan rehab Pasar Kawak, Rabu siang (16/8). Itu lantaran rehab Pasar Kawak, merupakan salah satu proyek strategis Pemkot Madiun.

Walikota Maidi menyatakan, Pasar Kawak merupakan salah satu pasar legendaris di Kota Madiun. Apalagi barang dagangan yang dijual diklaim berkualitas tinggi, sehingga pangsa pasarnya mayoritas adalah masyarakat kalangan menengah ke atas.

Karena itu, kondisi pasar lama direhab agar lebih tertata. Selain mendongkrak pendapatan pedagang, tingkat kunjungan ke pasar Kawak diharapkan semakin tinggi.

Walikota Madiun bersama jajaran DPUPR dan Dinas Perdagangan saat melihat progres proyek rehab pasar Kawak.

“Maka pasar ini kita perbaiki, biar bersih, masuk pasar tidak kumuh, barangnya bagus akhirnya pasar legendaris itu akan kembali seperti aslinya. Saya terima kasih kepada pedagang yang ditata ‘manut’, karena dengan pengalaman penataan di Pasar Sleko, ternyata perputaran uang satu bulan disana milyaran rupiah,” ujarnya.

Maidi menyatakan, pedagang lama diprioritaskan menempati Pasar Kawak. Hanya saja, mereka diminta mengikuti manajemen pasar, termasuk soal kebersihan.

“Kita targetkan rehab ini empat bulan bisa selesai,” ucapnya.

Disamping itu seluruh pusat ekonomi di Kota Madiun yang belum tersentuh rehab akan diperbaiki. Sebab ia tidak ingin perekonomian di wilayah setempat terganggu.

“Tempat tumbuh ekonomi itulah yang kita perbaiki, sehingga tumbuhnya akan bagus,” tambahnya.


Walikota Maidi berharap dengan rehab yang dilakukan, Pasar Kawak kedepan semakin ramai dan diminati masyarakat. Apalagi lokasinya cukup strategis di tengah kota, serta berdekatan dengan wisata kuliner Bogowonto Culinary Center (BCC).

“Karena BCC ini menjadi kuliner kereta terbaik, bahan-bahannya juga diambilkan dari situ (pasar Kawak.red), maka kita tingkatkan kualitasnya termasuk bangunannya,” bebernya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Miniatur Jam Big Ben Inggris On Progres

Pembangunan jam big ben Inggris on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Kota Madiun kembali memiliki ikon dunia. Kali ini adalah miniatur menara jam Big Ben Inggris.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, pembangunannya saat ini sudah dimulai. Bahkan on progres sesuai schedule yang ditetapkan.

Menurut Uut sapaan akrabnya, kerangka menara yang berada di kawasan wisata Sumber Umis barat itu sudah berdiri tegak. Pembangunannya satu paket dengan penyempurnaan Pahlawan Religi Center (PRC).

‘’Pembangunan miniatur jam big ben sudah kita mulai dan Alhamdulillah on progres,”ujarnya, Senin (14/8).

Pemkot melalui Dinas PUPR membangun miniatur jam big ben Inggris.

Uut menyatakan, setelah pemasangan kerangka menara, dilanjutkan untuk bodinya. Menara jam Big Ben Inggris tersebut akan memiliki tinggi 12 meter.

Menara bagian bawah berbentuk persegi dengan panjang sisi 1,8 meter. Desain menara dibuat mirip dengan aslinya di Inggris.

‘’Sesuai arahan pak walikota, pembangunan menara untuk disegerakan. Karenanya, sambil mengerjakan yang pembangunan lapak di samping Musala Ka’bah, kita juga mulai mengerjakan untuk menara,’’ tuturnya.

Uut menambahkan anggaran pekerjaan tersebut mencapai Rp 3 miliar. Semua pekerjaan ditarget selesai Oktober nanti.

Keberadaan menara tersebut semakin melengkapi ikon dunia di Kota Madiun yang saat ini ada. Yaitu replika Patung Merlion Singapura yang diresmikan pada Desember 2020 lalu.

Kemudian Musala Ka’bah Saudi Arabia dan Kampung serta Jembatan Eropa pada 2021, Menara Eiffel Perancis dan lokomotif Shinkansen Jepang pada 2022. Sedangkan tahun ini, Pemkot kembali menghadirkan ikon menara Jam Big Ben Inggris dan juga Kincir Angin Belanda.

Selain itu, ada juga miniatur Monumen Nasional (Monas) yang rencananya dibangun di Alun-alun. Bahkan, ada wacana penambahan ikon Patung Liberty dan Piramida.

‘’Menara jam big ben ini lokasinya di baratnya menara Eiffel. Tetapi bedanya, bukan di atas sungai. Tetapi di sisi utara sungai. Jadi di bagian pedestrian itu,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tambah Replika Kereta Cepat Indonesia di Kawasan BCC

DPUPR Kota Madiun kembali mempercantik kawasan BCC dengan penambahan replika kereta cepat Indonesia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali menyempurnakan kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC). Yakni dilengkapi replika kereta cepat Indonesia yang nantinya hanya akan digunakan untuk wisata kuliner.

Proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp1,9 Milyar. Meski replika, namun dengan skala 1:1.

Kepala DPUPR, Thariq Megah mengatakan, konsep pembangunan replika kereta cepat Indonesia itu tidak berada di bawah seperti kereta pada umumnya. Melainkan di atas permukaan jalan secara melintang setinggi 5 meter dengan panjang gerbong kereta 27 sentimeter dan lebar lima meter.

Kawasan BCC Kota Madiun akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Selain penyempurnaan, ini juga akan menambah estetika tempat kuliner di Bogowonto. Di mana nanti setelah jadi bisa digunakan untuk tempat makan, tempat rapat maupun tamu VIP,” ujarnya, Senin (7/8).

Thariq menyatakan, karena BCC ini bernuansa kereta, maka DPUPR menambah bangunan pelengkap berupa replika kereta cepat Indonesia dan interiornya dirombak semewah mungkin. Proyek tersebut sesuai jadwal berakhir pertengahan Desember.

Namun ia mengupayakan di awal Desember ini bisa diresmikan dan digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Sebelumnya, di kawasan tersebut sebelumnya juga telah terpasang gerbong kereta yang didalamnya disulap menjadi restoran.

“Hari ini sudah dilakukan penggalian titik-titik tiga pilar yang akan dipasang,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

TPH Kota Madiun Cek Dua Proyek Milik DPUPR

Kajari Kota Madiun, Bambang Panca Wahyudi didampingi Kepala DPUPR, Thariq Megah saat meninjau lokasi proyek rehab Pasar Kawak.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Tim Pendampingan Hukum (TPH) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun melakukan pengecekan di dua lokasi proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Senin (7/8). Kedua proyek tersebut yaitu peningkatan bangunan pelengkap jalan H. Agus Salim senilai Rp1,9 Milyar, dan proyek rehabilitasi Pasar Kawak dengan anggaran Rp2,4 Milyar.

Kepala Kejari Kota Madiun, Bambang Panca Wahyudi mengatakan, sidak dilakukan sebagai upaya mitigasi resiko yang terjadi di lapangan terhadap pembangunan rehab Pasar Kawak. Disatu sisi pengecekan itu dilakukan karena TPH ingin memastikan keamanan pedagang serta keselamatan para pembeli.

Pengecekan oleh TPH Kejari Kota Madiun di lokasi proyek milik DPUPR.

Harapannya, semua proyek di Kota Madiun berjalan lancar. Baik proses pembangunannya maupun aktivitas jual belinya.

“Rekomendasi untuk pembangunan secara teknis tidak (ada.red). Kita hanya melihat regulasinya dalam proses pembangunan ini, juga sekaligus upaya mencegah terjadinya korupsi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengakui, secara umum tidak ada kendala yang terjadi di lapangan dalam proses pembangunan proyek. Bahkan pekerjaan di lapangan mengalami surplus.

Itu karena DPUPR melakukan evaluasi secara berkala setiap minggu maupun dua minggu sekali. Bahkan hasil evaluasi tersebut juga dilaporkan ke kejaksaan setempat.

Proyek milik DPUPR rata-rata mengalami surplus.

“Memang kita mendapatkan pendampingan oleh Kejari Kota Madiun, kalau totalnya ada 11 paket proyek yang didampingi, dan paket ini salah satunya. Ini dicek langsung oleh pak Kajari untuk mengetahui mungkin ada kesulitan, resiko maupun kendala di lapangan,” tambahnya.

Thariq menjelaskan, 11 paket proyek milik DPUPR yang didampingi kejaksaan seluruhnya merupakan proyek strategis Pemkot Madiun. Seluruh proyek tersebut rata-rata progresnya mengalami surplus. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Rehab Menara Masjid Kuncen Alami Surplus

Walikota Maidi didampingi Kepala DPUPR, Thariq Megah saat meninjau proyek rehab Menara Masjid Kuncen.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan menara Masjid Nur Hidayatulloh Kuncen diprediksi lebih cepat selesai dari waktu yang ditentukan. Ini karena progres pekerjaan di minggu pertama menunjukkan angka positif.

Walikota Madiun, Maidi pun memberikan apresiasi terkait progres pekerjaan tersebut karena mengalami surplus.

‘’Ini cukup bagus ya. Pekerjaan lebih cepat dari yang direncanakan,’’ kata Walikota saat meninjau proyek rehab Menara Masjid Kuncen, Rabu (26/7).

Rehab Menara Alami surplus.

Seperti diketahui, pembangunan menara Masjid Kuncen menjadi perhatian Walikota Maidi. Sebab, pembangunan bisa mendongkrak perekonomian lokal.

Apalagi Masjid Kuno Kuncen menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kota Pendekar. Dengan hadirnya menara tersebut diharapkan semakin memperkuat potensi wisata di sana.

‘’Masjid ini kekunoannya harus tetap terjaga. Karena ini nanti juga menjadi wisata religi. Embrionya sudah ada,’’ jelasnya.

Rehab Menara Masjid Kuncen ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah menyebut progres pekerjaan di minggu pertama ini sudah mencapai 6,051 persen. Padahal, jika mengacu rencana pekerjaan harusnya baru di 0,253 persen. Artinya, pekerjaan sudah surplus 5,798 persen.

‘’Pembangunan menara ini memang kita targetkan lebih cepat dari yang direncanakan berakhir pada awal Desember,” ungkapnya.

Pembangunan menara tidak meninggalkan konsep kuno seperti yang masih melekat di Masjid Kuncen. Bahkan, desain menara sengaja melibatkan ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Ini mengingat Masjid Kuncen masuk benda cagar budaya.

‘’Jadi menara ini tidak meninggalkan konsep cagar budaya. Untuk desainnya kita berkonsultasi dengan ahlinya di Trowulan,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Rehab Gedung Serbaguna Kelurahan Sogaten

Pembangunan gedung serbaguna Kelurahan Sogaten on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun merespon kebutuhan warga Sogaten akan perbaikan fasilitas umum (fasum) yang tidak layak fungsi. Khususnya gedung serbaguna. Proses rehab bangunan seluas 350 meter persegi itu dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR).


Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, falam rehab tersebut, Pemkot mengalokasikan anggarannya sekitar Rp 410 juta. Menurutnya, gedung serbaguna tersebut memang sudah waktunya rehab. Karena kondisi bangunannya sudah rusak berat.


“Beberapa bagian tertentu rusak berat. Seperti bagian atap dan dinding hampir roboh. Lalu, kondisi keramiknya sudah lepas dan temboknya banyak yang berjamur,’’ ungkap Uut sapaan akrabnya, Rabu (19/7).


Uut menjelaskan, perbaikan hanya mencakup bagian eksisting bangunan. Meliputi perbaikan atap, dinding, keramik, elektrikal bangunan, toilet, hingga pengecetan ulang seluruh gedung.


“Jadi, tidak sampai merubah bentuk bangunan atau gedung,” tambahnya.


Mengenai fungsinya, kata Uut, gedung serbaguna tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain sebagai tempat pertemuan, bisa pula dijadikan untuk olahraga indoor seperti bulu tangkis.


“Pengerjaan sudah kami lakukan sejak pertengahan Mei lalu,’’ ujarnya.


Dia menargetkan, proses rehab bisa selesai sebelum akhir tahun. Pun diakui tidak ada kendala berarti yang dihadapi dalam perbaikannya.


“Jadi, setelah selesai ini, pengelolaannya kami serahkan ke warga. Namun, selama masa pemeliharaan akan terus kami pantau,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pedestrian Saluran Pancasila Dikonsep Layaknya Sumber Wangi

Saluran Pancasila Kota Madiun dikonsep layaknya Sumber Wangi.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun membangun jalur pedestrian baru. Konsepnya menutup saluran Pancasila sepanjang 130 meter dan lebar 8,25 meter di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo.

Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suyanto mengatakan, pengerjaan menyentuh pemasangan baja wide flange dan betonisasi. Setelah semuanya beres, kemudian baru dipasangi lantai granit. Model pembangunan ini sama dengan yang ada di Sumber Wangi.

“Nanti, setelah saluran tertutup dibangun pedestrian. Kurang lebih nanti seperti saluran di kawasan Sumber Wangi-Sumber Umis,” ujarnya, Rabu (19/7).

Pembangunan jalur pedestrian dengan menutup saluran itu akan terkoneksi ke Pasar Pancasila yang saat ini sedang direvitalisasi. Karena akan difungsikan sebagai pedestrian, Suyanto memastikan penutupan permukaan atas saluran mengedepankan aspek keamanan. Sebab antara permukaan atas dan dasar saluran memiliki jarak sekitar enam meter.

“Peningkatan saluran ini termasuk mengurangi kawasan kumuh yang ada di Kota Madiun,’’ ujarnya.

Dibutuhkan waktu sekitar 180 hari kalender kerja untuk merampungkan proyek senilai Rp 2,5 miliar tersebut. Pengerjaan telah dimulai Mei lalu dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini.

“Karena progresnya termasuk cepat, kami optimistis pekerjaan selesai tepat waktu bahkan malah lebih cepat,’’ terang Suyanto.

Sebagaimana desain yang ada, di sepanjang kanan-kiri saluran Pancasila itu akan ditembok. Tujuannya untuk menjaga esetetika kawasan. Kemudian di sepanjang lorong tersebut akan ditambahi vegetasi dan fasilitas tempat duduk. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pasar Pancasila Kota Madiun Akan Direvitalisasi

Pasar Pancasila Kota Madiun akan direvitalisasi.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pasar Pancasila, di Jalan Mayjend Sungkono Kota Madiun akan menjadi ikon wisata belanja baru di Kota Madiun. Revitalisasi pasar yang berada di Jalan Mayjend Sungkono itu masih sebatas perencanaan. Adapun penaatan pasar tersebut akan terkoneksi dengan pembangunan jalur pedestrian baru hasil menutup saluran Pancasila.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, pembangunan Pasar Pancasila dilakukan tahun depan. Sementara, bangunan lama pasar tersebut diratakan.

“Konsepnya menyesuaian penataan kawasan setempat. Saat ini, sebagian bangunan pasar sudah diratakan,’’ katanya, Rabu (19/7).

Menurutnya, bangunan utama Pasar Pancasila mengusung konsep modern dengan dua lantai. Dengan demikian, item pekerjaan hanya mencakup bangunan lantai I dan II serta lanskap. Sementara terkait kebutuhan anggaran belum final karena masih dalam tahap penyusunan dalam perencanaan.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, masing-masing lantai bangunan memiliki luas yang berbeda. Misalnya, lantai I memiliki luas 686 meter persegi yang terdiri dari 30 bangunan kios tertutup, parkir, enam los terbuka serta masing-masing terdapat satu gudang, ruang pengelola dan toilet.

Sedangkan bangunan lantai II memiliki luas 238 meter persegi. Di dalamnya, ada enam unit food court, dua toilet dan satu gudang. Selain itu, lanskap berupa parkir sepeda motor dan mobil.

“Luas total keseluruhan Pasar Pancasila yang tersentuh revitalisasi sekitar 924 meter persegi,’’ tambahnya.

Sesuai konsep penataan kawasan, bagian depan Pasar Pancasila akan dibangun cafetaria. Kemudian, kios akan dibangun memanjang dari timur hingga ke barat.
“Kebetulan pembangunan pasar menunggu pekerjaan di saluran Pancasila selesai dulu,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Lapak Rimba Dharma Alami Surplus

Lapak UMKM Kota Madiun di Jalan Rimba Dharma dikonsep menarik.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tengah membangun 10 lapak di kawasan Jalan Rimba Dharma. Saat ini progresnya sangat positif.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan dari rencana 39,1 persen, pengerjaan di lapangan menyentuh angka lebih 52 persen. Artinya proyek tersebut mengalami surplus 13 persen.

“Target selesai 6 September tahun ini. Namun kalau melihat progresnya sangat baik yang surplus 13 persen, mungkin nggak sampai September sudah jadi,” ujarnya, Jum’at (14/7).

Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menyatakan, pembangunan 10 lapak itu bertujuan untuk melengkapi kawasan Rimba Dharma yang rencananya akan dijadikan sentra kuliner oleh Pemkot Madiun. Karena itu pengerjaannya kini terus dikebut, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Konsentrasi kuliner nanti tidak hanya di Jalan Diponegoro tapi juga di Jalan Rimba Dharma,” tambahnya.

Ia menegaskan, 10 lapak yang dibangun menyedot anggaran sekitar Rp1 Miliar. Anggaran itu untuk pembangunan pondasi serta lapak kuliner, aksesoris dan taman singgah.

Masing-masing lapak berukuran 4,8×2,4 meter. Bangunannya terdiri plat baja riser dan rangka besi hollow. Selain pembangunan lapak, di kawasan Rimba Dharma juga dilengkapi dua rest area, seperti taman dan membran untuk tempat makan sekaligus tempat istirahat.

“Konsep antar lapaknya sama,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Kota Madiun Merevitalisasi Menara Masjid Kuncen

Walikota Madiun, Maidi didampingi Kepala DPUPR, Thariq Megah melakukan peletakan batu pertama revitalisasi menara Masjid Kuncen.

KOTA MADIUN (DPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) merevitalisasi menara Masjid Kuncen, di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman. Peletakan batu pertama, dilakukan oleh Walikota Madiun, Maidi, seusai melaksanakan salat Jum’at di masjid setempat, Jum’at (14/7).

Walikota Maidi mengatakan, menara Masjid Kuncen tidak asal direvitalisasi. Melainkan sebelumnya telah dikonsultasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan.

Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah turut melakukan peletakan Batu Peratama revitalisasi Masjid Kuncen.

Artinya, desain pembangunan menaranya tidak meninggalkan konsep cagar budaya yang ada. Sehingga harapannya, Masjid Kuncen semakin ramai pengunjung.

“Walaupun dibangun, tapi tetap disesuaikan dengan ke-cagar budayaannya. Kekunoannya tidak boleh diganggu. Jadi disini itu sudah menjadi magnet, banyak orang luar (Madiun.red) yang datang kesini, makanya kita bangun biar pertumbuhan ekonominya meningkat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengungkapkan, konsep revitalisasi menara Masjid Kuncen mengacu pada kekunoan masjid yang sebelumnya telah dikonsultasikan dengan BPCB Trowulan. Harapannya dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat yang berkunjung ke Masjid Kuncen.

Kabid Cipta Karya DPUPR, Sulistya Pambudi selaku PPK turut melakukan peletakan batu pertama revitalisasi Masjid Kuncen.

“Ini bisa menjadi daya tarik wisatawan religi, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menjelaskan, pondasi footplat atau struktur bawah bangunan menara Masjid Kuncen berukuran 10×10 meter. Kemudian di atasnya atau lantai bawah berukuran 6×6 meter. Sedangkan tinggi menara 18 meter.

“Jadi konsepnya ini berbau Majapahit,” terangnya.

Seperti diketahui, revitalisasi menara Masjid Kuncen dianggarkan sekitar Rp1,3 Miliar dari APBD Kota Madiun tahun 2023. Adapun sesuai kontrak, pembangunannya dilaksanakan selama 150 hari kelander, sejak pertengahan Juli hingga awal Desember mendatang. Revitalisasi menara Masjid Kuncen dilaksanakan oleh CV. Mufakat, dengan pengawas CV. Baruna Putra Konsultan.(*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Kemenag Ukur Arah Kiblat Pembangunan Masjid di Pondok Lansia

Perwakilan Kemenag Kota Madiun mengukur arah kiblat untuk persiapan pembangunan masjid di kawasan Pondok Lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) setempat melakukan pengukuran arah kiblat untuk persiapan pembangunan masjid di Pondok Lansia, kawasan Lapak Bumi Semendung, Senin (3/7). Pengukuran arah kiblat juga disaksikan pihak pelaksana proyek dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun.

Kepala KUA Taman mewakili Kemenag, Pujianto mengatakan, pengukuran arah kiblat mutlak dilakukan ketika hendak membangun masjid. Sebaliknya, ketika arah kiblat ditentukan usai masjid selesai dibangun, dikhawatirkan melenceng.

“Kalau masjidnya sudah dibangun, baru ditentukan (arah kiblatnya.red), bisa-bisa melenceng tidak karuan,” katanya.

Cara penentuan arah kiblat, lanjutnya, harus ditentukan dulu arah utara dan selatan. Selanjutnya menentukan arah barat.

“Berhubung Makah ada di garis lintang utara, sedangkan Madiun berada di lintang selatan, maka ya harus menentukan titiknya di Madiun,” ujarnya.

Pujianto menjelaskan berdasarkan hasil pengukurannya, untuk titik arah kiblatnya 23,2 derajat dari titik barat. Adapun alat ukur yang digunakan di antaranya busur, kompas, dan waterpass.

“Insya Allah ini nanti sudah pasti arah kiblatnya,” tambahnya.

Untuk penandanya, pihaknya memberikan patokan besi di sebelah barat dan timur. Pun nantinya tinggal menarik benang agar siku bangunannya sesuai.

Dia menegaskan, untuk proses pembangunan masjidnya, Kemenag tidak memiliki kewenangan untuk ikut mengawasi. Hanya saja untuk kegiatan yang dilakukan di masjid, Kemenag setempat bersama MUI dan stakeholder terkait akan turut melakukan pengawasan.

“Jadi nanti mengurus ID-nya di Kemenag untuk proses kegiatan-kegiatan di dalam masjid,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Dermaga Apung Kota Madiun Masuk Tender

Walikota Madiun, Maidi bersama Sekda, Ketua DPRD, dan Kepala DPUPR mengecek lokasi wisata air di Bantaran Kali Madiun beberapa waktu lalu.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun turut mendukung rencana pemkot mengembangkan wisata air di Bantaran Kali Madiun. Tugas DPUPR adalah membangun dermaga apung yang saat ini masih dalam proses tender.


DPUPR mengalokasikan anggaran sekitar Rp 891,5 juta untuk paket pekerjaannya. Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu penunjukan pemenang dan selanjutnya kontrak.


“Ada lima item pekerjaan utama dalam paket pembangunan dermaga apung di Jembatan Manguharjo,” ujarnya, Jumat (30/6).


Meliputi pekerjaan persiapan, tangga, panggung, dermaga apung dan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk konsepnya, akan dibangun tangga trap berbahan wood plastic composite (WPC) hollow dari tanggul atas turun ke tepian sungai.


Selanjutnya, ujung tangga bawah dibangun dermaga dengan konsep apung atau non statis. Tujuannya agar dapat mudah dipindah. Ia memperkirakan proyek tersebut mulai dikerjakan pertengahan Juli.


“Butuh waktu sekitar empat bulan untuk menyelesaikan pembangunan dermaga,’’ katanya.


Menurut Suyanto, seluruh komponen dermaga apung menggunakan material fabrikasi. Sebab, dermaga hanya akan beroperasi di luar musim penghujan atau ketika ada event-event tertentu. Karena bukan pembangunan permanen, maka tidak perlu izin Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.


“Hanya, informasinya kalau untuk pemanfaatan sungai perlu kajian,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Perbaiki Trotoar di Jalan S. Parman

DPUPR memperbaiki trotoar di Jalan S. Parman Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali memperbaiki trotoar yang kondisinya kurang baik. Salah satunya trotoar di Jalan S. Parman, seputar ruang terbuka hijau (RTH) Arum Dalu.


Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, trotoar yang diperbaiki sepanjang 300 meter dengan lebar sekitar 170-an sentimeter. Pengerjaannya telah dimulai tiga pekan lalu.


“Disitu kan ada beberapa trotoar yang kondisinya jelek, itu kita perbaiki kembali,” ujarnya, Jum’at (30/6).


Konsepnya, trotoar yang saat ini dibangun menyerupai pedestrian yang telah diperbaiki sebelumnya depan Carefure Madiun. Pun warnanya juga disamakan. Termasuk ada beberapa kanstin yang diganti agar senada dengan trotoar yang selama ini ada.


“Kalau anggarannya sekitar Rp300 juta,” tambahnya.


Proyek perbaikan trotoar di Jalan S. Parman itu nantinya menyambung sampai ke rel Sukosari. Pun saluran terbuka di depan Taman Obor juga ditutup.


Menurut Trariq, perbaikan trotoar itu dilakukan untuk mengembalikan fungsi asalnya, yakni untuk pejalan kaki. Selain mengedepankan faktor keamanan pengguna jalan, pembangunan trotoar juga memperhatikan dari segi estetika.


“Jadi fungsi dasar trotoar itu untuk fasilitas pejalan kaki biar aman dan nyaman. Makanya kita juga memperhatikan dari sisi keindahannya juga,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Waspada, Aksi Penipuan Mengatasnamakan Kepala DPUPR

Waspada : Masyarakat diminta waspada Aksi penipuan mengatasnamakan pejabat Pemkot Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Masyarakat Kota Madiun diminta waspada. Sebab aksi dugaan penipuan mengaku pejabat di lingkup Pemerintah Kota Madiun kembali terjadi.

Kali ini ada aksi penipuan yang dilakukan oknum mengatasnamakan dua orang pejabat. Masing-masing mengaku sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah serta mencatut nama Kepala Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, Jemakir.

Seperti kejadian serupa sebelumnya, pelaku melakukan aksinya melalui aplikasi chatting WhatsApp (WA) dengan mengatasnamakan sebagai pejabat terkait. Bahkan di foto profilnya memakai foto pejabat terkait untuk meyakinkan calon korban.

‘’Pertama ada laporan dari salah seorang kabid saya sekitar siang. Dia mengkonfirmasi apakah saya berganti nomor. Karena ada WA masuk dengan nomor baru,’’ kata Thariq, Selasa (20/6).

Thariq pun langsung membantah. Dia juga tidak memperdulikan. Namun, menjelang sore dia mendapat laporan kembali dari dua kabid lainnya. Nomor yang mengirim pesan tersebut juga sama. Pelaku menggunakan nomor +62 852 8006 2545. Thariq menambahkan salah seorang kabidnya juga sempat menelpon nomor tersebut namun tidak diangkat.

‘’Karena cukup meresahkan, saya laporkan di grup. Ternyata ada satu lagi yang juga namanya dipakai seseorang,’’ tuturnya.

Pejabat satunya tersebut adalah Kepala Disperkim Jemakir. Pelaku kali ini menggunakan nomor +62 852 8006 2506. Agar lebih menyakinkan pelaku menamai profil WA-nya dengan nama Jemakir 2. Hal itu diduga agar korban mengira nomor kedua dari pejabat terkait.

‘’Sementara baru ada dua laporan ini. Semoga tidak ada lagi. Dan saya dengan pak Jemakir tidak mengganti nomor. Artinya, kalau ada nomor baru mengatasnamakan kami, bisa dipastikan itu penipuan,’’ tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Proyek Pondok Lansia Capai 32 Persen

Pembangunan Pondok Lansia di Kota Madiun on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan Pondok Lansia di area Bumi Semendung, Kelurahan Klegen Kota Madiun hingga pertengahan Juni tercapai 32 persen. Saat ini pembangunannya terus dikebut karena ditargetkan Oktober tahun ini tuntas.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, pihaknya terus mengawal pembangunan Pondok Lansia itu. Sebab ia tidak ingin gagal, karena Pondok Lansia merupakan salah satu proyek strategis Pemkot Madiun.

“Tidak minus progresnya, ini yang penting. Tahun ini harus bisa ditempati, karena yang daftar sudah banyak. Ini saya kawal terus, karena kalau nggak bisa selesai, dosa itu,” ujar walikota, Jum’at (16/6).

Seperti diketahui, proyek pembangunan Pondok Lansia milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat dianggarkan sekitar Rp9,3 Miliar. Anggaran miliaran rupiah itu digunakan untuk membangun dua asrama besar, masing-masing asrama setidaknya ada 40 kamar.

Anggaran Rp9,3 Miliar belum termasuk pembangunan masjid yang akan dibangun di antara dua asrama, anggarannya sebesar Rp 3,5 miliar. Saat ini pelaksana proyek pembangunan pondok lansia adalah CV. Cipta Naga Abadi, serta konsultan pengawas PT. Skala Pilar Lima. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Megaproyek JRRT Kota Madiun Segera Teralisasi

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Megaproyek jalan ring road timur (JRRT) Kota Madiun perlahan akan direalisasikan. Sejumlah syarat pun telah dipenuhi, salah satunya, menerima persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruan (KKPR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

‘’Alhamdulillah persetujuan KKPR Kemen ATR/BPN sudah kami terima awal Mei lalu,’’ ungkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Selasa (13/6).

Menurut Suwarno, persetujuan KKPR tersebut menjadi syarat mutlak pembebasan lahan yang akan dilalui JRRT dari pemerintah pusat. Hal itu sebagaimana Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 19/2021 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Permohonan syarat tersebut sejatinya telah disodorkan sejak tahun lalu.

Pembangunan JRRT Kota Madiun akan segera terealisasi.

“Tahapan selanjutnya penetapan lokasi (penlok) oleh gubernur Jatim. Kami sudah berkirim surat pengajuan penlok itu,’’ ujarnya.

Meski begitu, lanjut Suwarno, pihaknya belum dapat memastikan kapan penlok gubernur tersebut turun. Ini mengingat persetujuan gubernur Jatim tersebut sebagai dasar hukum membebaskan lahan untuk JRRT. Namun, yang pasti trase atau rute JRRT yang disetujui Kemen ATR/BPN masih sama seperti konsep awal. Yakni, panjang ruas JRRT sekitar 9,7 kilometer dengan lebar 25 meter. Mulai dari pintu masuk dekat terminal kargo hingga Demangan, Taman.

’Seandainya penlok sudah turun, bisa langsung pelaksanaan pembebasan tanah. Tapi, action-nya kapan masih menunggu penlok gubernur,’’ jelasnya.

Diperkirakan, total luas lahan terdampak sekitar 268.071 meter persegi. Rinciannya 219.764 meter persegi di Kota Madiun dan 48.307 meter persegi masuk wilayah Kabupaten Madiun.

Sesuai trase yang diajukan, JRRT sengaja dilewatkan aset pemerintah. Mulai jalan hingga tanah bengkok. Alasannya, agar pemerintah tidak boros anggaran untuk pembebasan lahan milik warga. Jika penlok sudah turun, proses jual-beli tanah bakal ditutup seiring appraisal berjalan. Pihak berwewenang dalam urusan ATR berhak menutup layanan legalitas pertanahan.

“Kebijakan tersebut untuk mengantisipasi praktik mafia tanah maupun broker,’’ tuturnya.

Pun perencanaan megaproyek JRRT juga melibatkan aparat penegak hukum (APH). Mulai kejaksaan negeri dan kepolisian setempat hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghindari terjadinya pelanggaran hukum. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tahun Ini Merehab Pasar Kawak Kota Madiun

Pasar Kawak di Jalan Kutai Kota Madiun tahun ini akan direhab.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan merehab pasar Kawak, di Jalan Kutai Kota Madiun. Saat ini kondisinya perlu perbaikan, karena rehab terakhir diperkirakan sekitar tahun 1980-an.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, konsep pembangunannya akan dibuat dua lantai. Harapannya lebih tertata, mengingat lokasinya berada di tengah kota.

Kondisi di dalam Pasar Kawak Kota Madiun.

Saat ini kata Uut sapaan akrabnya, proses rehab Pasar Kawak masih pada tahap evaluasi administrasi teknis dan harga di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Ia berharap proses lelang tersebut lancar, agar dapat segera direnovasi.

“Ini masih proses tender. Target kita bulan depan sudah mulai action di lapangan,” katanya, Selasa (13/6).

Konsep Pasar Kawak Kota Madiun setelah direnovasi.

Untuk rehab Pasar Kawak, Pemkot Madiun menganggarkan dana sekitar Rp2,5 Miliar dari APBD Kota Madiun tahun 2023. Dengan renovasi itu, ia berharap aktivitas jual beli di pasar tradisional lebih ramai sehingga roda perekonomian meningkat signifikan.

“Harapan kita nanti bisa lebih representatif,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Saluran dan Trotoar di Jalan Kapuas Alami Surplus

Pembangunan trotoar di Jalan Kapuas Kota Madiun mengalami surplus.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) –  Peningkatan bangunan pelengkap di Jalan Kapuas, Kota Madiun terus dikebut. Hingga Rabu (7/6) lalu, pembangunan saluran dan trotoar itu sudah mencapai 19,25 persen, dari yang seharusnya 16 persen.

“Yang jelas progresnya surplus,” kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Thariq Megah, Sabtu (10/6/).

Adapun pembangunan saluran di Jalan Kapuas itu memliki panjang total 201 meter dengan lebar 1,5 meter. Dirinya optimis, pembangunan bisa selesai tepat waktu.

“Tapi kita upayakan untuk selesai lebih awal,” tambahnya.

Seperti di titik lain, pembangunan saluran menggunakan box culvert. Saat ini, pekerjaan sudah mulai pemasangan box culvert. Thariq menambahkan saluran di Jalan Kapuas sengaja dilebarkan agar dapat menampung air hujan.

“Sesuai arahan pak wali (walikota.red), saluran juga berfungsi sebagai dukting, dan di setiap sepuluh meter ada resapan,” tambahnya.

Thariq menyebut pembangunan saluran juga tengah berlangsung di sejumlah titik lain. Salah satunya di Jalan Mayjend Sungkono. Saluran di titik tersebut juga dilebarkan dan menggunakan buis beton bertulang (RCP). Thariq menyebut lebar saluran minimal dapat dimasuki satu orang dewasa agar aliran lancar, dan pembersihan saluran dapat dilakukan dengan mudah. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pahlawan Religi Center Kembali Disempurnakan

DPUPR Kota Madiun melakukan penyempurnaan di kawasan PRC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota Madiun kembali menyempurnakan kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Di antaranya pembangunan 20 lapak permanen layaknya di timur tengah agar senada dengan kawasan musala Ka’bah.

Lapak akan dibangun di sisi utara dan selatan musala Ka’bah. Tujuannya untuk mewadahi pelaku UMKM Kota Madiun agar ekonominya meningkat.

Lapak di kanan kiri musala Ka’bah kawasan PRC akan dibangun permanen.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, kawasan wisata di jantung kota Madiun saat ini menjadi magnet bagi wisatawan ketika berlibur di kota Pendekar. Karena itu, penyempurnaan akan terus dilakukan, termasuk menambah spot lokasi wisata enam negara.

“Kalau kota kita itu dinamis, ada perubahan-perubahan, ini akan ramai terus pengunjungnya. Kalau disitu jadi, ini menjadi kampung dunia. Akan ada enam bahasa disini, kalau sudah di Ka’bah, ya kawasan berbahasa arab, ada kawasan berbahasa inggris, maupun bahasa Jawa” ujarnya, Sabtu (10/6).

Lapak yang dibuat di kawasan PRC akan dikonsep lakanya di tumur tengah.

Selain membangun lapak permanen, di kawasan PRC juga akan dibangun dua gapura di sisi utara dan selatan. Selain itu, bagian lantai akan dilapisi epoxy sehingga halus dan mengkilap.

Walikota Maidi menyebut untuk penyempurnaan kawasan PRC, Pemkot Madiun menganggarkan dana sekitar Rp3 Miliar. Termasuk untuk pembangunan replika menara jam big ben Inggris, dan replika Kincir Belanda. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Empat Paket Proyek Pemeliharaan Jalan Kota Madiun Nyaris Tuntas

Salah satu ruas jalan di Kota Madiun yang sudah dilakukan pemeliharaan jalan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Progres empat paket proyek pemeliharaan jalan di Kota Madiun nyaris tuntas. Dari empat paket, paket III sudah tuntas 100 persen. Sedangkan paket I, II, dan IV sudah menyentuh angka 90 persen.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, total empat paket proyek yang dikerjakan sepanjang 10,9 kilometer. Adapun anggarannya sekitar Rp13,5 miliar dari APBD Kota Madiun tahun 2023.

“Pengaspalan jalan rata-rata sudah lebih 90 persen, insya allah bulan ini selesai,” ujarnya, Rabu (7/6).

Thariq menegaskan, untuk pengaspalan jalan paket I sepanjang 2,432 kilometer. Meliputi, Jalan Tanjung Manis, Tumpak Manis, Pondok Manis, Sanggar Manis, Tilam Sari, Moch. Noer, Tanjung Raya, Taman Praja dan PG Kanigoro. Progresnya 96 persen.

Untuk paket II, sepanjang 2,537 kilometer. Yakni, Jalan Merak Barat, Merak Selatan, Jenggolo, Timur Lapangan Winongo, Gajah Mada, dan Majapahit. Pun, prorgesnya tercatat 96 persen selesai.

Paket III sepanjang 3,751 kilometer atau 19 ruas jalan. Di antaranya, Jalan Tawang Arum, Tawang Mulyo, Raden Patah Timur, Raden Patah Barat, Pilang Karsa, Sri Cempaka serta Kemuning. Progresnya tuntas 100 persen. Sedagkan Paket IV sepanjang 2,258 kilometer meliputi Jalan Raya Kelun, Maskumambang Gang I dan Gang II. Progresnya sekitar 90 persen. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lanjutkan Proyek Normalisasi Saluran Sumber Umis Barat

DPUPR Kota Madiun melanjutkan proyek normalisasi saluran Sumber Umis Barat.

KOTA MADIUN (DinasPUPR)Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melanjutkan proyek normalisasi saluran Sumber Umis barat. Dari jalan Pandan sisi utara, nantinya akan dibangun pagar pembatas. Termasuk di dekat jembatan, akan dibangun tempat lempar jumroh layaknya di tanah suci.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, saat ini progres pekerjaan di lapangan pada minggu kemarin menyentuh angka 1,52 persen. Sesuai kontrak, proyek tersebut dimulai akhir April lalu.

Pun untuk merealisasikan proyek lanjutan normalisasi saluran Sumber Umis barat, pemkot menggelontorkan anggaran sekitar Rp2,7 Miliar dari APBD 2023.

“Progresnya ini menutup yang dekat jembatan Pandan. Kita start kontraknya 29 April, dan selesainya enam bulan,” katanya, Rabu (31/5).

Adapun pekerjaan lainnya, kata Suyanto melanjutkan pemasangan lantai keramik di sekitar lokasi proyek. Termasuk juga berencana membuat saluran khusus air bersih di bawah replika Ka’bah. Namun urung dilakukan, lantaran anggaran yang terbatas.

“Jika memungkinkan ya kita lanjutkan tahun depan,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Normalisasi Saluran Majyend Sungkono

Jalan Mayjend Sungkono Kota Madiun sementara waktu dijadikan satu arah karena adanya proyek normalisasi saluran air.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melakukan normalisasi saluran air di Jalan Mayjen Sungkono. Normalisasi itu dilakukan sepanjang 600 meter.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, dengan adanya proyek tersebut maka perlu dilakukan pengalihan arus lalu lintas (lalin) untuk mempercepat proses pembangunan.

“Kami sudah koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan, mulai 25 Mei sudah diberlakukan jalan satu arah,” katanya, Rabu (31/5).

Pemberlakuan jalan satu arah (one way) ini dilakukan bersamaan dengan mobilisasi alat berat dari pihak rekanan.

Suyanto menjelaskan normalisasi saluran dimulai dari depan RSI Siti Aisyah Madiun sampai perempatan Manguharjo. Pun anggaran yang digelontorkan Pemkot Madiun sekitar Rp2,3 miliar.

Pekerjaan diawali dengan pembongkaran trotoar lama, kemudian dipasang reinforced concrete box (RCB). Setelah itu baru dibangun pedestrian seperti halnya sisi timur jalan. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Bangun Lapak Kuliner di Jalan Rimba Darma

DPUPR Kota Madiun membangun 10 lapak di Jalan Rimba Darma.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)  membangun 10 unit lapak kuliner di seputar Jalan Rimba Darma. Masing-masing lapak berukuran 4,8 x 2,4 meter.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, Bangunannya terdiri dari plat baja riser dan rangka besi hollow. Saat ini, progres di lapangan menyentuh angka 6 persen. Pun malampui target dari rencana 2,91 persen.

“Kita butuh waktu sekitar lima bulan untuk mengerjakan ini, dan target kita akhir Agustus sudah selesai,” ujarnya, Rabu (31/5).

Untuk mengerjakan proyek tersebut, setidaknya dianggarkan sekitar Rp1 miliar. Anggaran tersebut untuk pembangunan pondasi serta lapak kuliner, aksesoris pelengkap, serta taman singgah.

Proses pembangunannya dimulai dari kawasan simpang Tugu Pendekar sisi selatan. Menurutnya, pembangunan sentra kuliner ini sekaligus melengkapi pekerjaan pedestrian yang telah selesai digarap lebih dulu pada tahun lalu. Pun, dia memperkirakan pembangunan serupa akan dilanjutkan hingga Jalan Rimba Mulya–Jalan Larasati. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Masjid di Kawasan Pondok Lansia masih Berproses

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Sebanyak 22 kontraktor pelaksana bersaing untuk mendapatkan pengerjaan infrastruktur pembangunan kawasan Pondok Lansia di Kelurahan Klegen. Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, paket pekerjaan di Pondok Lansia itu berupa pembangunan tempat ibadah ala Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi.

Proyek tersebut sudah naik tender sejak 3 Mei lalu, dan saat ini masih proses lelang. Uut sapaan akrabnya menyatakan, ada tiga item pekerjaan utama dalam paket proyek tersebut. Meliputi pekerjaan satu unit masjid, perkerasan pekerjaan masjid, dan gapura.

Pihaknya mengestimasikan pekerjaan tersebut tuntas dikerjakan kurun waktu lima bulan sesuai surat perintah mulai kerja (SPMK).

“Target selesai September–Oktober,” kata dia, Rabu (31/5).

Sesuai detail engineering design (DED), Masjid Quba itu akan dibangun di antara dua asrama pondok. Pihaknya sengaja merancang konsep tersebut agar para penghuni nyaman dan betah ketika menjalankan ibadah sekaligus menjaga nilai estetika kawasan.

“Saat ini, pembangunan asrama pondok dan pekerjaan lainnya masih berlangsung,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Penataan Saluran Pancasila

DPUPR melakukan penataan saluran Pancasila, Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tengah melaksanakan pembangunan saluran penutup saluran Pancasila di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo. Penutup di atas saluran itu dibangun sepanjang 600 meter ke barat dari pagar jembatan. Adapun lebarnya sekitar sembilam meter.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, proyek tersebut telah dikerjakan mulai pertengahan April lalu. Di awali bangunan eks pasar Sonokeling, telah dibongkar habis rata dengan tanah.

“Penutupan saluran itu tentunya menyesuaikan penataan kawasan disitu, yang jelas ini sudah kita mulai pertengahan April kemarin,” katanya, Sabtu (6/5).

Suyanto menjelaskan, untuk merealisasikan proyek tersebut, pemkot menyiapkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar dari APBD tahun 2023. Sedangkan revitalisasi pasar tradisional, direncanakan masuk pada penganggaran tahun depan.

“Di atas penutup saluran di Pancasila itu rencananya akan dibangun pedestrian. Tapi, kami sesuaikan anggaran yang ada. Jika tidak cukup ya akan dilanjutkan tahun depan,’’ ungkapnya.

Selain penataan saluran di kawasan tersebut, lanjut Suyanto, penutup permukaan di atas saluran juga mempertimbangkan aspek keamanan. Sebab, saluran tersebut cukup dalam. Ditargetkan proyek tersebut selesai awal November mendatang. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Kejaksaan Lakukan Monev Proyek Strategis Pemkot Madiun

Tim PPS Kejaksaan Negeri kota Madiun saat meninjau progres pembangunan pondok lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Tim pengamanan pembangunan proyek strategis (PPS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun terus mengawal sejumlah proyek pemkot. Baru-baru ini, tim tersebut meninjau pembangunan Pondok Lansia Jalan Bhakti Wijaya, Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen serta di proyek peningkatan bangunan pelengkap Masjid Kuncen Jl. Argo Dali dan Jl. Retno Dumilah.

Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun Dicky Andi Firmansyah mengatakan, secara berkala, petugas dari kejaksaan melaksanakan pengecekan terhadap proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkot Madiun. Tujuannya sebagai pencegahan tindak pidana korupsi.

“Kami berpesan kepada pelaksana kegiatan dan konsultan pengawas, agar fokus dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dan menjaga kualitas proyek serta pekerjaan tersebut agar dilaksanakan sesuai time scedhule yang telah ditentukan,” ujarnya, Rabu (3/5).

Kasi Intelijen Kejari kota Madiun, Dicky Andi Firmansyah saat melakukan monev proyek di kawasan Masjid Kuncen, Madiun.

Apalagi menurut Dicky, hampir di seluruh Kota Madiun mengalami cuaca yang sangat panas dan curah hujan yang cukup tinggi sehingga sedikit menghambat pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) merupakan bagian dari peran Intelijen Penegakan Hukum Kejaksaan khususnya Kejari Kota Madiun sebagai upaya untuk mendeteksi dini dan peringatan dini (early warning). Tujuannya tak lain dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan serta keamanan di bidang pembangunan strategis  daerah.

“Sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” ucapnya.

Dicky menegaskan, monitoring dan evaluasi di area proyek yang telah ditetapkan sebagai Proyek Stategis Kota Madiun rutin dilakukan. Itu berdasarkan Keputusan Walikota Nomor: 050.401.023/268/2022 tanggal 16 Desember 2022 Tentang Paket Pekerjaan Strategis Pemerintah Kota Madiun Tahun Anggaran 2023. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Penandatanganan Pakta Integritas PPS, Ini Pesan Kejaksaan

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melakukan penanda tanganan pakta integritas kegiatan pengamanan proyek strategis (PPS) daerah Kota Madiun, Rabu (3/5). Yakni proyek Pembangunan Normalisasi saluran depan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun.

Penanda tanganan tersebut dilaksanakan oleh Plt Kepala Dinas PU Kota Madiun selaku Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Inspektorat Kota Madiun, Penyedia Jasa, Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana dan Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (Tim PPS) Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Acara berlangsung di Ruang Rapat DPUPR Kota Madiun, kompleks Gedung Graha Krida Praja.

“Melalui penandatanganan Pakta Integritas ini, para pihak diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ujar Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Dicky Andi Firmansyah, Kamis (4/5/2023).

penandatanganan pakta integritas pengamanan proyek strategis pemkot berlangsung di ruang rapat kantor DPUPR, gedung Graha Krida Praja.

Tak hanya itu, tetapi juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan keterbukaan dan kejujuran, memperlancar pelaksanaan tugas pekerjaan yang berkualitas, efektif, efisien dan akuntabel. Dengan demikian hasil pekerjaan Proyek Strategis Daerah dapat tepat mutu, waktu dan kualitas.

Jaksa Agung RI melalui surat nomor : B-151/A/SUJA/10/2019 tanggal 30 Oktober 2019 perihal Petunjuk Dalam Rangka Optimalisasi Tugas, Fungsi dan Kewenangan Kejaksaan RI, menegaskan bahwa arah kebijakan penegakan hukum dalam mendukung Pembangunan dilakukan antara lain melalui pendekatan pencegahan (preventif), dan penindakan (represif) yang saling sinergis, komplementer, terintegrasi dan proporsional dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Turunkan Alat dan Personel Antisipasi Genangan Air

DPUPR menerjunkan alat berat dan personel untuk mengantisipasi genangan air.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun bergerak cepat setelah adanya genangan air di beberapa lokasi Kota Madiun akibat diguyur hujan pada Kamis (27/4) sore. Genangan pun tidak berlangsung lama, setelah petugas melakukan berbagai upaya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, genangan air itu berawal meluapnya air sungai di gang Sendang Barat, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo. Hulunya mulai dari belakang Pasar Besar Madiun dan hilirnya ke pintu air Jalan Pandan.

Luapan itu disebabkan karena adanya bangunan penutup saluran yang dibangun warga di gang Sendang ambrol. Dampaknya menutup aliran yang mengakibatkan terjadinya genangan air. Kondisi itu diperparah dengan tingginya curah hujan di Kota Madiun.

“Genangan air itu sebenarnya tidak lama, beberapa menit saja sudah surut atau hilang. Dan penangananya tadi pagi saya turun ke lapangan, saya turunkan excavator sehingga untuk kedepannya ketika curah hujan tinggi tidak ada gangguan lagi,” ujarnya, Jum’at (28/4).

Suyanto menjelaskan, untuk mengantisipasi hal serupa, pihaknya telah menyiagakan sejumlah peralatan dan personel untuk rutin memantau kondisi di lapangan. Tidak hanya itu, ia juga meminta warga untuk tidak membuang sampah di saluran agar aliran air lancar. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Pedestrian Jalan Dr. Soetomo Kembali Dimulai Minggu Depan

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Sejumlah pembangunan proyek di Kota Madiun akan kembali dikerjakan seiring libur lebaran usai. Salah satunya proyek pedestrian di Jalan dr. Soetomo.


Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan pembangunan proyek tersebut sempat terhenti mulai H-7 hingga H+7 lebaran.

Pengehentian sementara itu dilakukan agar pekerjaan di lapangan tidak mengganggu masyarakat yang melintas, maupun yang menikmati mudik di Kota Madiun.


“Mungkin kita jadwalkan minggu depan (Senin.red) pekerjaan yang terhenti karena momen lebaran, kita jadwalkan sudah action kembali,” ujarnya, Kamis (27/4/2023).

Thariq menyebut, meski sempat terhenti progres pembangunan mengalami surplus. Ini lantaran jauh hari pihaknya telah meminta rekanan selaku pelaksana proyek untuk melakukan saving sehingga on progres.


“Masih surplus lah progresnya, karena sebelum libur lebaran sudah dikebut dulu,” tambahnya.


Pembangunan pedestrian di jalan Dr.Soetomo, kata Thariq progresnya sekitar 15 persen dari target 12 persen. Proyek tersebut sesuai kontrak berakhir pada Juli mendatang. Namun demikian pihaknya berupaya agar Juni bisa tuntas dikerjakan.


“Kita upayakan Juni sudah selesai, kita lakukan percepatan lah,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Silaturahmi dan Do’a Bersama Pemkot Madiun Dipusatkan di Replika Ka’bah

Walikota Madiun menggelar halal bi halal di Replika Ka’bah diikuti ASN, DPRD dan forkopimda agar mereka ikut menikmati hasil pembangunan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengikuti silaturahmi dan Do’a Bersama yang dipusatkan di replika Ka’bah kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). PRC tersebut merupakan salah satu tempat wisata ikonik di Kota Madiun yang berhasil dibangun DPUPR.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, pihaknya sengaja menggelar acara tersebut di seputar replika Ka’bah agar seluruh ASN bisa menikmati hasil pembangunan.

“Maka disini ini semua kegiatan keagamaan silahkan digunakan. Jangan sampai ada ASN yang belum menikmati (hasil pembangunan.red), padahal  orang lain saja sudah menikmati. Ya menikmati panasnya, menikmati keindahannya dan menikmati kulinernya,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini berpesan usai Iful Fitri ini, seluruh ASN di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) saling bersinergi untuk memajukan kota. Tidak hanya itu abdi negara juga diingatkan untuk langsung menge-gas pelayanannya kepada masyarakat.

“Tidak hanya PRC, ASN yang hadir ini setelah acara ini saya ajak ke kampung Eropa dan ke Singapura (replika Merlion.red) tanpa tiket,” katanya sembari tertawa. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Proyek Revitalisasi Trotoar Kawasan Masjid Kuncen Ditarget Tuntas Agustus

Dikebut : Petugas sedang menyelesaikan pekerjaan proyek revitalisasi trtoar di kawasan Masjid Kuno Kuncen.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek revitalisasi trotoar di kawasan Masjid Kuno Kuncen, Kota Madiun terus dikebut. Bahkan proyek tersebut ditargetkan tuntas pada Agustus mendatang atau dikerjakan 150 hari kalender.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, pekan ini pekerjaan yang sudah digali segera dikebut. Yakni, pengecoran dinding bak kontrol dan rabat lantai trotoar.

“Beberapa hari kedepan kan kita sudah memasuki cuti bersama lebaran, makanya pekerjannya kita kebut,” katanya, Kamis (13/4).

Kegiatan itu dilakukan agar ketika hari raya nanti tidak membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar. Seperti diketahui, revitalisasi trotoar ini konsepnya tidak jauh berbeda dengan pedestrian di lokasi lain. Namun ada sentuhan religi, karena masjid bersejarah ini menjadi salah satu objek wisata religi.

Dituntaskan : Proyek pembangunan trotoar di Kawasan Masjid Kuncen, Kota Madiun ditargetkan selesai Agustus tahun ini.

Rencananya, trotoar akan dilebarkan menjadi 2,5 meter di sisi timur dan 1,5 meter di sisi selatan. Pun, ada tambahan utilitas. Seperti pohon, lampu, payung dan kursi agar lebih estetik. Adapun panjang total pedestrian 900 meter.

Ketinggian trotoar rata-rata 25 sentimeter dari permukaan aspal. Lantai trotoar bermaterial granit. Pun, dilengkapi bak kontrol untuk memaksimalkan sistem drainase kawasan. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp 2,2 miliar di APBD 2023. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Jelang Lebaran, Proyek Pemeliharaan Jalan di Kota Madiun Tuntas

Mulus : Ruas jalan di Kota Madiun dipastikan mulus saat lebaran tahun ini.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Ruas jalan di Kota Madiun kian mulus. Ini seiring proyek pemeliharaan jalan sepanjang puluhan ribu kilometer tengah berlangsung. Rencananya, proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat dikebut sepekan sebelum Lebaran mendatang.

“Ada empat paket proyek yang sudah berjalan bersamaan. Insya Allah H-7 lebaran sudah mencapai angka 90 persen selesai,” kata Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, Selasa (11/4).

Thariq menyebut, saat ini progres pengerjaan proyek senilai Rp13,5 miliar dari APBD itu menyentuh 60-70 persen selesai. Total ruas jalan yang dimuluskan kembali sepanjang 10,978 kilometer. Rinciannya paket I sepanjang 2,432 kilometer. Meliputi, Jalan Tanjung Manis, Tumpak Manis, Pondok Manis, Sanggar Manis, Tilam Sari, Moch. Noer, Tanjung Raya, Taman Praja dan PG Kanigoro.

“Untuk paket I sudah ada sepuluh ruas jalan sudah selesai pelaksanaan,” tambahnya.

Jalan Tilam Sari Kota Madiun kondisinya mulus.

Untuk paket II, lanjut Thariq, sepanjang 2,537 kilometer. Yakni, Jalan Merak Barat, Merak Selatan, Jenggolo, Timur Lapangan Winongo, Gajah Mada, dan Majapahit. Paket III sepanjang 3,751 kilometer atau 19 ruas jalan.

Di antaranya, Jalan Tawang Arum, Tawang Mulyo, Raden Patah Timur, Raden Patah Barat, Pilang Karsa, Sri Cempaka serta Kemuning. Paket IV sepanjang 2,258 kilometer meliputi Jalan Raya Kelun, Maskumambang Gang I dan Gang II.

“Paket-paket ini beda dengan penambalan jalan berlubang yang hanya menyasar titik terterntu. Kalau ini sasarannya ruas jalan,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, DPUPR sengaja mengebut pengerjaan karena proyek fisik dijadwalkan berhenti mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Atau libur selama 14 hari. Meski begitu, pihaknya optimistis pelaksanaan sejauh ini tanpa kendala.

“Insya Allah selesai sesuai jadwal. Kalau belum tuntas, minimal persentase kekurangan pekerjaan hanya sedikit,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Tim KPK Cek Langsung Pembangunan Pondok Lansia

Dicek : Tim KPK Cek Proyek Pembangunan Pondok Lansia Kota Madiun.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengecek langsung pembangunan proyek pondok lansia di kawasan Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kota Madiun Rabu sore (5/4). Ini mengingat proyek senilai Rp 9,7 Milyar itu merupakan salah satu dari 20 proyek strategis Pemkot Madiun.

Satgas 2, Direktorat 3 Koordinasi dan Supervisi KPK, Irawati mengatakan, pengecekannya ke proyek pembangunan pondok lansia itu dilakukan karena tim anti rasuah itu ingin melihat progres pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Apalagi anggaran yang digelontorkan Pemkot Madiun cukup besar.

“Jadi kami kesini itu sebagai upaya mitigasi resiko (terjadinya korupsi.red) pada proyek strategis yang dijalankan Pemkot Madiun,” ujarnya.

Ira menyatakan, meski tim KPK tidak bisa melihat secara progres hingga selesai, tetapi mereka ingin diberikan keyakinan terhadap progres proyek strategis sesuai yang ditetapkan pemda. Dengan harapan sudah melalui mitigasi risiko join audit atau mitigasi risiko provity audit oleh inspektorat.

Monitor: Tim KPK melakukan upaya pencegahan korupsi di Kota Madiun.

Apalagi menurutnya secara umum di Indonesia masih sering terjadi potensi resiko korupsi khususnya di pengadaan barang dan jasa. Karenanya sedari awal tim Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK ingin duduk bersama dengan Pemda untuk melakukan mitigasi agar tidak terjadi potensi korupsi ke depannya.

“Kenapa kami lakukan ini karena kami ingin melakukan koordinasi upaya perbaikan sistem di pemda,” tambahnya.

Sementara itu Inspektur Inspektorat Kota Madiun, Gaguk Hariyono menyatakan, kedatangan tim KPK di proyek strategis pemkot itu untuk melakukan pencegahan korupsi. Pun menurutnya, tim KPK sendiri yang menginginkan untuk mengecek langsung ke proyek pembangunan pondok lansia.

“Jadi kesini dalam rangka pencegahan, monitor dan mengevaluasi yang sudah berjalan dan semuanya baik, tidak ada permasalahan,” ucapnya.

Kesempatan yang sama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) yang juga Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, Suwarno menjelaskan bahwa Pemkot telah meminta pendampingan aparat penegak hukum (APH) dalam pembangunan proyek tersebut. Pun juga meminta monitoring inspektorat serta KPK.

“Tadi sudah kami sampaikan terkait teknis pelaksanaan, mulai proses perencanaan, audit dari inspektorat. Kemudian sebelum masuk tender juga sudah kami sampaikan tinggal setelah pelaksanaan di proses tender selesai kan tinggal di lapangan nah beliau itu mengecek dan menyuport bahwa proyek strategis yang dicanangkan pak walikota dapat dukungan dari KPK,” tambahnya.

Suwarno menjelaskan, sejatinya ada 20 proyek strategis Pemkot Madiun. Hanya saja, pemkot konsen terhadap 10 proyek, termasuk pembangunan pondok lansia. Saat ini progres di lapangan cukup menggembirakan karena mengalami surplus. Dari target 6,97 persen, terealisasi 7,51 persen atau surplus 0,53 persen. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Penyempurnaan Kawasan PBC Kota Madiun Alami Surplus

Penyempurnaan kawasan PBC Kota Madiun mengalami surplus.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) –  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun terus menyempurnakan kawasan Pahlawan Bisnis Center (PBC). Mengingat lokasi itu digadang-gadang menjadi window display Jawa Timur bagian barat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pamudi mengatakan, PBC nantinya dilengkapi berbagai fasilitas yang modern.

Saat ini, lanjutnya, progres di lapangan cukup menggemberikan. Bahkan, terbilang surplus dari target yang ditetapkan. Pekan ini dari yang ditargetkan 8,26 persen, progresnya justru mencapai angka 9,16 persen.

‘’Jadi ada percepatan 0,9 persen, ini berarti mengalami surplus,” katanya, Rabu (5/4).

Uut sapaan akrab Sulistya Pamudi menjelaskan, bahwa pekan ini pelaksana proyek telah menangani sejumlah pekerjaan. Di antaranya, pemasangan rigid beton, tembok kamar mandi dan ruang ganti, hingga strous pagar. Selain itu, rekanan juga mulai mengerjakan roll pipa membran. Pun pekerjaan panggung juga masih berjalan.

“PBC yang baru nantinya akan memiliki panggung mewah,” tambahnya.

Proyek senilai Rp 4,44 miliar ini ditarget selesai dalam waktu lima bulan. Uut optimistis rekanan dapat menuntaskan pekerjaannya hingga klir sebelum deadline yang sudah ditetapkan. 

“Kami upayakan sebelum habis kontrak, proyek ini bisa selesai,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Proyek Pondok Lansia Kota Madiun Sentuh 4,52 Persen

On Progres : Walikota Madiun, Maidi menyebut pembangunan pondok lansia on progres alias jalan terus sesuai schedule yang telah ditentukan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan pondok lansia di kawasan Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kota Madiun on progres. Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memaksimalkan pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan data yang ada, pekerjaan di lapangan menyentuh angka 4,52 persen. Prosesnya ialah pengurukan lahan setelah sebelumnya dilakukan pengukuran oleh petugas.

“Pondok lansia jalan terus. Kemarin sempat ada truk uruk keplentong disitu. Tak tungguin terus disana, pengerjaannya on progres pokoknya,” ujarnya, Senin (27/3).

Pembangunan pondok lansia itu merupakan salah satu proyek strategis Pemkot Madiun. Karenanya ia tidak ingin asal-asalan. Bahkan untuk menyukseskan proyek tersebut, pemkot menggandeng kejaksaan negeri (Kejari) setempat untuk melakukan pendampingan.

“Saya sudah janji kan kepada para lansia. Jadi tahun ini sudah bisa digunakan walaupun belum penuh,” tambahnya.

Sementara itu Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, tahap pengurukan lahan butuh waktu cukup lama. Sebab, progresnya juga tergantung ketersediaan material uruk. Diperkirakan butuh waktu dua hingga tiga bulan.

Menurut Uut, saapaan akrabnya, pembangunan pondok lansia memanfaatkan lahan seluas 12.000 meter persegi. Pun, seluruh lahan perlu diuruk lantaran sebelumnya berupa lahan sawah. Ketinggian urukan berkisar 70 sentimeter.

“Insya Allah Oktober nanti selesai,’’ ucapnya.

Selain pengurukan, tahun ini ada paket proyek pembangunan pondok lansia. Meliputi pagar, bangunan pondok serta lanskap. Estimasi waktu pengerjaan total sekitar tujuh bulan. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp 9,4 miliar.

“Paket ini belum termasuk masjid. Sebab, beda paket pekerjaan. Untuk masjid nanti anggarannya Rp3,5 miliar di APBD 2023. Untuk pengembangan akan dikerjakan bertahap,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Trotoar Jalan dr Soetomo Sentuh 20 Persen

On Progres : Pengerjaan proyek trtoar di Jalan dr. Soetomo menyentuh 20 persen.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek revitalisasi pedestrian di kawasan Jalan dr Soetomo Kota Madiun terus dikebut. Saat ini pedestrian yang dibangun sepanjang 800 meter itu progresnya telah mencapai 15-20 persen.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, percepatan terus dilakukan untuk mengantisipasi penghentian sementara pekerjaan fisik saat hari raya Idul Fitri nanti.

“Secara progres untuk pembangunan trtoar sisi barat itu sekitar 15-20 persen,” katanya, Jum’at (24/3).

Thariq menyebut, untuk pembangunan pedestrian sisi barat itu, melanjutkan proyek yang sebelumnya ada. Yakni dimulai dari simpang tiga jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Jawa. Saat ini, lanjutnya, pembongkaran trotoar lama hingga perbaikan saluran dan pembuatan bak kontrol telah menyentuh depan RSUD dr Soedono.

“Lebar trotoar rata-rata 3,5 meter. Dengan ketinggian dari permukaan aspal sekitar 25-30 sentimeter,” tambahnya.

Konsep dan material pedestrian tak jauh beda dengan trotoar pedestrian yang telah dibangun sebelumnya di lokasi lain. Lantai trotoar berbahan granit agar lebih kuat dan tidak licin. Pun, ramah disabilitas dan lansia. Pekerjaan diperkirakan selesai Juli mendatang.

‘’Selain penyesuaian kawasan, kondisi trotoar lama tidak layak untuk pejalan kaki atau banyak titik kerusakan,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Trotoar Jalan dr Soetomo Kota Madiun Dimulai

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pedestrian di tengah Kota Madiun tahun ini akan tersambung. Ini setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai mengerjakan pembangunan trotoar di Jalan dr. Soetomo sisi barat. Konsep pembangunannya sama seperti pedestrian yang dibangun di sepanjang Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) depan Pasar Besar Madiun (PBM).

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, saat ini prosesnya mulai dilakukan pembongkaran trotoar lama. Pekerjaan trotoar, nantinya dimulai dari simpang tiga Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Jawa.

“Ini pekerjaannya yang sisi barat dulu, dari pertigaan Jalan Pangsud sampai Jalan Jawa. Jadi nanti trotoar itu nyambung dengan trotoar yang ada di Pahlawan Street Center (PSC),” ujarnya, Rabu (8/3).

Dimulai : DPUPR memulai pembangunan trtoar di Jalan dr. Soetomo sisi barat.

Rencananya, pembangunan trotoar tersebut sepanjang 800 meter. Lebar mencapai 3,5 meter dengan tinggi 25-30 sentimeter dari permukaan jalan dengan anggaran sekitar Rp3,5 miliar.

“Target selesai dalam lima bulan, tapi kita upayakan Juli sudah selesai,” tambahnya.

Thariq menegaskan selain sudah masuk dalam perencanaan, kondisi trotoar di Jalan dr Seotomo butuh perbaikan. Rencana itu pun telah melalui sejumlah kajian dari berbagai aspek yang mengacu penataan kota berbasis Wahana Tata Nugraha. Lebar badan jalan yang trotoarnya ditata diklaim masih layak. Alias tidak mereduksi volume jalan. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Revitalisasi Trotoar di Kawasan Masjid Kuncen

Dipermak : DPUPR akan memermak trtoar di kawasan Masjid Kuncen.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini akan memermak trotoar di kawasan Masjid Kuno Kuncen. Bangunan yang ada akan direvitalisasi menjadi jalur pedestrian.

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, konsep pembangunannya tidak jauh berbeda dengan pedestrian yang sudah ada saat ini. Hanya saja, akan ada sentuhan religi mengingat salah satu masjid bersejarah di Kota Madiun ini tengah dipercantik dengan pembangunan menara.

“Saat ini masih proses lelang, diperkirakan akhir Maret nanti sudah tanda tangan kontrak. Target pengerjaanya lima bulan (Agustus.red), tapi kita upayakan Juli sudah selesai,” ujarnya, Selasa (7/3).

Thariq menjelaskan, pedestrian dibangun di jalan sisi timur dan selatan masjid. Hanya saja lebarnya tidak sama. Di jalan sisi timur lebarnya 2,5 meter. Sedangkan sisi selatan hanya 1,2 meter.

“Prinsipnya, lebar trotoar kami sesuaikan volume jalan,” terangnya.

Adapun panjang total 900 meter. Untuk ketinggian trotoar rata-rata 25 sentimeter dari permukaan aspal. Lantai trotoar menggunakan material granit. Pun, dilengkapi bak kontrol untuk memaksimalkan sistem drainase kawasan atau mengantisipasi genangan air. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar di APBD 2023. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Akan Bangun Ruang VIP dalam Kereta di BCC

Indah : DPUPR akan membangun ruang VIP di dalam kereta mirip Shinkansen di kawasan BCC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun tidak berhentinya berbenah. Kali ini pusat kuliner di dalam gerbong kereta Jalan Bogowonto, kembali dipercantik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan membangun kereta mirip kereta cepat Shinkansen yang ada di Sumber Wangi sekaligus sebagai gapura di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC) yang mengarah ke Jalan Kutai.

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, kereta tersebut dibangun untuk ruang VIP. Pun nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk ruang rapat maupun pertemuan.

“Itu bangunannya permanen. Intinya dibikin kereta di atas. Jadi gapuranya ya include dengan itu,” ujarnya, Senin (6/3).

On Proses : Pembuatan ruang VIP di kawasan BCC masih dalam proses.

Saat ini kata Thariq, masih dalam proses review perencanaan. Kemungkinan dua minggu lagi bisa dimulai pengerjaannya dan Agustus nanti diharapkan tuntas dikerjakan. Pun untuk merealisasikan itu, Pemkot Madiun menganggarkan sekitar Rp2 miliar.


Adapun kereta yang akan dibangun itu tingginya sekitar 5 meter dari aspal. Kemudian lebarnya 3,5 meter dengan panjang 18 meter.

“Kita harus sharing juga dengan INKA, karena yang mengetahui soal perkeretaapian,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Kota Madiun Mulai Bangun Pondok Lansia

Diukur : Petugas melakukan pengukuran di lokasi pembangunan Pondok Lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan Pondok Lansia Kota Madiun kini mulai berproses. Tahap awal, petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pengukuran lokasi pembangunan, di seputar kawasan lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, pengukuran itu dilakukan untuk menentukan ketinggian pengurugan. Pun ditargetkan tuntas minggu ini.

“Insya allah kalau tidak ada kendala, minggu depan kita jadwalkan pengurugan dengan luasan 13 ribu meter persegi,” ujarnya, Selasa (28/2).

Uut sapaan Sulistya Pambudi menyatakan, setelah tahapan itu tuntas, DPUPR akan melakukan rapat teknis untuk menentukan titik atau patokan sebelum dilakukan pembangunan. Setelah disepakati, baru dilakukan stripping dan pengukuran ulang untuk menentukan volume.

Fokus : Pengukuran ditargetkan tuntas minggu ini untuk menghitung ketinggian volume pengurugan lahan yang akan dibangun Pondok Lansia.

“Ketinggian urugan sekitar 0,7 meter, tapi itu nanti bisa berubah lagi,” tambahnya.

Ia menegaskan, proses pengurugan belasan ribu meter persegi itu nantinya ditargetkan selesai dalam waktu 2-3 bulan. Ini mengingat proyek pembangunan pondok lansia itu dimulai awal Maret dan ditargetkan tuntas Oktober mendatang.

“Itu nanti kan tergantung urug yang tersedia juga. Sesuai kontrak itu sebetulnya November pembangunan pondoknya selesai, tapi target kita Oktober mudah-mudahan bisa selesai,” ucapnya.

Uut menjelaskan, di lokasi itu akan ada dua unit pondok lansia masing-masing dibangun satu lantai. Setidaknya dua unit pondok itu bisa menampung sekitar 80-an lansia. Pembangunan pondok lansia itu tahun ini dianggarkan sekitar Rp9,4 Miliar. Belum termasuk pembangunan masjid.

“Untuk masjidnya belum termasuk, nanti dianggarkan terpisah,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Akan Bangun Lapak Permanen di Kawasan PRC

Estetik: DPUPR tahun ini akan membangun lapak permanen bagi UMKM.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali menata tenda UMKM di Kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Artinya pelapak yang menempati lokasi itu tidak lagi menggunakan tenda, melainkan akan dibuatkan tempat lapak permanen.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, kemungkinan minggu depan sudah dikirim ke unit layanan pengadaan (ULP) untuk dilelang.

“Ya paling sebulan setelah itu bisa dimulai pengerjaan,’’ katanya, Kamis (23/2).

Lelang : Minggu depan proyek tersebut masuk lelang.

Uut, sapaannya, menyebut desain lapak untuk kawasan PRC tersebut juga berciri timur tengah. Hal itu sengaja agar setema dengan kawasan mushola Ka’bah. Seperti penataan tenda saat ini, pembangunan lapak permanen tersebut nantinya juga ada di kanan dan kiri musala Ka’bah.

Jumlahnya sementara ada 20 lapak. Namun jumlah itu masih bisa berubah. Uut menyebut desain masih sedikit ada perubahan. Untuk anggaran pembangunannya sekitar Rp3 miliar.

‘’Kemarin masih ada sedikit perubahan desainnya. Ini masih kita hitung lagi jumlahnya. Tapi paling tidak ada sepuluh di kanan dan kiri. Dimungkinkan ada penambahan,’’ tuturnya.

Seperti diketahui, Walikota Madiun, Maidi berencana memberikan fasilitas kepada pedagang di kawasan PRC. Ide itu semakin mengemuka usai walikota melaksanakan umrah beberapa waktu lalu. Di sana walikota mendapati ada penataan lapak umkm di kawasan wisata. Karenanya, Maidi ingin menerapkannya di Kota Pendekar.

‘’Selain di kawasan PRC, kita juga tengah mengerjakan rehab untuk kawasan Pahlawan Bisnis Center (PBC),’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Penambalan Jalan Berlubang

Ditambal : Petugas DPUPR melakukan penambalan jalan berlubang yang menjadi keluhan warga.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun merespon keluhan masyarakat terkait adanya jalan berlubang yang menjadi coverage area Kota Madiun. Setidaknya ada 120 jalan berlubang di sepanjang jalan protokol yang saat ini masih dalam proses penambalan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, 120 titik jalan berlubang itu di antaranya di Jalan Mastrip, Jalan Abdurrahman Saleh maupun di Jalan Gajah Mada. Sebelum dilakukan penambalan, petugas DPUPR melakukan identifikasi. Kemudian ditandai, baru dilakukan penambalan.

Ditandai : Jalan berlubang di Kota Madiun ditandai terlebih dahulu sebelum dilakukan penambalan.

“Intinya ini demi keamanan pengguna jalan, karena kalau berlubang takutnya ada yang jatuh,” ujarnya, Rabu (22/2).

Penambalan ini kata Thariq masuk dalam pemeliharaan rutin jalan. Pun untuk penambalan itu dianggarkan sekitar Rp70 juta dari APBD 2023.

“Kita targetkan sebelum lebaran itu tidak ada jalan berlubang,” tambahnya.

Setidaknya, DPUPR memiliki 22 orang petugas yang masuk dalam tim pemeliharaan jalan. Mereka dibagi beberapa tugas, di antaranya melakukan inspeksi dan survei jalan, penambalan jalan maupun pemeliharaan lain seperti pembersihan bahu jalan.

Sigap : Penambalan jalan berlubang ditargetkan segera tuntas demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Disatu sisi ia juga mengharapkan partisipasi masyarakat, ketika mengetahui keberadaan lubang-lubang jalan agar disampaikan ke DPUPR untuk segera ditindaklanjuti. Yang menjadi skala prioritas untuk dilakukan penambalan, kata Thariq, diutamakan di jalan protokol terlebih dahulu.

“Prioritas kita di jalan protokol dulu sepanjang jalan kota, toh nanti ke jalan lingkungan juga. Kita upayakan semaksimal mungkin lah untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Tahun Ini DPUPR Memermak Kawasan PBC

Dipermak : Kawasan PBC Kota Madiun tahun ini kembali akan dipercantik.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini kembali akan memermak kawasan Pahlawan Business Center (PBC) di seputar lapangan Pelti, Jalan Jawa. Lokasi itu nantinya akan dikonsep lebih bagus karena digadang-gadang menjadi window display Jawa Timur bagian barat.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, surat perintah mulai kerja (SPMK-nya) per 14 Februari lalu. Pun saat ini masih berproses. Kemungkinan, proyek tersebut dikerjakan dalam waktu lima bulan.

“‘Insya Allah Juli selesai,” ujarnya, Rabu (22/2).

Menurut Uut, sapaat akrab Sulistya Pambudi, kawasan PBC itu setidaknya menyedot anggaran sekitar Rp4,7 miliar dari APBD 2023. Konsepnya, atapnya berbahan membran yang memiliki ketahanan baik serta tampilan unik. Pun akan ditambah atau diperluas ke sisi barat.

“Jadi butuh waktu untuk produksi, kemudian pengiriman hingga pemasangan atap membran kemungkinan memakan waktu cukup lama. Sebab, materialnya harus didatangkan dari Bekasi, Jawa Barat,” tambahnya.

Proyek tersebut, kata Uut, merupakan penyempurnaan kawasan yang telah dibangun tahun lalu. Sesuai arahan Walikota, Maidi, fasilitas umum tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan kawasan Pahlawan Street Center (PSC). (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Penertiban Kabel Semrawut di Kota Madiun Terus Berlanjut

Sejumlah pekerja tengah membuat jalur untuk menanam kabel sistem ducting.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Penertiban kabel utilitas udara di Kota Madiun hingga saat ini terus berlanjut. Tidak hanya di tengan kota, kini mulai menyasar di pinggiran kota, seperti halnya di Jalan Slamet Riyadi.


Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat menggali sebagian aspal di ruas jalan tersebut. Ini dilakukan karena kabel udara akan ditanam di bawah tanah dengan sistem ducting agar tidak terkesan semrawut.


“Yang jelas program penataan kota ini akan terus kita lakukan biar kota ini indah, kabelnya tidak semrawut. Ya kita terapkan sistem ducting,” ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUPR, Thariq Megah, Senin (20/2).

Dikebut : Penanaman kabel sistem ducting ini dilakukan untuk menjaga estetika kota.


Menurut dia, keberadaan tiang dan kabel semrawut tidak linier dengan program pemkot dalam mempercantik wajah kota. Sehingga, pemindahan mendesak dilakukan. Pun, sejatinya telah disepakati bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).


“Kami minta kesediaan dan dukungan dari provider, agar proses ini cepat selesai,” tambahnya.


Sementara, Jhon Jeffri, project manager rekanan yang menggarap ducting ini menambahkan, bakal menggali jalan sepanjang 30 kilometer di 33 ruas jalan Kota Madiun. Galian tersebut sebagai wadah instalasi kabel utilitas udara. Ia menargetkan, pekerjaan tersebut tuntas dalam waktu enam bulan kedepan.


‘’Sementara kami targetkan menggali sepanjang 100 hingga 150 meter dulu per hari,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Proyek Revitalisasi Trotoar dr Soetomo Masuk Tender

Revitalisasi : DPUPR Kota Madiun akan melakukan revitalisasi di pedestarian Jalan dr. Soetomo.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini Kembali melanjutkan pembangunan proyek pedestrian. Kali ini berada di Jalan dr. Soetomo sisi barat, tepatnya mulai simpang tiga Jalan Panglima Sudirman hingga ke Jalan Jawa.

Proyek tersebut awal Februari ini sudah masuk tender. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, pedestrian yang akan dibangun di lokasi itu kurang lebih sepanjang 800 meter. Lebarnya bervariasi rata-rata 3,5 meter.


Kemudian tinggi pedestrian dari permukaan badan jalan sekitar 25-30 sentimeter. Thariq menyebutm konsep serta material kurang lebih sama dengan trotoar yang sudah dibangun sebelumnya.


“Kami jadwalkan akhir Februari ini sudah ada tanda tangan kontrak dengan rekanan pemenang tender,” ujarnya, Minggu (12/2).


Saat ini, lanjut Thariq, lelang pekerjaan konstruksi bangunan pelengkap Jalan dr Soetomo itu masuk tahap pengumuman pascakualifikasi. Pagu anggarannya sekitar Rp3,5 miliar. Rencananya, pembangunan fisik tersebut mulai dikerjakan awal Maret. Thariq menyebutkan, pekerjaan pedestrian tersebut diperkirakan selesai dalam lima bulan. Artinya, Juli mendatang ditargetkan tuntas dikerjakan.


“Untuk sementara revitalisasi trotoar tahun ini hanya disitu saja,” tambahnya.


Menurut Thariq, revitalisasi pedestrian itu sangat urgen mengingat kondisi trotoar yang ada saat ini butuh perbaikan agar layak untuk pejalan kaki. Seperti yang sudah dibangun sebelumnya, pedestrian baru nanti juga ramah disabilitas dan lansia. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Terjunkan Personel dan Alat Berat Bantu Bersihkan Sampah di Kali Piring

Menumpuk : Alat berat milik DPUPR diterjunkan untuk mengangkat sampah yang menyangkut di jembatan Bok Malang.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama petugas BPBD melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di Kali Piring, Kelurahan Pilangbango, Rabu (18/1). Kegiatan itu dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir.

“Kita siapkan dump truk sama alat berat excavator untuk membersihkan sampah yang menyangkut di jembatan Bok Malang,” kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR, Suyanto.

Ia menyatakan, sampah-sampah yang menyangkut di jembatan pun cukup banyak. Mayoritas bambrongan bambu, pohon pisang yang hanyut maupun sampah plastik. Sampah-sampah tersebut selanjutnya dibuang ke TPA Winongo.

Dipantau : Kabid PSDA DPUPR Kota Madiun, Suyanto memantau langsung proses pembersihan sampah di Kali Piring.

“Kita targetkan pembersihan ini sehari tuntas,” ujarnya.

Setidaknya ada 15 personel DPUPR yang dikerahkan untuk membantu petugas BPBD. Apalagi debit air di Kali Piring sempat mengalami peningkatan pada Selasa malam (17/1). Jika sampah yang menumpuk itu tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan akan menyumbat aliran air sehingga bisa meluber ke jalan raya maupun ke pemukiman warga.

“Saya menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai sebab jika menyumbat alira air, bisa mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Suyanto menegaskan, pembersihan sampah di Kali Piring rutin dilakukan petugas, apalagi saat debit air meningkat. Sampah-sampah tersebut bukan hanya berasal dari kota, melainkan sampah yang hanyut terbawa derasnya air dari wilayah hulu sungai. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Kota Madiun Tahun Ini Kembali Lakukan Pemeliharaan Jalan

Mulus : Kondisi jalan di Kota Madiun setelah dilakukan pengaspalan ulang atau perbaikan berkala oleh DPUPR.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini kembali melakukan pemeliharaan berkala empat paket jalan. Total jalan yang diperbaiki sepanjang 10.978 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp13,5 miliar.
“Rata-rata anggarannya per paket Rp3 miliar lebih,” kata Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, Jum’at (13/1).

Tahap perencanaan kata Thariq saat ini sudah tuntas. Kemungkinan pekan depan dokumen tersebut akan dikirim ke unit layanan pengadaan (ULP) di bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) sekretariat daerah Kota Madiun untuk dilakukan persiapan lelang. Setelah dilakukan pengkajian ulang oleh Adbang dan dokumen dinyatakan lengkap, baru dapat dilakukan pelelangan.

“Target kita akhir Februari selesai lelang sehingga bisa segera dimulai pengerjaannya,” ujarnya.

Thariq menegaskan, yang nantinya akan dilakukan pengaspalan ulang, rencananya jalan yang kondisinya rusak ringan. Salah satunya mengalami retak, kemudian dilapisi ulang kembali. Pemeliharaan berkala berupa pengaspalan ulang itu dilakukan selain menjaga kondisi jalan agar tetap baik, juga sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Baik : Jalan di kota Madiun nyaris tak ada yang berlubang.

“Jadi pemeliharaan jalan itu kami lakukan terus menerus. Di awal tahun ada, di akhir tahun pun ada,” tambahnya.

Seperti diketahui, pemeliharaan berkala jalan paket I sepanjang 2,432 km dengan anggaran Rp3,2 miliar. Meliputi ruas PG. Kanigoro, Tanjung Manis, Tumpak Manis, Pondok Manis, Sanggar Manis, Taman Praja, Tilam Sari, Moch Noer, serta Jalan Tanjung Raya. Kemudian Paket 2 sepanjang 2.537 km dengan anggaran Rp3,3 miliar. Pengerjaannya meliputi ruas Jalan Merak Barat, Jenggolo, Jalan Timur Lapangan (Winongo), Merak Selatan, Gajah Mada dan Jalan Mojopahit.

Berikutnya paket 3 sepanjang 3.751 km dengan anggaran Rp3,4 miliar meliputi ruas Jalan Tawang Arum, Tawang Mulyo, Sri Cempaka, Raden Patah Timur dan Barat, Pilang Karsa, Telasih, Mawar. Selanjutnya Jalan Pudah, Kemuning Gang IV, TGP, Hargo Mulyo, Bina Mulya, Utama Mulya, Andika Bakti, Sri Katon, TK Al Irsyad, gang cempaka serta Jalan Tawang Krida.

Kemudian pemeliharaan berkala jalan paket 4 sepanjang 2.258 km dengan anggaran Rp3,6 miliar. Pengerjaannya meliputi ruas Jalan Raya Kelun, Jalan Maskumambang Gang III serta Jalan Maskumambang Gang I. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Jalan Diperlebar, DPUPR Bongkar Gapura Margobawero

Dibongkar : Alat berat milik DPUPR diterjunkan untuk membongkar gapura pintu masuk Jalan Margobawero sisi utara.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun membongkar gapura jpintu masuk Jalan Margobawero sisi utara. Pembongkaran itu dilakukan menggunakan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Bukan tanpa alasan, melainkan pemkot berencana melebarkan akses jalan agar bus wisata seperti Mabour milik Pemkot Madiun dapat melewati lokasi tersebut dengan mudah.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, lokasi tersebut dinilai sangat sempit saat dua kendaraan roda empat lewat berpapasan. Jika gapura itu tidak segera dibongkar, kata Maidi menganggu kenyamanan pengendara dan berpotensi rawan kecelakaan.

Apalagi nantinya, jalan itu digunakan sebagai rute bus wisata yang akan terkoneksi dengan lapak-lapak UMKM yang ada di beberapa kelurahan. Mulai dari Lapak Mojorejo yang berada di lapangan Margobawero dikoneksikan dengan lapak Pagu Indah di Kelurahan Manisrejo, lapak Banjarejo, lapak Pandean di simpang lima bunderan, dan ke Ngrowo Bening Edu Park.

“Gapura Margobawero itu menjadi rute bus wisata. Karena gapura itu menghalangi, maka kita bongkar. Kemudian timurnya saya cor, biar jalannya lebar,” ujarnya, Kamis (12/1).

Dengan jalan yang lebar, lanjut Maidi, menjadikan akses menuju Lapak Kelurahan Mojorejo akan semakin mudah. Apalagi saat ini aktifitas ekonomi di wilayah tersebut sudah cukup ramai.

Selain menjadi rute bus wisata, lanjutnya, lokasi itu rencananya juga dijadikan sebagai rute sepeda wisata 15 kilometer. Pengerjaannya pun dilakukan tahun ini agar manfaatnya segera dapat dirasakan oleh masyarakat. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Pondok Lansia On Progres

On Progres : Pembangunan pondok lansia di Kota Madiun on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan Pondok Lansia Kota Madiun saat ini memasuki tender. Berdasarkan pantauan pada halaman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), lelang dibuka sejak 6 Desember 2022 lalu dan telah diikuti sebanyak 86 peserta.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, pembangunan pondok lansia di sekitar lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen itu mulai dikerjakan Februari nanti. Pun dia meminta OPD terkait mengecek kredibilitas dari pelaksana proyek. Disatu sisi ia juga mengingatkan kontraktor pemenang tender untuk profesional mengerjakan proyek tersebut.

“Intinya ya rekanan yang sudah pernah atau pengalaman mengerjakan proyek di kota ini, kemudian hasilnya bagus, tidak ada kerugian negara, tidak ada kerugian spek, dan tidak ada masalah silahkan saja ikut (lelang.red), karena saya ingin cepat tapi profesional. Jangan cepat tapi nggak profesional,” ujarnya, Rabu (11/1).

Maidi ingin kontraktor yang nantinya mengerjakan pembangunan pondok lansia benar-benar rekanan yang pernah mengerjakan proyek besar dengan kualitas memuaskan. 

“Kalau dia (kontraktor,red) belum pernah sama sekali, ya nanti dulu,” tambahnya.

Maidi akan terus mengawal pembangunan pondok lansia agar tidak molor. Apalagi, pondok tersebut nantinya akan digunakan untuk merawat puluhan lansia ngebrok atau non potensial. Adapun pembangunan pondok lansia menempati lahan seluas 2 hektare, dengan fasilitas asrama perempuan dan laki-laki, tempat ibadah, serta fasilitas olahraga.

Pengerjaan Pondok Lansia dibagi menjadi tiga paket. Yakni, pematangan lahan, pembangunan pondok, dan pembangunan masjid. Sebelumnya, pematangan lahan sudah terlebih dulu dilakukan, dengan memberikan akses jalan dan pengurugan di lokasi proyek. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Kota Madiun Kembali Tertibkan Kabel Semrawut

Ditertibkan : DPUPR dan petugas Satpol PP kembali menertibkan kabel semrawut.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota Madiun kembali menertibkan kabel udara semrawut di sejumlah jalan protokol. Setidaknya terdapat tujuh kabel dari tujuh provider yang dilakukan pemutusan oleh petugas, salah satunya di Jalan Pahlawan pada Selasa malam (27/12).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suwarno mengatakan, penertiban kabel itu sesuai instruksi Walikota Madiun, Maidi yang menginginkan kota ini tertib. Sehingga kabel provider yang dianggap mengganggu keindahan kota, harus ditertibkan.

Tegang : Petugas memutus kabel milik provider di Jalan Pahlawan, Kota Madiun.

“Sudah kita putus, sehingga pandangannya bagus lah dan untuk kabel yang lain kita lakukan bertahap,” ujarnya, Kamis (29/12).

Suwarno menyatakan, sebelum dilakukan penertiban, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan ke pemilik provider. Pun juga sudah melakukan pertemuan langsung maupun peringatan melalui pesan singkat.

“Kami juga buatkan group Whatsapp anggotanya ya pemilik provider. Pernah juga melakukan peringatan di group itu tapi tidak ada tindakan, makanya kita putus,” tambahnya.

Jaga estetika : Petugas melakukan penertiban kabel untuk menata kota agar menjadi indah.

Suwarno menegaskan, pemkot terus berupaya menata kota. Caranya menyiapkan sistem ducting atau kabel ditanam di bawah tanah. Dengan begitu secara perlahan kesemrawutan akibat kabel udara dapat teratasi. Karena itu ia meminta para pengusaha atau pemilik provider mendukung upaya pemkot tersebut.

“’Ini kan demi Kota Madiun, harusnya ya didukung,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tahun Depan Lanjutkan Pembangunan Pedestrian Ramah Disabilitas dan Lansia

Dibangun : DPUPR tahun depan kembali melanjutkan pembangunan pedestrian di jalan dr. Soetomo.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun depan akan melanjutkan pembangunan pedestrian. Salah satunya di sepanjang Jalan dr. Soetomo sisi barat melanjutkan pedestrian yang belum lama ini dibangun.

Kepala Bidang Mina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, revitalisasi trotoar itu akan dilanjutkan mulai pertigaan Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Jawa. Sebagaimana arahan Walikota Madiun, Maidi pedestrian di Kota Madiun harus menyambung (conecting) untuk memberikan askes bagi pejalan kaki.

“Kita akan menuruskan trotoar di Jalan dr. Soetomo itu sisi barat mulai utara jatim cell itu sampai Jalan Jawa, rencananya itu,” ujarnya, Selasa (27/12).

Dikoneksikan : Pembangunan pedestrian di Kota Madiun terkoneksi dengan fasilitas umum.

Thariq menyebutk, trotoar pedestrian yang akan dibangun sepanjang 800 meter. Lebarnya bervariasi, rata-rata 3,5 meter. Dengan ketinggian sekitar 25-30 sentimeter. Menurutnya, konsep serta material kurang lebih sama dengan trotoar yang sudah dibangun sebelumnya. Untuk merealisasikan proyek tersebut, setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar dari APBD tahun 2023.

Rencana ini pun telah melalui sejumlah kajian serta berbagai aspek yang mengacu penataan kota berbasis Wahana Tata Nugraha. Lebar jalan yang trotoarnya akan ditata dinilai tidak mereduksi volume jalan. Disatu sisi pedestrian yang akan dibangun tahun depan akan dibuat ramah disabilitas dan lansia.

“Tahun depan kita juga membangun pedestrian di seputar Masjid Kuncen. Kemudian proyek lainnya di antaranya pemeliharaan berkala jalan berupa pengaspalan,” terangnya.

Seperti diketahui, tahun ini pemkot menyedot anggaran sekitar Rp16,7 miliar untuk menata pedestrian di 21 lokasi. Panjang perbaikan dan pelebaran mencapai 5,4 kilometer. Di antaranya, di Jalan Taman Praja, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan S. Parman, dan Jalan Panglima Sudirman. (*)

DPUPR Tahun Depan Lanjutkan Pembangunan Pedestrian Ramah Disabilitas dan Lansia

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun depan akan melanjutkan pembangunan pedestrian. Salah satunya di sepanjang Jalan dr. Soetomo sisi barat melanjutkan pedestrian yang belum lama ini dibangun.

Kepala Bidang Mina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, revitalisasi trotoar itu akan dilanjutkan mulai pertigaan Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Jawa. Sebagaimana arahan Walikota Madiun, Maidi pedestrian di Kota Madiun harus menyambung (conecting) untuk memberikan askes bagi pejalan kaki.

“Kita akan menuruskan trotoar di Jalan dr. Soetomo itu sisi barat mulai utara jatim cell itu sampai Jalan Jawa, rencananya itu,” ujarnya, Selasa (27/12).

Thariq menyebutk, trotoar pedestrian yang akan dibangun sepanjang 800 meter. Lebarnya bervariasi, rata-rata 3,5 meter. Dengan ketinggian sekitar 25-30 sentimeter. Menurutnya, konsep serta material kurang lebih sama dengan trotoar yang sudah dibangun sebelumnya. Untuk merealisasikan proyek tersebut, setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar dari APBD tahun 2023.

Rencana ini pun telah melalui sejumlah kajian serta berbagai aspek yang mengacu penataan kota berbasis Wahana Tata Nugraha. Lebar jalan yang trotoarnya akan ditata dinilai tidak mereduksi volume jalan. Disatu sisi pedestrian yang akan dibangun tahun depan akan dibuat ramah disabilitas dan lansia.

“Tahun depan kita juga membangun pedestrian di seputar Masjid Kuncen. Kemudian proyek lainnya di antaranya pemeliharaan berkala jalan berupa pengaspalan,” terangnya.

Seperti diketahui, tahun ini pemkot menyedot anggaran sekitar Rp16,7 miliar untuk menata pedestrian di 21 lokasi. Panjang perbaikan dan pelebaran mencapai 5,4 kilometer. Di antaranya, di Jalan Taman Praja, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan S. Parman, dan Jalan Panglima Sudirman. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Bogowonto Culinary Center Kota Madiun Siap Beroperasi

Opening : Walikota Madiun, Maidi bersama Forkopimda melakukan opening BCC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Tempat kuliner dalam gerbong kereta api di Jalan Bogowonto atau Bogowonto Culinary Center (BCC) Kota Madiun resmi dibuka, Senin malam (26/12). Lokasi yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) itu digadang-gadang menjadi ikon wisata baru di Kota Madiun, melengkapi wisata lain seperti Pahlawan Street Center (PSC), kawasan sumber wangi, maupun Pahlawan Religi Center (PRC). BCC tersebut terwujud kolaborasi pemkot, PT INKA (Persero) dan PT KAI (Persero).

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, kuliner yang tersaji di BCC merupakan kuliner dari UMKM pilihan. Pun juga sudah lulus uji taste. Bukan hanya makanan berat, namun juga aneka cemilan. Ia berharap keberadaan BCC di lokasi strategis selatan Alun-Alun Kota Madiun ini kedepannya dapat meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.

Ikonik : BCC Kota Madiun memiliki nuansa yang nyaman dan makanan yang tersaji pun juga dari UMKM pilihan.

Namun demikian ia berpesan agar pelayanan kepada konsumen lebih ditingkatkan. Dengan begitu akan memperbanyak tingkat kunjungan, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi.

“Makanannya adalah makanan yang disukai masyarakat. Bukan ecek-ecek tapi enak dan murah ya disini tempatnya, kita jadikan satu. Masyarakat dari luar kalau berkunjung kesini tinggal milih saja makanan yang disukai,” ujarnya Walikota, Maidi.

Beraneka macam : Kuliner yang tersaji di BCC bermacam-mscam.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menegaskan, hadirnya BCC tersebut merupakan bentuk perhatian pemkot bersama stakeholder terkait kepada pelaku UMKM. Mereka diwadahi di lokasi yang strategis, dengan begitu perekonomian kembali bangkit.

“Disini ada kue Puthu, steak bledek, tahu telur, dan masih banyak lagi lah. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh, ke Bogowonto sini saja ada, lokasinya juga nyaman dan strategis,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Kawasan Alun-Alun Selatan Dijadikan Kantong Parkir BCC

Persiapan : Petugas melakukan pembonglaran, penataan paving dan pembersihan kawasan Alun-Alun sisi selatan untuk lokasi parkir BCC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota Madiun tengah menyiapkan Alun-Alun sisi selatan untuk dijadikan lokasi parkir wisata kuliner dalam gerbong kereta Jalan Bogowonto atau Bogowonto Culinary Center (BCC). Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah memperkirakan, fasilitas umum tersebut dapat difungsikan pada 20 Desember mendatang.

“Nggak ada penambahan material apapun kok, sifatnya hanya pembongkaran, penataan paving dan pembersihan saja,” ujarnya, Selasa (13/12).

Adapun lokasi parkir itu memanfaatkan lahan seluas 2.000 meter persegi, untuk menampung sekitar 40-an kendaraan roda empat. Sementara ini, lokasi parkir hanya berada di Alun-Alun sisi timur-selatan. Sedangkan rencana kedepan, lokasi parkir juga berada di sebelah barat-selatan, tanpa mengganggu kegiatan dan aktivitas pengunjung alun-alun.

Berproses : Penataan kantong parkir BCC ditargetkan rampung pada 20 Desember ini.

“Kan rencananya lokasi parkir itu di sisi timur ada, barat juga ada. Masing-masing luasnya sekitar 2.000-an meter persegi lah. Tapi untuk sementara kita kerjakan yang sisi timur dulu,” tambahnya.

Thariq menegaskan, untuk pengerjaan lokasi parkir di akhir tahun ini, pemkot tidak mengeluarkan anggaran khusus. Sebab, tidak ada penambahan material. Pun, untuk pelaksana termasuk alat berat dari DPUPR. Sedangkan untuk pavingnya, memanfaatkan paving yang ada dilokasi tersebut.

Karena hanya sementara, lanjut Thariq, rencananya area parkir akan disempurnakan tahun depan. Dia menambahkan, pemanfaatan lahan parkir BCC tidak mengurangi volume jalan di kawasan tersebut. Karena, sepenuhnya memanfaatkan lahan Alun-Alun Kota Madiun.

‘Untuk tahun depan jelas akan disempurnakan,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Replika Lokomotif Kereta Shinkansen Mulai Dipasang di Sumber Wangi

Dikebut : Pengerjaan replika kereta Shinkansen di kawasan Sumber Wangi terus dikebut.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Replika lokomotif kereta cepat Shinkansen mulai dipasang bersamaan dengan satu unit gerbong di kawasan Sumber Wangi Kota Madiun. Pemasangan dilakukan pada Kamis (8/12).

Replika Shinkansen itu sengaja dibangun untuk meneguhkan bahwa di Kota Madiun ada industri kereta api (INKA). Pun keberadaan replika ikonik tersebut dapat dijadikan spot lokasi wisata baru di Kota Pendekar.

“Progres Desember ini selesai,” ujar Walikota Madiun, Maidi.

Menarik : Kawasan Sumber Wangi kini semakin lengkap setelah adanya replika kereta Shinkansen.

Menurutnya replika kereta cepat di Jepang itu dijadikan tempat IT. Sekaligus dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melihat Madiun dalam angka, Madiun tempat wisata serta keberhasilan yang diraih pemkot.

“Penghargaan-penghargaan itu akan kita taruh disitu. Jadi kalau orang kesini itu biar terkesan,” tambahnya.

Seperti diketahui, replika kereta Shinkansen tersebut memiliki panjang 10 meter dengan lebar dan tinggi masing-masing 3 meter. Adapun anggaran pembangunan pelengkap saluran Sumber Umis berupa pengadaan replika kereta Shinkansen itu sekitar Rp199,5 juta. Penyedia jasanya ialah CV. Swadiri dan pengerjaannya ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Pastikan Tempat Kuliner Kereta Bogowonto Siap Diresmikan

Rakor : Walikota Madiun, Maidi memimpin rakor persiapan peresmian tempat kuliner di dalam gerbong kereta Jalan Bogowonto.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Kuliner di dalam gerbong kereta di Jalan Bogowonto, Kota Madiun Desember ini akan diresmikan. Untuk itu sejumlah persiapan pun dilakukan, salah satunya mengadakan rapat koordinasi (rakor) sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) di Bogowonto bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta melibatkan PT INKA (Persero) selaku pemilik kereta, Rabu (7/12).

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, lokasi itu sejatinya sudah siap digunakan. Konsepnya untuk makan di tempat (dine in) dapat dilakukan di dalam kereta. Namun juga bisa di luar gerbong karena telah disiapkan meja dan kursi. Hanya saja, ia menginginkan ada penambahan dari sisi penerangan sehingga ketika malam hari semakin terang.

“Yang jelas ini sudah siap semua. Cuma ada beberapa yang perlu kita koordinasikan masalah lampu,” ujarnya.

Cek : Walikota, Maidi saat melakukan monev bersama OPD terkait di gerbong kereta Jalan Bogowonto.

Selain soal penerangan, ia juga meminta ada penambahan pohon di sekitar kawasan Bogowonto. Tujuannya agar semakin rindang. Pun ketika siang hari, pengunjung yang makan di lokasi semakin betah karena suasananya sejuk.

“Kalau teduhnya sudah ya, tapi mungkin ada penambahan 15 pohon lagi. Kita lihat selama 3 atau 6 bulan lagi pohonnya akan rindang. Jadi konsepnya kuliner kereta di tengah hutan kota,” tambahnya.

Adapun makanan yang dijual di dalam gerbong kereta Jalan Bogowonto merupakan kuliner yang lebih dulu diseleksi. Sebab ia memprediksi kawasan yang akan dinamai Bogowonto Culinary Center (BCC) itu bakal menjadi magnet bagi pengunjung. Pun kuliner yang tersaji tidak hanya makanan berat, namun juga makanan ringan. Di lokasi itu nanti Pemkot juga menyiapkan panggung sebagai space anak muda untuk menyalurkan kreativitasnya.

“Lalu untuk tempat parkir nanti ada di alun-alun. Yang jelas tidak mengurangi space disana dan tidak menganggu jalan,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tambah Replika Kereta Shinkansen di Sumber Wangi

Mulai Digarap : Replika Kereta Shinkansen akan melengkapi kawasan Sumber Wangi.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus menambah fasilitas publik untuk mendukung kawasan wisata di jantung kota. Terbaru, yaitu menambah replika kereta cepat Shinkansen di kawasan Sumber Wangi, tepatnya di sisi selatan replika patung Merlion.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, replika kereta cepat itu nantinya dibuat mirip seperti Shinkansen yang ada di Jepang. Hanya, replika tersebut hanya terdapat satu gerbong dan lokomotifnya lancip seperti kereta aslinya, berwarna putih.

“Itu nanti sesuai arahan pak walikota untuk galeri penghargaan pemkot. Jadi konsepnya ada rak untuk tempat pajangan trophy maupun piagam yang dimiliki Pemkot,” ujarnya, Selasa (6/12).

Menarik : Pengerjaan kerta Shinkansen ditarget rampung pertengahan bulan ini.

Bukan tanpa alasan, trophy dan piagam penghargaan itu dipajang agar warga mengetahui keberhasilan maupun prestasi yang diraih pemkot selama ini tidak lepas dari dukungan seluruh masyarakat. Sehingga keberadaan replika itu selain sebagai ajang edukasi, juga dapat dijadikan spot wisata baru.

Adapun replika kereta Shinkansen tersebut memiliki panjang 10 meter dengan lebar dan tinggi masing-masing 3 meter. Suyanto menegaskan anggaran pembangunan pelengkap saluran Sumber Umis berupa pengadaan replika kereta Shinkansen itu sekitar Rp199,5 juta. Penyedia jasanya ialah CV. Swadiri dan pengerjaannya ditargetkan selesai pertengahan Desember ini.

“SPK-nya 1 November, kami targetkan sebelum pertengahan bulan ini sudah tuntas dikerjakan,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Madiun Cek Proyek Sembari Gowes

Monitor: Walikota Madiun, Maidi Cek Proyek Sembari Gowes.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun, Maidi bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau sejumlah proyek sembari melaksanakan gowes, Minggu (4/12). Sejumlah proyek yang ditinjau di antaranya proyek pembangunan rusun 3 di Jalan Hayam Wuruk, TPA Winongo, proyek pembangunan di RSUD Kota Madiun (RSUD Sogaten) hingga progres Lapak Sendang Gayam.

Monitoring proyek itu dilakukan untuk memastikan pengerjaan tepat waktu. Pun diimbangi dengan kualitas pekerjaan yang bagus. Ia tidak ingin disisa waktu sebelum akhir tahun, pengerjaan di lapangan asal-asalan.

“Proyek yang belum bagus harus dicek kembali walaupun memang ada waktu perawatan 6 bulan,” katanya.

Diarahkan : Walikota, Maidi ingin pengerjaan proyek selesai tepat waktu.

Ia tidak ingin ada alasan pengerjaan proyek tidak selesai sesuai kontrak dan mengandalkan waktu perawatan 6 bulan untuk menyelesaikan.

“Namanya perawatan itu ya sudah selesai dikerjakan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil monitoringnya, 95 persen pengerjaan proyek fisik dalam kondisi bagus. Namun ia tidak menampik ada satu, dua pekerjaan yang kurang bagus karena tergesa-gesa. Karena itu ia menyarankan agar pelaksana dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

“Kalau gedung memang saya sangat teliti. Makanya saya minta ini dikerjakan sesuai kontrak,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Tahun Ini Proyek Kawasan Sumber Umis Barat Tuntas Dikerjakan

Apik : DPUPR Kota Madiun tahun ini tuntas mengerjakan pedestrian di kawasan sumber umis barat menggunakan APBD 2022.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini telah merampungkan dua item pekerjaan di kawasan Sumber Umis Barat. Yaitu pembangunan saluran sumber umis barat (pembangunan sistem drainase perkotaan), serta pembangunan saluran sumber umis (pembangunan saluran drainase/gorong-gorong).

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun Suyanto mengatakan, tiga item pekerjaan itu tuntas dikerjakan sesuai yang ditargetkan. Pun proyek pembangunan pedestrian tersebut akan dilanjutkan tahun depan bersumber dari APBD 2023.

“Untuk anggaran tahun 2022 ini pembangunan pedestriannya hanya sampai situ saja, jadi proyek nanti akan dilanjutkan di tahun 2023,” ujarnya, Selasa (29/11).

Dilanjutkan : Proyek pembangunan pedestrian di kawasan Sumber Umis barat akan dilanjutkan tahun depan menggunakan APBD 2023.

Pembangunan pedestrian di kawasan Sumber Umis Barat di bawah miniatur menara Eifel sampai ke Jalan Pandan dikonsep sama seperti pedestrian yang ada di Sumber Wangi. Yaitu menggunakan lantai keramik tiga dimensi (3D) untuk menambah estetika.

Seperti diketahui proyek pembangunan saluran sumber barat dianggarkan sekitar Rp4,1 Milyar dari APBD Kota Madiun tahun 2022. Adapun penyedia barang/jasa proyek tersebut ialah CV. Buana Raya Madiun, pada 25 Februari 2022.

Serta pembangunan saluran sumber umis (pembangunan saluran drainase/gorong-gorong) dianggarkan sekitar Rp8,7 Milyar. Proyek tersebut dikerjakan mulai 23 Maret 2022 dengan Penyedia barang/jasa PT Gala Karya Gresik.

“Alhamdulillah semua perkerjaan di lapangan on schedule, tinggal nanti melanjutkan di tahun depan,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tuntas Bangun Dua Pintu Air Atasi Banjir

Baru : DPUPR membangun outlet baru di gang Pancasila untuk mengatasi banjir.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun telah selesai membangun pintu air (outlet) di gang Pancasila, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo. Outlet itu berfungsi untuk mengatasi banjir di wilayah setempat. Pun juga memperlancar aliran air ketika debitnya meningkat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun Suyanto mengatakan, pembangunan pintu air Pancasila itu tidak merubah outlet yang ada sebelumnya. Ini karena bangunan lama merupakan aset Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo.

“Outlet miliknya BBWS Solo kan kecil diameternya 1×1 meter, kalau curah hujan tinggi nggak mampu menampung air. Makanya sebelah selatannya kita buatkan outlet lagi dengan dimensi 2×2 meter,” katanya, Selasa (29/11).

Antisipasi : Outlet yang dibangun DPUPR tidak mengubah bangunan outlet lama aset BBWS.

Sementara itu Kepala DPUPR Kota Madiun, Suwarno menjelaskan, pembangunan outlet di gang Pancasila itu dinilai sangat urgen, karena ketika debit airnya deras, lokasi tersebut menjadi langganan antrean air. Karenanya hal itu menjadi atensi pemkot sebagai upaya mengatasi persoalan banjir. Pun DPUPR juga sudah berkoordinasi dengan BBWS untuk menambah outlet baru.

“Kalau debit airnya besar maka penghuni di skeitar gang Menco, Kutilang itu tergenang air. Nah untuk mengantisipasi banjir disitu, kita cadangkan pompa dari kita dan menambah outlet air. Sehingga jangan sampai pemukiman warga tergenang air, baru kita bergerak,” ungkapnya.

Dengan pembangunan outlet baru itu maka diperkirakan mampu menurunkan tingkat genangan air mencapai 70 persen.

“Kalau dulu hujan dikit saja, pemukiman di daerah situ mau tenggelam. Sekarang kan tidak. Jadi itu upaya kita untuk mengurangi genangan air,” terangnya.

Tuntas : DPUPR Kota Madiun tuntas membangun pintu air di Gang Pancasila sebagai upaya mengatasi banjir.

Seperti diketahui, proyek pembangunan pintu air Pancasila senilai Rp1,4 Miliar itu dikerjakan dalam waktu 135 hari kalender. Yaitu dimulai pertengahan Juli dan berakhir pada pertengahan November ini. Proyek tersebut dikerjakan CV. Bayu Karya Manunggal, dengan konsultan pengawas CV. Mahakarya Utama.

Proyek serupa juga dilaksanakan di Jalan Muhammad Nur, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman. Pekerjaan dilakukan hampir bersamaan dan kini telah tuntas. Proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp1,7 miliar dari APBD Kota Madiun tahun 2022. Pembangunan outlet di Jalan Muhammad Nur itu diyakini mampu mengendalikan banjir di wilayah Demangan, Kuncen, dan Josenan. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Bangun Enam Rumah Ibadah di PRC Sebagai Sarana Edukasi

Wujud toleransi : DPUPR Kota Madiun membangun enam rumah ibadah di kawasan sumberumis (PRC).

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah selesai membangun enam rumah ibadah. Lokasinya berada di Sumberumis atau kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Enam rumah ibadah itu dibangun selain sebagai lokasi wisata religi juga dapat dijadikan sarana edukasi bagi pelajar.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, tempat ibadah itu bisa dimanfaatkan guru untuk memberikan materi pelajaran kepada anak didiknya. Enam tempat ibadah itu dibuat sedemikian rupa, berjajar dan saling berdampingan. Hal itu sebagai wujud dukungan Pemkot terhadap peringatan Hari Toleransi Beragama, 16 November.

“Ketika ada kajian agama, bisa digunakan. Kita sudah membangun enam tempat ibadah simbol enam agama. Jadi disitu satu tempat beda ruang,” katanya, Selasa (15/11).

Edukasi : Enam rumah ibadah yang dibangun pemkot di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC) menjadi sarana edukasi bagi pelajar dan masyarakat.

PRC tersebut kata Maidi kini telah menjadi potensi wisata religi. Ini mengingat di lokasi itu juga dibangun miniatur Ka’bah, yang saat ini telah dimanfaatkan pelajar dan masyarakat untuk kegiatan manasik haji.

Bahkan menurutnya, sejumlah trevel umrah mulai bekerjasama dengan Pemkot untuk kegiatan manasik haji. Orang nomor satu di Kota Madiun ini menegaskan, semakin banyak wisata buatan yang dibangun Pemkot akan memberikan multiplayer efek, salah satunya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Silahkan tempat wisata yang dibangun pemkot ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan tolong dijaga,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Gedung Dekranasda Kota Madiun Nyaris Tuntas

On Progres : Pembangunan gedung Dekranasda Kota Madiun nyaris tuntas.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan gedung dewan kerajinan nasional daerah (dekranasda) Kota Madiun di simpang lima Jalan Diponegoro (Proliman) atau patung Pendekar nyaris tuntas. Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat itu menelan anggaran sekitar Rp858 juta.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, bangunan berlantai dua itu nantinya akan dimanfaatkan untuk memasarkan dan memamerkan hasil produk lokal dari UMKM binaan dekranasda.

“Itu bisa dijadikan rest areanya kota, sehingga siapapun yang lewat disitu bisa mampir kesitu. Disitu ada oleh-oleh khas Madiun dan kerajinan juga,” ujarnya, Kamis (10/11/2022).

Megah : Gedung Dekranasda Kota Madiun dibangun dua lantai.

Maidi menyatakan, di lokasi itu nanti juga disediakan sentra pecel yang menjadi kuliner khas Madiun. Sehingga tamu maupun wisatawan tidak kebingungan mencari kuliner nasi pecel. Maidi menilai kawasan tersebut nantinya ramai pengunjung karena lokasinya yang strategis.

“Disitu akan kita lengkapi semua. Jadi semua produk UMKM Kota Madiun diwadahi sama Dekranasda,” ucapnya.

Gedung berlantai dua tersebut dikonsep megah. Dibangun di atas lahan bekas Puskesmas Oro-oro Ombo seluas 1.105 meter persegi. Bangunan lantai I seluas 201 meter persegi dan lantai II 190 meter persegi. Bangunan lantai I seluas 201 meter persegi dan lantai II 190 meter persegi. Ia menargetkan gedung Dekranasda itu dapat difungsikan awal tahun depan. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Proyek Saluran Kartini Kota Madiun Tuntas Lebih Cepat Dari Target

Tuntas : Pengerjaan saluran kartini Kota Madiun tuntas lebih cepat.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun telah menuntaskan pekerjaan pembangunan saluran Jalan Kartini. Bahkan lebih cepat dari yang ditargetkan. Sesuai kontrak, proyek senilai Rp2,5 Miliar itu selesai pada 12 November mendatang, namun pelaksana dapat menuntaskan pada akhir Oktober.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, saat ini penampakan pengerjaan di lapangan masih dalam level pengurugan. Pun di atas urugan itu belum dilakukan finishing karena menyesuaikan anggaran yang tersedia.

“Saluran yang kita tutup itu masih berupa urugan tanah, jadi di atasnya belum ada pekerjaan lain,” ujarnya, Jum’at (4/11).

Rencana kedepan lokasi itu akan dibangun pedestrian layaknya di Sumber Wangi. Dengan demikian pada APBD murni 2023, nantinya proyek tersebut bakal dilanjutkan. Diestimasikan proyek lanjutan itu dianggarkan sekitar Rp1 Miliar.

“Kurang lebihnya nanti proyek lanjutannya sama seperti di Sumber Wangi,” terangnya.

Seperti diketahui, saluran di Jalan Kartini itu dipercantik layaknya kawasan Sumber Wangi. Di atas saluran air sebelah utara Kodim 0803/Madiun akan dibangun pedestrian. Panjang pembangunan drainase yang saat ini telah tuntas dikerjakan sekitar 349 meter dengan lebar rata-rata 5 meter. Proyek tersebut dikerjakan CV. Bangkit Eka Jaya dengan konsultan pengawas CV. Kautsar Susilo Abadi. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Tambah Destinasi Wisata di Kota Pendekar

Menarik : Pemkot Madiun punya destinasi baru di kawasan Sumberumis.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus menambah destinasi wisata di Kota Pendekar. Usai sukses membangun kawasan sumber wangi (patung Merlion), Pahlawan Street Center (PSC) dan miniatur Ka’bah, kini kembali menambah wisata buatan.

Yakni membangun miniatur menara Eifel dan kampung eropa. Lokasinya berada kawasan Sumberumis Kota Madiun. Wisata buatan itu diharapkan mampu menarik wisatawan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun.

Destinasi Baru : DPUPR melengkapi wisata buatan di kawasan Sumberumis.

“Sesuai arahan pak wali (walikota.red) wisata buatan itu dibangun karena Kota Madiun tidak memiliki sumber daya alam,” ujar Kepala DPUPR, Suwarno, Rabu (9/11).

Ia mayakini wisata buatan yang dibangun di jantung kota Madiun itu dapat menjadi destinasi wisata baru. Selain menarik, konsep pembangunannya pun menyerupai lokasi wisata di Eropa. Pun di lokasi itu juga dipasang lantai keramik tiga dimensi.

Berwarna : Miniatur menara Eifel sudah ada di Kota Madiun.

“Memang kita bangun sedemikian rupa biar indah. Jadi bisa untuk spot foto juga. Lebih kekinian dan instragamable,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, pemkot juga tengah membangun wisata arung jeram memanfaatkan saluran yang ada. Nantinya, air difilter agar terjaga kebersihannya sehingga dapat dimanfaatkan wisatawan ketika berkunjung ke Kota Madiun. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Daftar Informasi Yang Dikecualikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Madiun Tahun 2022

Berikut ini merupakan daftar informasi yang dikecualikan beserta dasar hukum dan alasan atau konsekuensi apabila informasi dibuka atau ditutup.

Ditulis pada Informasi Dikecualikan | Tinggalkan komentar

Standar Pelayanan Publik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Madiun

Ditulis pada Layanan Publik, PPID | Tinggalkan komentar

Daftar Informasi Publik (DIP) PPID Pembantu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Madiun Tahun 2022

Ditulis pada Layanan Publik | Tinggalkan komentar

Antisipasi Banjir, DPUPR Kota Madiun Bersih-Bersih Sampah di Kali Piring

Bersih-bersih : Petugas DPUPR dan BPBD Kota Madiun membersihkan sampah di kali Piring.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melakukan pembersihan sampah di Kali Piring, Jum’at (28/10). Kegiatan itu dilakukan bersama dengan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tergabung dalam tim siaga bencana.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR, Suyanto mengatakan, pembersihan saluran air itu rutin dilakukan. Upaya tersebut bertujuan mengantisipasi banjir.

Siaga : Pembersihan sampah di Kali Piring dilakukan untuk mengantisipasi bencana banjir.

“Harapan kami masyarakat jangan sampai membuang sampah di kali sehingga tidak menganggu aliran air,” ujarnya.

Setidaknya dalam pembersihan Kali Piring ini, pihaknya melibatkan 10 personel. Termasuk menerjunkan excavator untuk mengangkat sampah yang menyumbat aliran air di Kali Piring dan dua unit dump truk untuk mengangkut sampah. Sampah tersebut selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo.

Alat Berat : DPUPR Kota Madiun menerjunkan alat berat saat pembersihan sampah di Kali Piring.

“Ketika ada sampah sedikit saja harus segara kita bersihkan agar aliran air lancar,” katanya.

Sementara itu dari personel BPBD disiagakan 40 orang. Petugas menyisir aliran air di Kali Piring. Jika tidak dibersihkan secara rutin ia khawatir ketika debit tinggi, air dapat meluber ke pemukiman warga. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Madiun-Gus Miftah Resmikan Miniatur Ka’bah Proyek DPUPR

Peresmian : Walikota Madiun, Maidi (tengah) bersama Gus Miftah (baju hitam) usai meresmikan miniatur Ka’bah di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC).

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun telah menuntaskan pembangunan miniatur Ka’bah di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Hal itu pun membuat lokasi wisata di Kota Madiun semakin lengkap.

Untuk itu Walikota Madiun, Maidi bersama penceramah kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah meresmikan minatur Ka’bah tersebut pada Kamis (27/10).Peresmian itu dirangkai dengan pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dan pengukuhan 104 Da’i cilik, yang dihadiri ribuan warga.

Padat : Ribuan warga memadati Jalan Pahlawan dalam acara pengajian akbar dan peresmian miniatur Ka’bah.

Walikota Maidi mengatakan, dengan diresmikannya miniatur Ka’bah itu nantinya kemanfaatannya bisa langsung dirasakan masyarakat. Selain digunakan untuk kegiatan manasik haji, lokasi itu juga dapat digunakan guru untuk memberikan materi pelajaran agama kepada siswa.

“Kalau ini menjadi magnet keagamaan, orang 24 jam ada latihan manasik haji disitu, kita fasilitasi maka kota ini akan ramai terus, pertumbuhan ekonomi kita juga tumbuh dengan baik. Maka animo seperti ini kita manage, sehingga kegiatan keagamaan itu selalu ada. Ada kajian al-Qur’an disitu silahkan saja,” katanya.

“Minimal dengan adanya miniatur Ka’bah ini warga Madiun yang belum bisa berangkat ke tanah suci dapat berkunjung kesini. Dan saya mendo’akan warga Madiun dapat menunaikan umarah maupun ibadah haji,” katanya.

Indah : Miniatur Ka’bah yang diresmikan Walikota Madiun, Maidi tampak megah layaknua di Makkah-Madinah.

Sementara itu Gus Miftah memberikan apresiasi kepada Walikota Madiun, yang sukses menata dan membangun kota. Sehingga meski Madiun kota sedang, namun kemajuannya luar biasa.

Gus Miftah pun tidak menampik, megahnya kawasan PRC Kota Madiun menyerupai Makkah Madinah. Apalagi itu merupakan karya Walikota Madiun, Maidi yang patut diacungi jempol.

“Bagi saya Pak Walikota ini keren. PSC ini kan salah stau karya beliau yang patut diacungi jempol,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Kawasan PRC Kota Madiun Tuntas

Tuntas : DPUPR Kota Madiun telah menuntaskan pembangunan kawasan Pahlawan Religi Center (PRC).

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Kawasan Pahlawan Religi Center (PRC) Kota Madiun tuntas. Hal itu ditegaskan Walikota Madiun, Maidi, Rabu (26/10/2022).

Maidi mengatakan, keberadaan PRC itu nantinya dapat dimanfaatkan berbagai hal. Selain lokasi wisata, juga dapat dimanfaatkan untuk sarana edukasi siswa.

“Dan ini juga tempat manasik, insya allah ini akan digunakan beberapa travel,” ujarnya.

Miniatur Ka’bah di kawasan PRC itu akan diresmikan pada Kamis, 27 Oktober 2022. Pun juga bersamaan dengan hal itu akan dikukuhkan 104 Da’i cilik sesuai hari jadi Kota Madiun.

Megah : Miniatur Ka’bah di kawasan PRC Kota Madiun tuntas dibangun.

Sementara itu Maidi menilai pembangunan kawasan PRC sudah cukup bagus.  Di lokasi itu nanti, Pemkot juga akan menanam pohon kurma layaknya di Makkah. Hal itu diakuinya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Disatu sisi PRC itu melengkapi kawasan Pahlawan Street Center (PSC) serta Pahlawan Bisnis Center (PBC) di lapangan Pelti

“Kita tidak punya sumber daya alam (SDA), makanya kita bangun wisata buatan. Mudah-mudahan ini akan menarik destinasi wisata,” pungkasnya.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pekerjaan Pembangunan Saluran Kartini Kota Madiun Alami Surplus

Surplus : Pekerja proyek pembangunan saluran Jalan Kartini terus mengebut penyelesaian proyek.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pekerjaan Pembangunan Saluran Jalan Kartini, Kota Madiun on progres. Bahkan mengalami surplus atau deviasi 2,77 persen periode minggu ke-16 atau 26 September hingga 2 Oktober 2022. Dari progres rencana 76,91 persen, pekerjaan di lapangan mencapai 79,68 persen.

“Pekerjaan di lapangan alhamdulillah on progres, malah mengalami surplus,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suyanto, Selasa (11/10).

Tahapan pekerjaan saat ini ialah perapian bak kontrol sehingga kondisi cuaca pun diakui tidak berpengaruh terhadap pengerjaan di lapangan. Sementara bobot pekerjaan terberat yakni pengurukan dan precast pipa beton gorong-gorong Reinforced Concrete Pipe (RCP).

Nyaris Tuntas : DPUPR optimis pekerjaan pembangunan saluran Kartini on schedule.

“Sesuai kontrak kan pekerjaan ini berakhir 12 November, tapi insya allah sebelum tanggal itu sudah kita selesaikan,” katanya.

Seperti diketahui, saluran di Jalan Kartini itu dipercantik layaknya kawasan Sumberwangi. Di atas saluran air sebelah utara Kodim 0803/Madiun akan dibangun pedestrian. Panjang pembangunan drainase yang saat ini tengah dilakukan DPUPR tersebut sekitar 349 meter dengan lebar rata-rata 5 meter.

Suyanto menegaskan, sesuai kontrak proyek tersebut tuntas dikerjakan dalam waktu 150 hari kalender atau lima bulan. Proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp2,5 Miliar, dikerjakan CV. Bangkit Eka Jaya dengan konsultan pengawas CV. Kautsar Susilo Abadi. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Pengerukan Sedimen untuk Mengantisipasi Banjir

Cek Normalisasi : Kabid PSDA DPUPR, Suyanto mengecek kegiatan pengerukan sedimen di saluran Mojorejo.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melakukan pengerukan sedimen di saluran Mojorejo sepanjang 500 meter, Kamis (20/10). Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya pemerintah mengantisipasi bencana banjir saat musim penghujan seperti saat ini.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, kondisi eksisting saluran Mojorejo mengalami pendangkalan setinggi 80 sentimeter hingga satu meter. Karena itu pengerukan pun dilakukan dengan menerjunkan alat berat.

“Kita harus mengangkat sedimen ini agar aliran air lancar. Jadi saluran air ini debitnya kalau musim hujan termasuk besar karena hulunya ini dari kawasan pabrik Kanigoro itu,” ujarnya.

Dinormalisasi : Mengantisipasi banjir, DPUPR melakukan pengerukan sedimen di saluran Mojorejo.

Dalam proses pengerukan itu pun diakui mengalami kendala. Salah satunya di kondisi eksisting yang berada pada jalur inspeksi saluran, banyak pohon bambu yang harus ditebang. Hal itu agar tidak menghambat proses pengerukan. Selain itu pengerukan sedimen dilakukan untuk mengembalikan kondisi saluran yang memiliki kedalaman 2,5 meter.

“Kalau saluran ini dimensinya berkurang dan debitnya besar nanti airnya bisa meluber ke pemukiman. Terutama di daerah koramil yang ada di sebelahnya saluran ini, kemudian di perumahan Bumi Mas 2 serta perumahan Manisrejo 1. Sebab di Manisrejo 1 itu ada outlet yang menuju ke saluran Mojorejo ini,” katanya.

Ia menargetkan pengerukan sedimen di saluran Mojorejo itu tuntas dalam waktu dua bulan. Kegiatan tersebut dianggarkan sekitar Rp200 juta. Pengerukan sedimen itu dilaksanakan oleh pihak ketiga dibantu tiga orang tenaga DPUPR. Selain di saluran Mojorejo, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di saluran Terate barat yang saat ini masih tahap persiapan.

“Kalau di saluran Terate barat masih persiapan karena kemarin baru saja tanda tangan kontrak dan diusahakan akhir November bisa selesai,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Gedung Dekranasda Kota Madiun Masih Berproses

Beproses : Pembangunan gedung Dekranasda Kota Madiun menempati eks bangunan Puskesmas Oro -Oro Ombo.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Pembangunan gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Madiun terus dikebut. Proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut telah masuk tahap pekerjaan fisik. Gedung yang dikonsep megah itu didirikan di atas lahan eks Puskesmas Oro-oro Ombo.

Saat ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat tengah membangun gedung dua lantai tersebut.

“Struktur bangunan sudah naik semua. Termasuk atapnya sudah kami pasang,’’ kata Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi, Jum’at (30/9).

Menurut Uut, sapaan Sulistya Pambudi, progres pekerjaan telah menyentuh 45 persen rampung. Dia mengklaim surplus 21 persen dari target 24 persen. Proyek senilai Rp858 juta itu diharapkan selesai lebih cepat dari surat perintah mulai kerja (SPMK) 18 Juli hingga 14 November.

“Kami estimasikan selesai akhir Oktober atau awal November,’’ ujarnya.

Elegan : Desain jadi gedung Dekranasda Kota Madiun.

Uut menjelaskan, gedung dekranasda memiliki luas bangunan lantai 1 sekitar 201 meter persegi. Sedangkan luas bangunan lantai 2 sekitar 190 meter persegi.

“Sesuai desain, insya Allah layak dijadikan fasilitas pameran produk lokal Kota Madiun,’’ tuturnya.

Gedung dekranasda bakal menjadi ikon baru Kota Madiun. Yakni, untuk ruang pamer produk-produk kerajinan kota ini. Uut mengklaim fasilitas dan kualitas gedung bukan kaleng-kaleng.

“Nanti juga dilengkapi area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),’’ imbuhnya.

Pembangunan gedung dekranasda juga linier dengan pengembangan kawasan kuliner Rimba Darma. Pun, lokasinya tidak jauh dengan ikon-ikon sejarah.

“Konsepnya pemerataan pusat keramaian. Jadi, tidak hanya di satu atau dua kawasan, saja’’ jelasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Pahlawan Religi Center Hampir Selesai

Indah : Finishing replika makam ibrahim di kawasan Sumberumis Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan fasilitas umum Sumberumis Kota Madiun on progres. Bahkan nyaris tuntas, menyusul berakhirnya kontrak pada 4 Oktober mendatang. Catatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sampai minggu ke-25 atau 19-25 September 2022, progresnya mencapai 97,022 persen. Capaian itu mengalami surplus 4,362 persen dari rencana progres fisik 92,660 persen.

“Yang jelas dari awal pengerjaan kita on schedule dan saat ini progresnya surplus,” kata Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi, Kamis (29/9).

Dikebut : Pekerja tengah melakukan pengerjaan replika 6 agama di kawasan Sumberumis.

Uut, sapaan akrabnya menyatakan, saat ini pengerjaan di lapangan ialah melaksanakan pekerjaan miniatur enam agama serta pengecatan. Tidak hanya itu, pelaksana juga sedang melakukan pemolesan dan pembersihan lantai keramik.

“Kemudian pengerjaan sekarang adalah pengecetan pilar lampu, serta pemasangan GRC replika enam agama,” ujarnya.

Lokasi yang digadang-gadang bakal dijadikan Pahlawan Relegi Center itu kini juga telah dipasang 14 tiang lampu serta dua membran konvertibel atau payung raksasa ala Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Pun, perbaikan fisik musala berbentuk replika Ka’bah seperti di Makkah.

Rapi : Pilar-pilar di kawasan sumberumis telah dicat.

“Pekerjaan saat ini menyentuh tahap finishing. Prediksi dapat selesai lebih cepat dari target yang tertuang dalam kontrak,’’ ungkapnya.

Sesuai kontrak, pembangunan fasilitas umum Sumberumis menelan anggaran Rp3,6 miliar dari APBD Kota Madiun tahun 2022. Sesuai surat perintah mulai kerja (SPMK), pekerjaan berlangsung sejak 7 April sampai 4 Oktober atau 180 hari kalender. Proyek tersebut dikerjakan CV. Sahabat Kerdja dengan konsultan pengawas CV. Duta Nirwana Konsultan. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Sebut Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Ring Road Timur Berproses di Kementerian

Kondisi lalu lintas di Kota Madiun dari pintu masuk sisi utara kota.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun  mengembalikan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp2,5 Miliar untuk pembangunan jalan ring road timur (JRRT) ke APBD Pemkot Madiun. Hal itu karena terbentur aturan sesuai Peraturan Menteri (Permen) ATR/BPN No. 19/2021. Artinya dokumen perencanaan pengadaan tanah yang semula tidak memerlukan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) ke pemerintah pusat, sekarang harus meminta persetujuan KKPR ke Kementerian ATR/BPN.

“Sudah kami laksanakan dan masih berproses di kementerian ATR/BPN,” ujar Kepala Dinas PUPR, Suwarno, Rabu (28/9).

Sejatinya, dokumen perencanaan pengadaan tanah sudah selesai sejak tahun 2020. Namun seiring terbitnya UU Cipta Kerja, maka ada perubahan aturan turunan dibawahnya. Salah satunya berkaitan dengan proyek strategis nasional yang harus ada KKPR dari kementerian terkait.

“Itu salah satu penyebab mengapa anggaran itu dikembalikan,” tambahnya.

Setelah KKPR itu selesai, lanjutnya, pihaknya menunggu rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang juga masih berproses di Kementerian ATR/BPN. Pun penerbitan KKPR itu membutuhkan waktu yang cukup panjang lebih dua bulan. Jika kedua hal itu tuntas, DPUPR baru dapat mengusulkan penentuan lokasi (penlok) ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Fixed : Kepala DPUPR, Suwarno menunjukkan jalur yang dilalui Jalan Ring Road Timur Kota Madiun.

“Jadi kita menunggu KKPR dulu baru penlok,” bebernya.

Suwarno menegaskan, pengajuan anggaran pembebasan lahan rencananya dianggarkan pada APBD murni tahun 2023. Pun anggarannya tetap sama.

Sementara itu Walikota Madiun, Maidi menyatakan, mundurnya waktu pembebasan lahan yang akan dilalui Jalan Ring Road Timur bukan kesalahan pemkot. Melainkan ada aturan baru yang harus ditaati. Karenanya ia meminta DPUPR segera melengkapi syarat administrasi yang diperlukan agar pembebasan lahan bisa segera dilakukan.

“Ini murni karena ada aturan baru. Makanya aturan ini kita lalui dulu,” ungkapnya.

Maidi menargetkan tahun ini seluruh dokumen persyaratan tuntas. Sehingga tahun depan dapat dimulai pembebasan lahan secara bertahap hingga penentuan lokasi. Ia pun tidak menampik bahwa anggaran pembebasan lahan Rp2,5 Miliar dikembalikan ke APBD.

“Jadi untuk ring road timur ini banyak yang kita lewatkan tanah negara atau bengkok, kan nggak perlu pembebasan. Yang perlu pembebasan itu ya tanahnya milik warga yang kita lalui. Makanya ini secara administrasi dilengkapi dulu baru action setelah jalur sudah ditetapkan dan appresial menetapkan harga tanah,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Penataan Tugu Nol Kilometer Tuntas, Kota Madiun Lebih Menarik

Menarik : DPUPR Kota Madiun tuntas melakukan penyempurnaan umak tugu 0 KM Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Penyempurnaan umpak tugu nol kilometer di Perempatan Tugu, Kota Madiun akhirnya tuntas. Pemasangan ornamen tugu berikut penggantian angka nol telah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Jumat (16/9).

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, dengan telah selesainya penyempurnaan umpak tugu nol kilometer ini bisa menjadi ikon atau penanda di Kota Madiun.

“Tugu itu yang menjadi pedoman orang-oranng di Madiun yang akan menjadi sejarah ingatan dia. Kita nanti kumpul di 0 KM, kita lewat disana jam berapa,” ujarnya.

Artistik : Tugu 0 KM Kota Madiun tampil artistik.

Sementara soal filosofi desainnya, Maidi mengaku tak ada makna khusus. Namun, tugu tersebut hanya sebagai penanda di situlah titik nol kilometer Kota Madiun secara koordinat.

“Jadi nol itu sebagai penanda atau ‘tetenger’ bahwa disitulah awal atau pusatnya (Kota Madiun),” terangnya.

Tuntas : Sempat dibongkar, kini tugu 0 KM tampil lebih fresh usai disempurnakan.

Sedangkan terkait rencana peresmian tugu nol kilometer ini, Maidi belum bisa memastikan. Namun, dia berharap ada seremonial sebagai bentuk promosi daerah.

“Seharusnya ada. Nanti kita lihat dulu,” ungkapnya.

Penyempurnaan tugu 0 KM Kota Madiun itu lanjut Maidi, akan menambah estetika bangunan. Apalagi, 0 KM berada di jalan protokol kota. Sehingga harus bagus untuk menopang pernak-pernik yang ada di jalan sepanjang Pahlawan Street Center (PSC).

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Kota Madiun Bakal Sulap Saluran Kartini Jadi Pedestrian

Rata : Saluran Kartini Kota Madiun mulai diurug.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan infrastruktur di Kota Madiun terus berjalan. Sesuai program Walikota Madiun, Maidi yakni menambah pedestrian di wilayah setempat. Kali ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun memulainya dengan pembangunan saluran drainase yaitu pemasangan gorong-gorong di saluran Kartini. Mulai Jalan Pahlawan sisi utara Kodim 0803/Madiun hingga ke perempatan Jalan Kartini-Jalan Diponegoro-Jalan Dr. Soetomo.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, panjang pembangunan drainase tersebut sekitar 349 meter dengan lebar rata-rata 5 meter. Sesuai rencana, saluran kartini ini nantinya akan dibuat sebagai pedestrian seperti di Sumber Wangi. Untuk tahun ini, pengerjaan difokuskan pada pemasangan gorong-gorong hingga pengurugan.

“Untuk pengerjaan di lapangan surplus ya. Sesuai rencana 41 persen, saat ini 42,82 persen,” ujarnya, Rabu (14/9).

On the track : Petugas tengah membawa bahan untuk pembangunan saluran Kartini.

Suyanto menyatakan, proyek tersebut dimulai Juli lalu atau telah berjalan dalam waktu dua bulan. Sementara sesuai kontrak tuntas dikerjakan dalam waktu 150 hari kalender atau lima bulan. Proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp2,5 Miliar, dikerjakan CV. Bangkit Eka Jaya dengan konsultan pengawas CV. Kautsar Susilo Abadi. Ia pun meminta kepada pelaksana proyek untuk memperhatikan waktu pengerjaan serta kualitas bangunan.

“Tahun ini program kita hanya sampai pemasangan gorong-gorong dan pengurugannya saja. Berikutnya dilanjutkan tahun depan. Rencananya sesuai program walikota akan difungsikan pedestrian dan finishingnya dikaramik,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Hasil Usulan Masyarakat, Pemkot Madiun Sempurnakan Umpak Tugu 0 KM

Disempurnakan : Umpak Tugu 0 KM Kota Madiun disempurnakan atas masukan dari masyarakat.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Tugu 0 (nol) kilometer (KM) di Kota Madiun kembali dipercantik. Bukan tanpa alasan, melainkan Pemkot ingin melakukan penyempurnaan hasil usulan dari masyarakat.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, tugu 0 KM tetap berada disitu. Hanya saja, dari beberapa masukkan masyarakat, umpak atau tatakan tugu dianggap kurang menarik. Sehingga, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melakukan penyempurnaan.

Menarik : Pemkot sengaja menyempurnakan umpak Tugu 0 KM agar terkesan menarik.

“Dari banyak usulan masyarakat itulah kita benahi, tapi tidak memindah nol. Nolnya tetap disitu tapi bentuknya dibuat bagus dan indah. Jadi biar setiap orang mengenal Kota Madiun,” katanya sembari menambahkan bahwa Pemkot terbuka terhadap semua usulan dan saran yang sifatnya positif, Kamis (8/9).

Penyempurnaan ini, lanjut Maidi, akan menambah estetika bangunan. Apalagi, 0 KM berada di jalan protokol kota. Sehingga harus bagus untuk menopang pernak-pernik yang ada di jalan sepanjang Pahlawan Street Center (PSC).

Dibangun : Sejumlah pekerja melakukan aktivitas di seputar Tugu 0 KM Kota Madiun.

“Nol kilometer ini kita sesuaikan, karena kota ini menarik,” ujarnya.

Maidi menyatakan, tugu 0 KM itu menjadi fokus tersendiri atau salah satu sasaran utama bagi wisatawan. Karena itu titik awal harus dibuat menarik. Bahkan nantinya, di sekitarnya juga akan ditambahi lampu penerangan. Orang nomor satu di Kota Madiun ini menargetkan, penyempurnaan tugu nol kilometer Kota Madiun itu tuntas dalam waktu satu bulan. 

“Kalau saran banyak, tentunya ini akan membawa kesempurnaan,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Bersama DPUPR Cek Penanaman Kabel Fiber Optik Sistem Duckting

Cek : Walikota, Maidi bersama Kepala DPUPR, Suwarno mengecek pengerjaan awal penanaman kabel fiber optik bawah tanah (sistem Duckting)

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Penataan jaringan utilitas di sejumlah jalan protokol di Kota Madiun berlanjut. Setelah sebelumnya menyasar kesemrawutan kabel udara di Jalan Pahlawan dan Panglima Sudirman, kini tatanan jaringan utilitas di sepanjang Jalan dr Sutomo dibidik.

Jumat (26/8), Wali Kota Maidi turun langsung mengawasi pekerjaan awal penanaman kabel fiber optik dengan sistem ducting. Pihak investor dari PT Fiber Teknologi Nusantara turut didatangkan. Maidi sengaja melakukan itu sebagai bentuk upayanya untuk mengubah tatanan Kota Madiun mengarah ke kota maju.

“Kota (maju) itu semuanya kabel telekomunikasi harus di bawah (tanah). Kota kita pembangunannya harus standar nasional,’’ katanya.

Serius : Walikota, Maidi ingin pihak ketiga ikut menata kota.

Dengan pembuatan ducting tersebut, lanjut Maidi, ke depan kesemrawutan jaringan utilitas di atas tanah itu bakal teratasi. Nantinya jaringan kabel tersebut akan dihubungkan dari dalam tanah.

“Tahun ini ducting yang kami bangun berada di Jalan dr Sutomo. Ini masih dalam proses pengerjaan. Karena tahun depan, pengerjaan pedestrian yang sebelah kiri (barat) sudah mulai,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Suwarno mengakui, wali kota telah mengeluarkan peraturan wali kota (perwal) yang isinya menyebutkan bahwa seluruh jaringan utilitas diwajibkan untuk dipasang di bawah tanah. Termasuk, jaringan kabel yang sudah terpasang saat ini, semua dipindah secara bertahap. Yang awalnya melayang harus dibuat tertanam dalam tanah.

Tertata : Pemkot menginginkan penataan kabel udara dan jaringan utilitas Kota Madiun harus tertata rapi.

“Saya minta yang masih di atas (udara) ditaruh (dipendam) ke bawah. Silakan saja,’’ ujarnya.

Dia menargetkan penataan jaringan kabel udara itu selesai dalam enam bulan. Sebagai bentuk percepatan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada pihak provider.

‘’Target selesai enam bulan. Setelah ini jadi, langsung kabel yang di atas turun, dimasukkan ke bawah tanah,’’ pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Kawasan Religi Center Kota Madiun Capai 80 Persen

Percepatan : DPUPR melakukan percepatan pengerjaan kawasan Pahlawan Religi Center.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kota Madiun berupaya melakukan percepatan pembangunan kawasan Sumberumis yang juga menjadi kawasan Pahlawan religi center. Saat ini progres pengerjaan di lapangan mencapai 80-an persen.

Kepala DPUPR, Suwarno mengatakan, percepatan pengerjaan fisik bangunan itu menindaklanjuti arahan Walikota Madiun, Maidi. Alasannya karena kawasan itu nantinya juga menjadi magnet wisawatan berkunjung ke Kota Madiun. Apalagi kawasan itu menyatu dengan lokasi wisata enam negara yang telah dibangun Pemkot.

“Sesuai arahan walikota, kawasan tersebut memang harus cepat jadi,’’ katanya, Jum’at (26/8).

Ia menyebut, bagian tengah yang dulu berlubang tepatnya di timur Mushola Ka’bah sudah tertutup. Pagar di tepinya juga sudah dihilangkan. Kawasan yang ditutup itu juga sudah dipasangi keramik bermotif. Di kanan-kirinya terdapat tiang seperti di Masjid Nabawi Madinah. Begitu juga dengan payung peneduhnya. Seperti aslinya di Madinah. Suwarno menyebut bagian lain nantinya akan dipasangi granit.

Dikerjakan : Petugas melakukan pengerjaan kawasan mushola Ka’bah di kawasan Sumberumis.

‘’Nanti yang bagian atas itu tidak lagi difungsikan sebagai tempat parkir. Kalau yang bawah tetap. Yang bawah itu juga masih disewa (untuk parkir),’’ imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengerjakan pemasangan pagar tepi sungai di bagian barat Mushola Ka’bah. Tepatnya di sekitar menara Eifel. Bagian tepi sungai tersebut dipagar sampai ke barat hingga ke Jalan Pandan. Sementara di sebelah pagar merupakan area untuk berjalan. Ke depan, juga akan ditambahkan payung, meja, dan kursi. Kawasan itu akan menjadi bagian dari wisata manasik haji Kota Madiun.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Sebut Penertiban Tiang Provider Untuk Keindahan Kota

Pantau: Kepala DPUPR Kota Madiun, Suwarno memantau pemotongan tiang provider di Jalan Panglima Sudirman.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali melakukan penataan kota secara bertahap, Jum’at (19/8). Setidaknya ada 10-an tiang milik provider yang ditertibkan di sepanjang trotoar Jalan Panglima Sudirman hingga dr. Soetomo agar tidak mengganggu keindahan kota.

Kepala DPUPR, Suwarno mengatakan, penataan itu dilakukan agar kabel dan jaringan utilitas di Kota Madiun tidak terkesan semrawut. Sehingga kabel di udara seluruhnya akan ditanam di bawah tanah menggunakan sistem ducting.
“Karena ini kepentingan pemkot maka pihak provider ya harus mengikuti aturan dari pemkot,” ujarnya.

Ditandai : Tiang provider yang menjadi sasaran penataan diberi tanda silang.

Suwarno mengakui, pihak provider mengalami kendala saat mencabut tiang. Ini karena trotoar sepanjang Jalan Panglima Sudirman baru saja ‘kering’ atau selesai dibangun. Sementara saat DPUPR menyarankan pihak provider untuk segera mencabut tiang, kala itu tidak segera ditindaklanjuti.

“Waktu kita membangun trotoar provider itu nggak cepat kesini akhirnya ya terkendala. Mereka harus bongkar lagi,” katanya.

Ia menegaskan tiang-tiang tersebut dipotong secara bertahap yang ditargetkan tuntas dalam waktu sepekan kedepan. Ini mengingat pihak provider membutuhkan koordinasi dengan pusat untuk meminta material baru.


Sementara itu Walikota Madiun, Maidi mengungkapkan, penertiban tiang dan jaringan utilitas dilakukan bertujuan untuk menata kota. Ini seiring pesatnya pembangunan yang dilakukan pemkot, sehingga ia ingin tidak ada lagi kabel udara yang merusak pemadangan.

Dicabut : Pihak Provider mencabut sendiri tiang yang akan dilakukan penataan di trotoar sepanjang Jalan Panglima Sudirman.

“Kenapa kabel harus kita tertibkan karena selama ini kan kabel itu kita lihat nggak enak kan. Wong pembangunan di kota sudah menggunakan box culvert yang bisa menampung air, kemudian juga untuk duckting. Jadi kabel di atas dimasukkan ke bawah. Itu ikut membangun, jadi biar rapi,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menegaskan, penataan itu dilakukan secara bertahap. Kali pertama dilakukan di jalan-jalan protokol, namun demikian kedepan akan terus dilakukan di seluruh kota. Karena itu ia meminta pihak provider untuk ikut berkontribusi menata kota. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Madiun Cek Proyek Pedestrian Milik DPUPR

Cek : Walikota Madiun, Maidi mengajak Kepala OPD melakukan pengecekan pedestrian di Jalan Panglima Sudirman.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) : Walikota Madiun, Maidi melakukan pengecekan proyek saluran dan pedestrian milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) di Jalan Panglima Sudirman depan Pasar Besar Madiun (PBM) hingga Jalan dr. Soetomo, Kamis (18/8).  Pengecekan dilakukan karena ia ingin memastikan pembangunan proyek sesuai kontrak sekaligus menambah fasilitas pelengkap.

Maidi mengatakan, PBM merupakan ikon kota yang menjadi pusat perekonomian masyarakat. Karena itu di sepanjang trotoar dilengkapi kursi dan payung sebagai peneduh.

“Saya kasih tempat duduk dan payung sehingga ketika nunggu belanja dia merasa nyaman dan aman,” ujarnya.

Dibenahi : Walikota Madiun, Maidi memberikan sejumlah catatan kepada pelaksana proyek untuk memperbaiki dan menambah fasilitas pelengkap pedestrian.

Tidak hanya kursi dan payung, Pemkot juga akan melengkapi lampu penerangan. Ini mengingat para pedagang PBM memulai beraktifitas sejak pukul 00.00 WIB. Jika fasilitasnya lengkap, maka ia meyakini akan banyak pengunjung yang datang ke Kota Madiun.

“Tapi kalau orang lain bilang belanja disini susah, fasilitasnya susah ya mesti nggak akan datang. Makanya pemerintah hadir untuk melengkapi fasilitas,” ucapnya.

Maidi menegaskan, semua trotoar yang dibangun Dinas PUPR dikonsep sama layaknya pedestrian di kawasan Pahlawan Street Center (PSC). Bedanya, di PSC ada sejumlah bangunan replika enam negara. Namun demikian trotoar yang dibangun Pemkot saat ini sudah menyambung mulai PSC, Jalan Panglima Sudirman, Jalan dr. Soetomo, Jalan Kompol Soenaryo kembali ke Jalan Pahlawan.

“Kalau rute awal lewat Jalan Pahlawan itu kan bisa nyambung sampai ke stasiun lewat Jalan dr. Soetomo sehingga dia bisa melihat pemandangan yang baru,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Dirgahayu ke-77 RI

Segenap keluarga besar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengucapkan Dirgahayu ke-77 Indonesia, ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Permudah Akses Masuk ke Sumberumis, Satu Pulau Taman di Jalan Pahlawan Dibongkar

Dibongkar : Petugas DPUPR Kota Madiun membongkar pulau taman di Jalan Pahlawan, Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pulau taman di pertigaan jalan Pahlawan-Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Madiun dibongkar, Jum’at (12/8/2022). Pembongkaran itu bukan tanpa alasan, melainkan untuk mempermudah akses masuk ke Sumberumis yang nantinya akan dijadikan kawasan Pahlawan Religi Center oleh Pemkot Madiun.


Walikota Madiun, Maidi mengungkapkan, pembongkaran satu pulau taman itu bertujuan mempermudah akses warga, baik pejalan kaki maupun pengendara yang hendak menuju ke kawasan Sumberumis.


“Itu kan untuk menyebrang ke mushola Ka’bah, makanya kita bongkar,” ujarnya.

Sigap : Petugas DPUPR menyelesaikan pembongkaran pulau taman di Jalan Pahlawan untuk mempermudah akses masuk ke kawasan Sumberumis.


Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suwarno mengatakan, pembongkaran melibatkan petugas DPUPR. Dengan pembongkaran pulau taman itu, nantinya akses jalan masuk ke kawasan Sumberumis tidak lagi terganggu.


“Nanti dikasih speed boom disitu. Konsepnya pak walikota itu menyatukan kawasan sumberumis dengan sumberwangi. Yang jelas untuk memudahkan aksesibilitas saja disitu,” katanya.


Suwarno mengklaim hanya satu pulau taman yang dibongkar. Selebihnya akan dipermak dan dipercantik untuk menunjang keindahan kota.


“Itu kan ikonik ya makanya kita permak, kita percantik lagi pulau taman yang lainnya,” tandasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Walikota Madiun Resmikan Dua Proyek Milik DPUPR

Diresmikan : Proyek saluran Jalan Mayjend Sungkono-Jalan Sriti dan proyek Jalan Mayjend Sungkono-Jalan A. Yani diresmikan Walikota, Maidi, Jum’at (12/8).

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun, Maidi meresmikan dua proyek besar bernilai miliaran rupiah, Jumat (12/8). Dua proyek tersebut, yakni saluran jalan Mayjen Sungkono-Jalan Sriti dan Jalan Mayjen Sungkono-Jalan A. Yani.


Walikota mengatakan, dua proyek besar itu memiliki fungsi ganda. Selain mempercantik kota, juga pengendali banjir. Bahkan keberadaan pedestrian serupa terus dikerjakan di titik lain dikoneksikan dengan pedestrian sebelumnya.


“Jadi pejalan kaki yang ingin jalan-jalan di tengah kota ini akan aman. Biar kota ini tidak padat kendaraan ya kita buatkan pedestrian, padahal di bawahnya ini saluran,” ujarnya.

Tanda Tangan : Walikota Madiun, Maidi menandatangani prasasti peresmian dua proyek besar milik DPUPR.


Kepala DPUPR, Suwarno mengungkapkan, dua proyek itu memiliki panjang sekitar 853 meter. Dari Mayjend Sungkono hingga Jalan Ahmad Yani. Selain fungsi pedestrian, lokasi itu bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan UMKM khususnya yang menggunakan kontainer di sejumlah titik yang ditentukan hingga sebagai upaya pengendali banjir.


“Fungsi utama adalah pengendali banjir, dan diatas saluran ini ada pedestrian sekaligus dilengkapi kontainer UMKM di titik-titik tertentu,” katanya.


Suwarno menyatakan, tidak hanya membangun pedestriannya saja, melainkan DPUPR juga memiliki tugas untuk melengkapinya dengan lampu penerangan. Ia mengklaim pengerjaan proyek tersebut on schedule¸bahkan selesai lebih cepat dari target. Percepatan itu dilakukan semata-mata agar kemanfaatkan proyek fisik yang dibangun pemkot segera bisa dirasakan masyarakat.

Indah : Pedestrian Jalan Mayjend Sungkono-Sriti yang dibangun diatas saluran telah diresmikan Walikota Madiun, Maidi.


“Ini selesainya malah lebih cepat dari yang kita targetkan, makanya hari ini diresmikan,” tambahnya.


Seperti diketahui, proyek pembangunan saluran di jalan Mayjen Sungkono-Jalan Sriti dikerjakan CV Portalraya dengan nilai kontrak Rp2,9 Miliar. Sedangkan pembangunan saluran jalan Mayjen Sungkono-Ahmad Yani dikerjakan CV Sarana Karya Manungunggal dengan nilai kontrak Rp1,8 miliar. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Fasilitasi Pameran Produk UMKM, DPUPR Kota Madiun Bangun Gedung Dekranasda

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Eks bangunan Puskesmas Oro-oro Ombo, Kota Madiun mulai dibongkar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun bakal merubah tempat tersebut menjadi gedung dewan kerajinan nasional daerah (dekranasda).

Saat ini proyek itu mulai dikerjakan. Diawali dengan merobohkan bangunan bekas puskesmas di Jalan Diponegoro tersebut. Nantinya gedung dekranasda itu berkonsep bangunan dua lantai.

“Sesuai kontrak proyek selesai 14 November,” kata Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno, Jum’at (5/8).

Menurut dia, gedung dekranasda akan menjadi ikon baru di Kota Madiun. Gedung ini untuk ruang pameran produk-produk kerajinan kota.

Indah : Gedung Dekranasda Kota Madiun yang nantinya akan dibangun di Kota Madiun.

“Nanti juga dilengkapi area untuk UMKM,” terangnya.

Yang jelas, kata dia, pembangunan gedung dekranasda itu untuk memeratakan pusat keramaian di Kota Madiun. Dengan harapan, pertumbuhan ekonomi daerah berjalan merata di semua wilayah.

“Jadi, pusat keramaiannya tidak hanya terpusat di tengah kota saja. Tapi merata di seluruh wilayah kota ini,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pemkot Madiun Bangun Lima Ruas Jalan Baru

Baru : DPUPR Kota Madiun tahun ini menambah ruas jalan baru di Kota Madiun.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Ruas jalan di Kota Madiun bertambah panjang. Itu seiring langkah dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) membuka lima ruas jalan baru tahun ini. ‘’Total ruas jalan baru panjangnya sekitar 2,46 kilometer,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Rabu (3/8).

Kelima ruas jalan anyar tersebut adalah jalan di Lapak Semendung-Klegen, Jalan Tembus Lapak Manisrejo–Lapak Banjarejo, Jalan Letkol Suwarno 2, Jalan Sendang dan rintisan jalan di area Peceland, Nambangan Lor.

Khusus jalan di Lapak UMKM Semendung-Klegen rencananya bakal menjadi akses infrastruktur untuk pembangunan Pondok Lansia. Sedangkan, rintisan jalan di Nambangan Lor diproyeksikan untuk pengembangan kawasan Peceland.

Mudah : Akses jalan baru di Kota Madiun dibuat untuk memudahkan masyarakat.

“Pembangunan jalan baru itu menghubungkan kawasan-kawasan produktif. Misalnya, kawasan pariwisata dan UMKM,’’ ujarnya.

Suwarno mengklaim ruas jalan di wilayah Kota Madiun nyaris seluruhnya dalam kondisi baik. Dari total panjang jalan 358,3 kilometer (km), hanya 5,053 km atau 1,41 persen yang rusak.

“Jalanan di kota itu kalau rusak sedikit saja ada laporan. Jadi bisa langsung diperbaiki,’’ tuturnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah

Segenap Keluarga Besar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hirjiyah.
Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Penataan Jaringan Utilitas

Aktif : Petugas melakukan penataan jaringan utilitas.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan penataan jaringan utilitas di sejumlah ruas jalan protokol. Salah satunya di Jalan Pahlawan, Selasa malam (26/7).

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, penataan jaringan komunikasi itu dilakukan seiring dengan keinginannya menata kota. Pun agar keberadaannya tidak semrawut karena dapat merusak pemandangan.

“Ini sudah progres semua. Karena trotoar mau jadi, mau tidak mau ya jaringannya ya dimasukkan ke bawah tanah (ducting.red),” ujarnya.

Ia mengklaim semua vendor antusias membangun kota. Penataan itu ditargetkan rampung dua hingga tiga bulan kedepan. Saat ini yang menjadi skala prioritas adalah jaringan utilitas di tengah kota. Kedepan juga menyasar jaringan utilitas di pinggir kota.

Ditanam : Jaringan utilitas di Kota Madiun diminta untuk ditanam bawah tanah sistem ducting.

“Semuanya welcome karena kebaikan kota ini kebahagiaan kita bersama,” terangnya.

Sementara itu Kepala DPUPR, Suwarno mengungkapkan, penataan jaringan utilitas itu dilakukan secara bertahap. Sementara ini diprioritaskan di Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman, dr. Sutomo serta Jalan Bogowonto.

“Yang jelas ini bertahap. Kalau dari pihak provider tidak hadir ya jaringannya kita potong. Yang sudah hadir ya tidak dipotong,” ucapnya.

Suwarno menegaskan, jika terjadi kesulitan di lapangan, Pemkot akan turun tangan. Jika diperlukan alat berat pun akan diterjunkan.

“Misalnya crossing ada kusiltan alat berat kita turunkan. Dari teman provider juga sudah komitmen untuk menata kota,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Payung Membran Ala Masjid Nabawi Segera Dipasang di Sumber Umis 

Indah : Kawasan Sumber Umis nantinya akan disulap menyerupai tanah suci.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan Fasilitas Umum Sumber Umis, Kota Madiun terus dikebut. Saat ini pengerjaan di lapangan masih persiapan untuk pemasangan payung membran atau payung konvortibel layaknya di Masjid Nabawi.

Walikota Madiun, Maidi menargetkan pemasangan payung membran tuntas selama dua bulan. Dengan begitu asas kemanfaatannya bisa segera dirasakan masyarakat. Keberadaan payung membran itu nantinya melengkapi kawasan Sumber Umis yang bakal disulap sebagai Pahlawan Religi Center, dengan adanya miniatur Ka’bah.

“Payung itu nanti warnanya putih melambangkan suci. Ya ini saya kebut semua,” katanya, Selasa (19/7).

Sementara itu, Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, saat ini pemasangan rangka payung sudah tuntas. Termasuk pemasangan keramik dan penataan trotoar sekitar pintu masuk Sumber Umis telah selesai dikerjakan. Pun pemasangan lampu sebagian sudah selesai digarap.

Dikebut : Pekerja proyek saat melakukan kegiatan di kawasan Sumber Umis.

“Jadi kita masih menunggu membran payungnya itu karena saat ini masih dalam proses pemesanan,” ujarnya.

Ia menuturkan, progres pengerjaan di lapangan on progres. Sampai dengan minggu ke-15 periode 11-17 Juli 2022 tercatat 40,87 persen dari target 40,53 persen. Sehingga mengalami percepatan atau surplus 0,33 persen. Adapun proyek tersebut dianggarkan Rp3,6 Miliar.

Sesuai kontrak, pembangunan fasilitas umum Sumber Umis dikerjakan selama 180 hari kalender dimulai 7 April hingga 4 Oktober mendatang. Proyek tersebut dikerjakan CV. Sahabat Kerdja dengan konsultan pengawas CV. Duta Nirwana Konsultan.

“Sekarang ini kita juga lagi proses pengerjaan tangga untuk turun ke area bawah atau sungai dan hampir selesai,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Bangun Pintu Air Atasi Banjir

Ditambah : DPUPR tambah outlet (pintu air) di gang Pancasila untuk mengatasi banjir.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun menambah outlet (pintu air) di saluran Pancasila, Kelurahan Nambangan Lor dan di Jalan Muh. Nur Kelurahan Demangan. Ini dilakukan sebagai upaya pengendali banjir.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, penambahan pintu air itu dilakukan karena outlet yang lama dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo terlalu kecil. Dikhawatirkan jika hujan deras dan debit air meningkat, saluran tersebut tidak bisa menampung sehingga air meluber ke pemukiman warga.

“Kalau yang lama itu kan diameternya 1×1 meter, terus ini kita membuat lagi dengan ukuran 2×2 meter. Karena dengan saluran yang begitu besar dengan outlet ukuran 1 meter kan nggak mampu,” katanya, Senin (18/7).

Proyek : Pengerjaan pembangunan outlet di Gang Pancasila, Kelurahan Nambangan Lor oleh DPUPR.

Suyanto menegaskan, proyek tersebut dipastikan tidak merubah bentuk asli dari outlet yang lama. Justru pintu air yang baru, dibangun disebelahnya. Proyek pembangunan outlet di Gang Pancasila mulai dikerjakan awal Juli ini dengan anggaran sekitar Rp1,5 Miliar.

Sedangkan proyek yang sama di Jalan Muh. Nur, Kelurahan Demangan dianggarkan sekitar Rp1,7 Miliar. Kedua proyek tersebut ditargetkan selesai awal November mendatang. Suyanto menegaskan, untuk outlet di Jalan Muh. Nur diharapkan bisa mengendalikan banjir di Kelurahan Demangan, Kuncen dan Josenan. Sedangkan outlet di saluran Pancasila untuk pengendalian banjir di Kelurahan Pandean, Nambangan Lor dan Kidul.

“Kalau yang gang Pancasila itu ya sangat urgen. Sebab begitu debit airnya deras, lokasi itu jadi langganan antrean air,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

Pembangunan Proyek Lanjutan Sumber Umis On The Track

On Progres: Proyek lanjutan Sumber Umis sisi barat terus dikebut.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Pembangunan lanjutan kawasan Sumber Umis Kota Madiun sisi barat terus dikebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengklaim pengerjaan di lapangan on the track.

Kepala DPUPR, Suwarno mengatakan, saat ini progresnya mencapai 57 persen. Yakni pemasangan beton udit. Ia menargetkan pembangunan proyek itu tuntas akhir Agustus mendatang.

Fokus : Pekerja melakukan pekerjaan di kawasan Sumber Umis.

“Pengerjaan proyeknya itu ya di bagian sungai sampai dengan Jalan Pandan,” ujarnya, Senin (11/7).

Ia menuturkan, di lokasi itu dulu plengsengan sungai terbuat dari cor. Kini diganti dengan beton udit ukuran 5×5 meter berbentuk U. Alasannya lebih tahan lama jika tergerus air. Pun di bagian pinggirnya nanti akan dibuat pedestarian.

Beton udit : pekerja proyek memasang beton udit di proyek Sumber Umis.

“Jadi nanti konsepnya ada tempat duduk di tepian sungai. Bisa jadi spot selfie atau tempat wisata baru di Kota Madiun. Kemudian nanti jembatan di Jalan Pandan juga akan dilebarkan,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Penataan Kabel Terapkan Sistem Ducting

Ditertibkan : Dinas PUPR Kota Madiun akan menertibkan kabel jaringan di udara agar rapi.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Upaya Pemkot Madiun menertibkan jaringan kabel di beberapa ruas jalan terus dikebut. Pemkot telah meminta provider segera memindahkan kabel-kabel untuk selanjutnya ditanam di bawah tanah atau sistem ducting. Pun, upaya tersebut sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, infrastruktur berupa wadah jaringan kabel di bawah tanah itu telah disediakan.

Di antaranya, di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Jalan H.O.S. Cokroaminoto, Jalan Panglima Sudirman, Jalan H.A. Salim, dan Jalan Kolonel Marhadi. Namun, progresnya terkesan jalan di tempat.

“Kami tidak asal memerintahkan pemindahan. Tapi, juga sudah menyiapkan tempatnya. Saluran bawah tanah yang kami lebarkan juga difungsikan untuk instalasi kabel,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Suwarno, Sabtu (9/7).

Ditata : Pemkot Madiun akan menata kabel jaringan di udara agar tidak terkesan semrawut.

Penampakan kabel semrawut tidak linier dengan program pemkot yang terus mempercantik wajah kota. Menurut Suwarno, pemindahan kabel udara mendesak dilakukan. Pun, telah dibahas bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) beberapa waktu lalu.

“Silakan, apa yang dibutuhkan segera sampaikan ke kami. Segera dipindah ke bawah tanah agar kota ini semakin indah,’’ ujarnya.

Suwarno meminta pihak provider segera menyampaikan kesediaannya. Termasuk kebutuhan pemindahan kabel ke sistem ducting. Pihaknya tak segan memfasilitasi untuk memuluskan upaya penataan kota ini. Mulai regulasi, peralatan, waktu pemindahan, hingga retribusi jika ada unsur sewa-menyewa aset.

“Semakin cepat semakin baik,’’ tegasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tinggalkan komentar

DPUPR Lakukan Perawatan Patung Pendekar

Diganti : Dinas PUPR Kota Madiun melakukan perawatan patung Pendekar Jalan Diponegoro.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melakukan perawatan patung Pendekar di simpang lima Diponegoro. Yakni penggantian as pada patung tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, as tersebut telah berumur dua tahun sehingga perlu dilakukan penggantian. Ini dilakukan untuk mengurangi potensi bahaya yang terjadi akibat korosi. Pun penggantian as itu juga berpengaruh terhadap dinamo.

Lembur : Sejumlah petugas dan alat berat diterjunkan selama perawatan Patung Pendekar.

“Makanya ini kita ganti dengan laher. Jadi lebih ringan untuk mutarnya. Kalau tidak diganti dan dipaksa, itu nanti yang rusak justru dinamonya patung itu,” katanya, Jum’at (8/7).

Thariq menyebut, sebelumnya juga dipasang as namun berbentuk roda. Saat ini diganti laher model tirus atau lancip menyerupai kerucut. Fungsinya bisa menyangga patung. Penggantian laher itu dilakukan sejak Kamis (7/7) pukul 18.30 WIB hingga Jum’at (8/7) pukul 03.30 WIB.

“Ini masih maintenance ke dinamonya. Prosesnya adalah pembuatan bantalan dinamo yang sekarang masih di desain di tukang las. Jadi memang sudah dua tahun dan masa pemeliharaan dari penyedia sudah habis, ya kita yang maintanance pembenahannya,” terangnya.

Perawatan : Penggantian as dilakukan sebagai upaya maintenance.

Pemasangan plat dinamo bantalan bisa dilakukan dari bawah. Artinya tidak mempengaruhi patung pendekar yang saat ini terpasang.

“Kita masih koordinasikan dengan tukang desainnya. Kalau sudah ready, baru kita jadwalkan untuk pemasangan,” ucapnya.

Thariq menegaskan, kondisi patung Pendekar saat ini masih bagus. Beratnya sekitar 3 kwintal berbahan dasar tembaga. Pun aksesoris lain di tugu pendekar itu juga diklaim masih layak. Salah satunya jam yang bisa dimanfaatkan pengguna jalan dari empat penjuru. Jika sebelumnya menggunakan jam digital, kini diganti dengan jam analog.

“Kalau jam digital itu pengaruhnya ke dinamo, akhirnya sering mati. Makanya kita ganti dengan jam analog,” pungkasnya. (*)

Ditulis pada Berita | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Pembangunan Pedestrian Kota Madiun Alami Surplus 8 Persen

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan jalan pelengkap Jalan Kolonel Marhadi-Jendral Sudirman-Bogowonto, Kota Madiun terus dikebut. Bahkan saat ini progresnya surplus 8 persen. Dari target 82 persen, pekerjaan di lapangan terealisasi 90 persen.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, pekerjaan di lapangan saat ini on progres. Pun pekerjaan ditargetkan tuntas sebelum masa habis kontrak.

“Sisanya yang masih kurang itu tinggal pemasangan kursi dan payung saja, seperti di pedestrian lainnya,” ujarnya, Selasa (5/7).

Tidak hanya pembangunan pedestrian saja, namun juga include dengan pengadaan lampu penerangan. Termasuk kebutuhan lima set lampu di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kartini.

“Lampu RTH Kartini itu butuh lima, saat ini yang sudah ready 2, tinggal dipasang saja,” tambahnya.

Seperti diketahui, pembangunan jalan pelengkap jalan Kolonel Marhadi-Jendral Sudirman-Bogowonto dikerjakan CV Sahabat Kerdja dengan nilai kontrak Rp3,7 Miliar. (*)

Ditulis pada Berita | Tag | Tinggalkan komentar

Standar Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2021

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintah yang baik, dan guna mewujudkan kepastian hak dan kewajiban berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan, setiap penyelenggaran Pelayanan Publik wajib menetapkan Standar Pelayanan Publik berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No.15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan.

Ditulis pada Berita | Tag , , | Komentar Dinonaktifkan pada Standar Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2021

Standart Pelayanan Publik 2020

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Pelayanan Publik sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan guna mewujudkan kepastian hak dan kewajiban berbagai pihak terkait Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun menetapkan Standar Pelayanan Publik Tahun 2020

Ditulis pada Informasi Setiap Saat, Layanan Publik | Komentar Dinonaktifkan pada Standart Pelayanan Publik 2020