Permudah Akses Masuk ke Sumberumis, Satu Pulau Taman di Jalan Pahlawan Dibongkar

Dibongkar : Petugas DPUPR Kota Madiun membongkar pulau taman di Jalan Pahlawan, Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pulau taman di pertigaan jalan Pahlawan-Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Madiun dibongkar, Jum’at (12/8/2022). Pembongkaran itu bukan tanpa alasan, melainkan untuk mempermudah akses masuk ke Sumberumis yang nantinya akan dijadikan kawasan Pahlawan Religi Center oleh Pemkot Madiun.


Walikota Madiun, Maidi mengungkapkan, pembongkaran satu pulau taman itu bertujuan mempermudah akses warga, baik pejalan kaki maupun pengendara yang hendak menuju ke kawasan Sumberumis.


“Itu kan untuk menyebrang ke mushola Ka’bah, makanya kita bongkar,” ujarnya.

Sigap : Petugas DPUPR menyelesaikan pembongkaran pulau taman di Jalan Pahlawan untuk mempermudah akses masuk ke kawasan Sumberumis.


Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suwarno mengatakan, pembongkaran melibatkan petugas DPUPR. Dengan pembongkaran pulau taman itu, nantinya akses jalan masuk ke kawasan Sumberumis tidak lagi terganggu.


“Nanti dikasih speed boom disitu. Konsepnya pak walikota itu menyatukan kawasan sumberumis dengan sumberwangi. Yang jelas untuk memudahkan aksesibilitas saja disitu,” katanya.


Suwarno mengklaim hanya satu pulau taman yang dibongkar. Selebihnya akan dipermak dan dipercantik untuk menunjang keindahan kota.


“Itu kan ikonik ya makanya kita permak, kita percantik lagi pulau taman yang lainnya,” tandasnya. (*)

Posted in Berita | 443 Comments

Walikota Madiun Resmikan Dua Proyek Milik DPUPR

Diresmikan : Proyek saluran Jalan Mayjend Sungkono-Jalan Sriti dan proyek Jalan Mayjend Sungkono-Jalan A. Yani diresmikan Walikota, Maidi, Jum’at (12/8).

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun, Maidi meresmikan dua proyek besar bernilai miliaran rupiah, Jumat (12/8). Dua proyek tersebut, yakni saluran jalan Mayjen Sungkono-Jalan Sriti dan Jalan Mayjen Sungkono-Jalan A. Yani.


Walikota mengatakan, dua proyek besar itu memiliki fungsi ganda. Selain mempercantik kota, juga pengendali banjir. Bahkan keberadaan pedestrian serupa terus dikerjakan di titik lain dikoneksikan dengan pedestrian sebelumnya.


“Jadi pejalan kaki yang ingin jalan-jalan di tengah kota ini akan aman. Biar kota ini tidak padat kendaraan ya kita buatkan pedestrian, padahal di bawahnya ini saluran,” ujarnya.

Tanda Tangan : Walikota Madiun, Maidi menandatangani prasasti peresmian dua proyek besar milik DPUPR.


Kepala DPUPR, Suwarno mengungkapkan, dua proyek itu memiliki panjang sekitar 853 meter. Dari Mayjend Sungkono hingga Jalan Ahmad Yani. Selain fungsi pedestrian, lokasi itu bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan UMKM khususnya yang menggunakan kontainer di sejumlah titik yang ditentukan hingga sebagai upaya pengendali banjir.


“Fungsi utama adalah pengendali banjir, dan diatas saluran ini ada pedestrian sekaligus dilengkapi kontainer UMKM di titik-titik tertentu,” katanya.


Suwarno menyatakan, tidak hanya membangun pedestriannya saja, melainkan DPUPR juga memiliki tugas untuk melengkapinya dengan lampu penerangan. Ia mengklaim pengerjaan proyek tersebut on schedule¸bahkan selesai lebih cepat dari target. Percepatan itu dilakukan semata-mata agar kemanfaatkan proyek fisik yang dibangun pemkot segera bisa dirasakan masyarakat.

Indah : Pedestrian Jalan Mayjend Sungkono-Sriti yang dibangun diatas saluran telah diresmikan Walikota Madiun, Maidi.


“Ini selesainya malah lebih cepat dari yang kita targetkan, makanya hari ini diresmikan,” tambahnya.


Seperti diketahui, proyek pembangunan saluran di jalan Mayjen Sungkono-Jalan Sriti dikerjakan CV Portalraya dengan nilai kontrak Rp2,9 Miliar. Sedangkan pembangunan saluran jalan Mayjen Sungkono-Ahmad Yani dikerjakan CV Sarana Karya Manungunggal dengan nilai kontrak Rp1,8 miliar. (*)

Posted in Berita | 461 Comments

Fasilitasi Pameran Produk UMKM, DPUPR Kota Madiun Bangun Gedung Dekranasda

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Eks bangunan Puskesmas Oro-oro Ombo, Kota Madiun mulai dibongkar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun bakal merubah tempat tersebut menjadi gedung dewan kerajinan nasional daerah (dekranasda).

Saat ini proyek itu mulai dikerjakan. Diawali dengan merobohkan bangunan bekas puskesmas di Jalan Diponegoro tersebut. Nantinya gedung dekranasda itu berkonsep bangunan dua lantai.

“Sesuai kontrak proyek selesai 14 November,” kata Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno, Jum’at (5/8).

Menurut dia, gedung dekranasda akan menjadi ikon baru di Kota Madiun. Gedung ini untuk ruang pameran produk-produk kerajinan kota.

Indah : Gedung Dekranasda Kota Madiun yang nantinya akan dibangun di Kota Madiun.

“Nanti juga dilengkapi area untuk UMKM,” terangnya.

Yang jelas, kata dia, pembangunan gedung dekranasda itu untuk memeratakan pusat keramaian di Kota Madiun. Dengan harapan, pertumbuhan ekonomi daerah berjalan merata di semua wilayah.

“Jadi, pusat keramaiannya tidak hanya terpusat di tengah kota saja. Tapi merata di seluruh wilayah kota ini,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 430 Comments

Pemkot Madiun Bangun Lima Ruas Jalan Baru

Baru : DPUPR Kota Madiun tahun ini menambah ruas jalan baru di Kota Madiun.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Ruas jalan di Kota Madiun bertambah panjang. Itu seiring langkah dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) membuka lima ruas jalan baru tahun ini. ‘’Total ruas jalan baru panjangnya sekitar 2,46 kilometer,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Rabu (3/8).

Kelima ruas jalan anyar tersebut adalah jalan di Lapak Semendung-Klegen, Jalan Tembus Lapak Manisrejo–Lapak Banjarejo, Jalan Letkol Suwarno 2, Jalan Sendang dan rintisan jalan di area Peceland, Nambangan Lor.

Khusus jalan di Lapak UMKM Semendung-Klegen rencananya bakal menjadi akses infrastruktur untuk pembangunan Pondok Lansia. Sedangkan, rintisan jalan di Nambangan Lor diproyeksikan untuk pengembangan kawasan Peceland.

Mudah : Akses jalan baru di Kota Madiun dibuat untuk memudahkan masyarakat.

“Pembangunan jalan baru itu menghubungkan kawasan-kawasan produktif. Misalnya, kawasan pariwisata dan UMKM,’’ ujarnya.

Suwarno mengklaim ruas jalan di wilayah Kota Madiun nyaris seluruhnya dalam kondisi baik. Dari total panjang jalan 358,3 kilometer (km), hanya 5,053 km atau 1,41 persen yang rusak.

“Jalanan di kota itu kalau rusak sedikit saja ada laporan. Jadi bisa langsung diperbaiki,’’ tuturnya. (*)

Posted in Berita | 453 Comments

Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah

Segenap Keluarga Besar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hirjiyah.
Posted in Berita | 324 Comments

DPUPR Lakukan Penataan Jaringan Utilitas

Aktif : Petugas melakukan penataan jaringan utilitas.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan penataan jaringan utilitas di sejumlah ruas jalan protokol. Salah satunya di Jalan Pahlawan, Selasa malam (26/7).

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, penataan jaringan komunikasi itu dilakukan seiring dengan keinginannya menata kota. Pun agar keberadaannya tidak semrawut karena dapat merusak pemandangan.

“Ini sudah progres semua. Karena trotoar mau jadi, mau tidak mau ya jaringannya ya dimasukkan ke bawah tanah (ducting.red),” ujarnya.

Ia mengklaim semua vendor antusias membangun kota. Penataan itu ditargetkan rampung dua hingga tiga bulan kedepan. Saat ini yang menjadi skala prioritas adalah jaringan utilitas di tengah kota. Kedepan juga menyasar jaringan utilitas di pinggir kota.

Ditanam : Jaringan utilitas di Kota Madiun diminta untuk ditanam bawah tanah sistem ducting.

“Semuanya welcome karena kebaikan kota ini kebahagiaan kita bersama,” terangnya.

Sementara itu Kepala DPUPR, Suwarno mengungkapkan, penataan jaringan utilitas itu dilakukan secara bertahap. Sementara ini diprioritaskan di Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman, dr. Sutomo serta Jalan Bogowonto.

“Yang jelas ini bertahap. Kalau dari pihak provider tidak hadir ya jaringannya kita potong. Yang sudah hadir ya tidak dipotong,” ucapnya.

Suwarno menegaskan, jika terjadi kesulitan di lapangan, Pemkot akan turun tangan. Jika diperlukan alat berat pun akan diterjunkan.

“Misalnya crossing ada kusiltan alat berat kita turunkan. Dari teman provider juga sudah komitmen untuk menata kota,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 408 Comments

Payung Membran Ala Masjid Nabawi Segera Dipasang di Sumber Umis 

Indah : Kawasan Sumber Umis nantinya akan disulap menyerupai tanah suci.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan Fasilitas Umum Sumber Umis, Kota Madiun terus dikebut. Saat ini pengerjaan di lapangan masih persiapan untuk pemasangan payung membran atau payung konvortibel layaknya di Masjid Nabawi.

Walikota Madiun, Maidi menargetkan pemasangan payung membran tuntas selama dua bulan. Dengan begitu asas kemanfaatannya bisa segera dirasakan masyarakat. Keberadaan payung membran itu nantinya melengkapi kawasan Sumber Umis yang bakal disulap sebagai Pahlawan Religi Center, dengan adanya miniatur Ka’bah.

“Payung itu nanti warnanya putih melambangkan suci. Ya ini saya kebut semua,” katanya, Selasa (19/7).

Sementara itu, Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, saat ini pemasangan rangka payung sudah tuntas. Termasuk pemasangan keramik dan penataan trotoar sekitar pintu masuk Sumber Umis telah selesai dikerjakan. Pun pemasangan lampu sebagian sudah selesai digarap.

Dikebut : Pekerja proyek saat melakukan kegiatan di kawasan Sumber Umis.

“Jadi kita masih menunggu membran payungnya itu karena saat ini masih dalam proses pemesanan,” ujarnya.

Ia menuturkan, progres pengerjaan di lapangan on progres. Sampai dengan minggu ke-15 periode 11-17 Juli 2022 tercatat 40,87 persen dari target 40,53 persen. Sehingga mengalami percepatan atau surplus 0,33 persen. Adapun proyek tersebut dianggarkan Rp3,6 Miliar.

Sesuai kontrak, pembangunan fasilitas umum Sumber Umis dikerjakan selama 180 hari kalender dimulai 7 April hingga 4 Oktober mendatang. Proyek tersebut dikerjakan CV. Sahabat Kerdja dengan konsultan pengawas CV. Duta Nirwana Konsultan.

“Sekarang ini kita juga lagi proses pengerjaan tangga untuk turun ke area bawah atau sungai dan hampir selesai,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 441 Comments

DPUPR Bangun Pintu Air Atasi Banjir

Ditambah : DPUPR tambah outlet (pintu air) di gang Pancasila untuk mengatasi banjir.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun menambah outlet (pintu air) di saluran Pancasila, Kelurahan Nambangan Lor dan di Jalan Muh. Nur Kelurahan Demangan. Ini dilakukan sebagai upaya pengendali banjir.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, penambahan pintu air itu dilakukan karena outlet yang lama dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo terlalu kecil. Dikhawatirkan jika hujan deras dan debit air meningkat, saluran tersebut tidak bisa menampung sehingga air meluber ke pemukiman warga.

“Kalau yang lama itu kan diameternya 1×1 meter, terus ini kita membuat lagi dengan ukuran 2×2 meter. Karena dengan saluran yang begitu besar dengan outlet ukuran 1 meter kan nggak mampu,” katanya, Senin (18/7).

Proyek : Pengerjaan pembangunan outlet di Gang Pancasila, Kelurahan Nambangan Lor oleh DPUPR.

Suyanto menegaskan, proyek tersebut dipastikan tidak merubah bentuk asli dari outlet yang lama. Justru pintu air yang baru, dibangun disebelahnya. Proyek pembangunan outlet di Gang Pancasila mulai dikerjakan awal Juli ini dengan anggaran sekitar Rp1,5 Miliar.

Sedangkan proyek yang sama di Jalan Muh. Nur, Kelurahan Demangan dianggarkan sekitar Rp1,7 Miliar. Kedua proyek tersebut ditargetkan selesai awal November mendatang. Suyanto menegaskan, untuk outlet di Jalan Muh. Nur diharapkan bisa mengendalikan banjir di Kelurahan Demangan, Kuncen dan Josenan. Sedangkan outlet di saluran Pancasila untuk pengendalian banjir di Kelurahan Pandean, Nambangan Lor dan Kidul.

“Kalau yang gang Pancasila itu ya sangat urgen. Sebab begitu debit airnya deras, lokasi itu jadi langganan antrean air,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 430 Comments

Pembangunan Proyek Lanjutan Sumber Umis On The Track

On Progres: Proyek lanjutan Sumber Umis sisi barat terus dikebut.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Pembangunan lanjutan kawasan Sumber Umis Kota Madiun sisi barat terus dikebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengklaim pengerjaan di lapangan on the track.

Kepala DPUPR, Suwarno mengatakan, saat ini progresnya mencapai 57 persen. Yakni pemasangan beton udit. Ia menargetkan pembangunan proyek itu tuntas akhir Agustus mendatang.

Fokus : Pekerja melakukan pekerjaan di kawasan Sumber Umis.

“Pengerjaan proyeknya itu ya di bagian sungai sampai dengan Jalan Pandan,” ujarnya, Senin (11/7).

Ia menuturkan, di lokasi itu dulu plengsengan sungai terbuat dari cor. Kini diganti dengan beton udit ukuran 5×5 meter berbentuk U. Alasannya lebih tahan lama jika tergerus air. Pun di bagian pinggirnya nanti akan dibuat pedestarian.

Beton udit : pekerja proyek memasang beton udit di proyek Sumber Umis.

“Jadi nanti konsepnya ada tempat duduk di tepian sungai. Bisa jadi spot selfie atau tempat wisata baru di Kota Madiun. Kemudian nanti jembatan di Jalan Pandan juga akan dilebarkan,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 472 Comments

DPUPR Lakukan Penataan Kabel Terapkan Sistem Ducting

Ditertibkan : Dinas PUPR Kota Madiun akan menertibkan kabel jaringan di udara agar rapi.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Upaya Pemkot Madiun menertibkan jaringan kabel di beberapa ruas jalan terus dikebut. Pemkot telah meminta provider segera memindahkan kabel-kabel untuk selanjutnya ditanam di bawah tanah atau sistem ducting. Pun, upaya tersebut sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, infrastruktur berupa wadah jaringan kabel di bawah tanah itu telah disediakan.

Di antaranya, di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Jalan H.O.S. Cokroaminoto, Jalan Panglima Sudirman, Jalan H.A. Salim, dan Jalan Kolonel Marhadi. Namun, progresnya terkesan jalan di tempat.

“Kami tidak asal memerintahkan pemindahan. Tapi, juga sudah menyiapkan tempatnya. Saluran bawah tanah yang kami lebarkan juga difungsikan untuk instalasi kabel,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Suwarno, Sabtu (9/7).

Ditata : Pemkot Madiun akan menata kabel jaringan di udara agar tidak terkesan semrawut.

Penampakan kabel semrawut tidak linier dengan program pemkot yang terus mempercantik wajah kota. Menurut Suwarno, pemindahan kabel udara mendesak dilakukan. Pun, telah dibahas bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) beberapa waktu lalu.

“Silakan, apa yang dibutuhkan segera sampaikan ke kami. Segera dipindah ke bawah tanah agar kota ini semakin indah,’’ ujarnya.

Suwarno meminta pihak provider segera menyampaikan kesediaannya. Termasuk kebutuhan pemindahan kabel ke sistem ducting. Pihaknya tak segan memfasilitasi untuk memuluskan upaya penataan kota ini. Mulai regulasi, peralatan, waktu pemindahan, hingga retribusi jika ada unsur sewa-menyewa aset.

“Semakin cepat semakin baik,’’ tegasnya. (*)

Posted in Berita | 324 Comments