Pembangunan Pahlawan Religi Center Hampir Selesai

Indah : Finishing replika makam ibrahim di kawasan Sumberumis Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan fasilitas umum Sumberumis Kota Madiun on progres. Bahkan nyaris tuntas, menyusul berakhirnya kontrak pada 4 Oktober mendatang. Catatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sampai minggu ke-25 atau 19-25 September 2022, progresnya mencapai 97,022 persen. Capaian itu mengalami surplus 4,362 persen dari rencana progres fisik 92,660 persen.

“Yang jelas dari awal pengerjaan kita on schedule dan saat ini progresnya surplus,” kata Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi, Kamis (29/9).

Dikebut : Pekerja tengah melakukan pengerjaan replika 6 agama di kawasan Sumberumis.

Uut, sapaan akrabnya menyatakan, saat ini pengerjaan di lapangan ialah melaksanakan pekerjaan miniatur enam agama serta pengecatan. Tidak hanya itu, pelaksana juga sedang melakukan pemolesan dan pembersihan lantai keramik.

“Kemudian pengerjaan sekarang adalah pengecetan pilar lampu, serta pemasangan GRC replika enam agama,” ujarnya.

Lokasi yang digadang-gadang bakal dijadikan Pahlawan Relegi Center itu kini juga telah dipasang 14 tiang lampu serta dua membran konvertibel atau payung raksasa ala Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Pun, perbaikan fisik musala berbentuk replika Ka’bah seperti di Makkah.

Rapi : Pilar-pilar di kawasan sumberumis telah dicat.

“Pekerjaan saat ini menyentuh tahap finishing. Prediksi dapat selesai lebih cepat dari target yang tertuang dalam kontrak,’’ ungkapnya.

Sesuai kontrak, pembangunan fasilitas umum Sumberumis menelan anggaran Rp3,6 miliar dari APBD Kota Madiun tahun 2022. Sesuai surat perintah mulai kerja (SPMK), pekerjaan berlangsung sejak 7 April sampai 4 Oktober atau 180 hari kalender. Proyek tersebut dikerjakan CV. Sahabat Kerdja dengan konsultan pengawas CV. Duta Nirwana Konsultan. (*)

Posted in Berita | 428 Comments

DPUPR Sebut Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Ring Road Timur Berproses di Kementerian

Kondisi lalu lintas di Kota Madiun dari pintu masuk sisi utara kota.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun  mengembalikan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp2,5 Miliar untuk pembangunan jalan ring road timur (JRRT) ke APBD Pemkot Madiun. Hal itu karena terbentur aturan sesuai Peraturan Menteri (Permen) ATR/BPN No. 19/2021. Artinya dokumen perencanaan pengadaan tanah yang semula tidak memerlukan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) ke pemerintah pusat, sekarang harus meminta persetujuan KKPR ke Kementerian ATR/BPN.

“Sudah kami laksanakan dan masih berproses di kementerian ATR/BPN,” ujar Kepala Dinas PUPR, Suwarno, Rabu (28/9).

Sejatinya, dokumen perencanaan pengadaan tanah sudah selesai sejak tahun 2020. Namun seiring terbitnya UU Cipta Kerja, maka ada perubahan aturan turunan dibawahnya. Salah satunya berkaitan dengan proyek strategis nasional yang harus ada KKPR dari kementerian terkait.

“Itu salah satu penyebab mengapa anggaran itu dikembalikan,” tambahnya.

Setelah KKPR itu selesai, lanjutnya, pihaknya menunggu rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang juga masih berproses di Kementerian ATR/BPN. Pun penerbitan KKPR itu membutuhkan waktu yang cukup panjang lebih dua bulan. Jika kedua hal itu tuntas, DPUPR baru dapat mengusulkan penentuan lokasi (penlok) ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Fixed : Kepala DPUPR, Suwarno menunjukkan jalur yang dilalui Jalan Ring Road Timur Kota Madiun.

“Jadi kita menunggu KKPR dulu baru penlok,” bebernya.

Suwarno menegaskan, pengajuan anggaran pembebasan lahan rencananya dianggarkan pada APBD murni tahun 2023. Pun anggarannya tetap sama.

Sementara itu Walikota Madiun, Maidi menyatakan, mundurnya waktu pembebasan lahan yang akan dilalui Jalan Ring Road Timur bukan kesalahan pemkot. Melainkan ada aturan baru yang harus ditaati. Karenanya ia meminta DPUPR segera melengkapi syarat administrasi yang diperlukan agar pembebasan lahan bisa segera dilakukan.

“Ini murni karena ada aturan baru. Makanya aturan ini kita lalui dulu,” ungkapnya.

Maidi menargetkan tahun ini seluruh dokumen persyaratan tuntas. Sehingga tahun depan dapat dimulai pembebasan lahan secara bertahap hingga penentuan lokasi. Ia pun tidak menampik bahwa anggaran pembebasan lahan Rp2,5 Miliar dikembalikan ke APBD.

“Jadi untuk ring road timur ini banyak yang kita lewatkan tanah negara atau bengkok, kan nggak perlu pembebasan. Yang perlu pembebasan itu ya tanahnya milik warga yang kita lalui. Makanya ini secara administrasi dilengkapi dulu baru action setelah jalur sudah ditetapkan dan appresial menetapkan harga tanah,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 481 Comments

Penataan Tugu Nol Kilometer Tuntas, Kota Madiun Lebih Menarik

Menarik : DPUPR Kota Madiun tuntas melakukan penyempurnaan umak tugu 0 KM Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Penyempurnaan umpak tugu nol kilometer di Perempatan Tugu, Kota Madiun akhirnya tuntas. Pemasangan ornamen tugu berikut penggantian angka nol telah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Jumat (16/9).

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, dengan telah selesainya penyempurnaan umpak tugu nol kilometer ini bisa menjadi ikon atau penanda di Kota Madiun.

“Tugu itu yang menjadi pedoman orang-oranng di Madiun yang akan menjadi sejarah ingatan dia. Kita nanti kumpul di 0 KM, kita lewat disana jam berapa,” ujarnya.

Artistik : Tugu 0 KM Kota Madiun tampil artistik.

Sementara soal filosofi desainnya, Maidi mengaku tak ada makna khusus. Namun, tugu tersebut hanya sebagai penanda di situlah titik nol kilometer Kota Madiun secara koordinat.

“Jadi nol itu sebagai penanda atau ‘tetenger’ bahwa disitulah awal atau pusatnya (Kota Madiun),” terangnya.

Tuntas : Sempat dibongkar, kini tugu 0 KM tampil lebih fresh usai disempurnakan.

Sedangkan terkait rencana peresmian tugu nol kilometer ini, Maidi belum bisa memastikan. Namun, dia berharap ada seremonial sebagai bentuk promosi daerah.

“Seharusnya ada. Nanti kita lihat dulu,” ungkapnya.

Penyempurnaan tugu 0 KM Kota Madiun itu lanjut Maidi, akan menambah estetika bangunan. Apalagi, 0 KM berada di jalan protokol kota. Sehingga harus bagus untuk menopang pernak-pernik yang ada di jalan sepanjang Pahlawan Street Center (PSC).

Posted in Berita | 598 Comments

DPUPR Kota Madiun Bakal Sulap Saluran Kartini Jadi Pedestrian

Rata : Saluran Kartini Kota Madiun mulai diurug.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan infrastruktur di Kota Madiun terus berjalan. Sesuai program Walikota Madiun, Maidi yakni menambah pedestrian di wilayah setempat. Kali ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun memulainya dengan pembangunan saluran drainase yaitu pemasangan gorong-gorong di saluran Kartini. Mulai Jalan Pahlawan sisi utara Kodim 0803/Madiun hingga ke perempatan Jalan Kartini-Jalan Diponegoro-Jalan Dr. Soetomo.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, panjang pembangunan drainase tersebut sekitar 349 meter dengan lebar rata-rata 5 meter. Sesuai rencana, saluran kartini ini nantinya akan dibuat sebagai pedestrian seperti di Sumber Wangi. Untuk tahun ini, pengerjaan difokuskan pada pemasangan gorong-gorong hingga pengurugan.

“Untuk pengerjaan di lapangan surplus ya. Sesuai rencana 41 persen, saat ini 42,82 persen,” ujarnya, Rabu (14/9).

On the track : Petugas tengah membawa bahan untuk pembangunan saluran Kartini.

Suyanto menyatakan, proyek tersebut dimulai Juli lalu atau telah berjalan dalam waktu dua bulan. Sementara sesuai kontrak tuntas dikerjakan dalam waktu 150 hari kalender atau lima bulan. Proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp2,5 Miliar, dikerjakan CV. Bangkit Eka Jaya dengan konsultan pengawas CV. Kautsar Susilo Abadi. Ia pun meminta kepada pelaksana proyek untuk memperhatikan waktu pengerjaan serta kualitas bangunan.

“Tahun ini program kita hanya sampai pemasangan gorong-gorong dan pengurugannya saja. Berikutnya dilanjutkan tahun depan. Rencananya sesuai program walikota akan difungsikan pedestrian dan finishingnya dikaramik,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 462 Comments

Hasil Usulan Masyarakat, Pemkot Madiun Sempurnakan Umpak Tugu 0 KM

Disempurnakan : Umpak Tugu 0 KM Kota Madiun disempurnakan atas masukan dari masyarakat.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Tugu 0 (nol) kilometer (KM) di Kota Madiun kembali dipercantik. Bukan tanpa alasan, melainkan Pemkot ingin melakukan penyempurnaan hasil usulan dari masyarakat.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, tugu 0 KM tetap berada disitu. Hanya saja, dari beberapa masukkan masyarakat, umpak atau tatakan tugu dianggap kurang menarik. Sehingga, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melakukan penyempurnaan.

Menarik : Pemkot sengaja menyempurnakan umpak Tugu 0 KM agar terkesan menarik.

“Dari banyak usulan masyarakat itulah kita benahi, tapi tidak memindah nol. Nolnya tetap disitu tapi bentuknya dibuat bagus dan indah. Jadi biar setiap orang mengenal Kota Madiun,” katanya sembari menambahkan bahwa Pemkot terbuka terhadap semua usulan dan saran yang sifatnya positif, Kamis (8/9).

Penyempurnaan ini, lanjut Maidi, akan menambah estetika bangunan. Apalagi, 0 KM berada di jalan protokol kota. Sehingga harus bagus untuk menopang pernak-pernik yang ada di jalan sepanjang Pahlawan Street Center (PSC).

Dibangun : Sejumlah pekerja melakukan aktivitas di seputar Tugu 0 KM Kota Madiun.

“Nol kilometer ini kita sesuaikan, karena kota ini menarik,” ujarnya.

Maidi menyatakan, tugu 0 KM itu menjadi fokus tersendiri atau salah satu sasaran utama bagi wisatawan. Karena itu titik awal harus dibuat menarik. Bahkan nantinya, di sekitarnya juga akan ditambahi lampu penerangan. Orang nomor satu di Kota Madiun ini menargetkan, penyempurnaan tugu nol kilometer Kota Madiun itu tuntas dalam waktu satu bulan. 

“Kalau saran banyak, tentunya ini akan membawa kesempurnaan,” tandasnya. (*)

Posted in Berita | 435 Comments

Walikota Bersama DPUPR Cek Penanaman Kabel Fiber Optik Sistem Duckting

Cek : Walikota, Maidi bersama Kepala DPUPR, Suwarno mengecek pengerjaan awal penanaman kabel fiber optik bawah tanah (sistem Duckting)

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Penataan jaringan utilitas di sejumlah jalan protokol di Kota Madiun berlanjut. Setelah sebelumnya menyasar kesemrawutan kabel udara di Jalan Pahlawan dan Panglima Sudirman, kini tatanan jaringan utilitas di sepanjang Jalan dr Sutomo dibidik.

Jumat (26/8), Wali Kota Maidi turun langsung mengawasi pekerjaan awal penanaman kabel fiber optik dengan sistem ducting. Pihak investor dari PT Fiber Teknologi Nusantara turut didatangkan. Maidi sengaja melakukan itu sebagai bentuk upayanya untuk mengubah tatanan Kota Madiun mengarah ke kota maju.

“Kota (maju) itu semuanya kabel telekomunikasi harus di bawah (tanah). Kota kita pembangunannya harus standar nasional,’’ katanya.

Serius : Walikota, Maidi ingin pihak ketiga ikut menata kota.

Dengan pembuatan ducting tersebut, lanjut Maidi, ke depan kesemrawutan jaringan utilitas di atas tanah itu bakal teratasi. Nantinya jaringan kabel tersebut akan dihubungkan dari dalam tanah.

“Tahun ini ducting yang kami bangun berada di Jalan dr Sutomo. Ini masih dalam proses pengerjaan. Karena tahun depan, pengerjaan pedestrian yang sebelah kiri (barat) sudah mulai,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Suwarno mengakui, wali kota telah mengeluarkan peraturan wali kota (perwal) yang isinya menyebutkan bahwa seluruh jaringan utilitas diwajibkan untuk dipasang di bawah tanah. Termasuk, jaringan kabel yang sudah terpasang saat ini, semua dipindah secara bertahap. Yang awalnya melayang harus dibuat tertanam dalam tanah.

Tertata : Pemkot menginginkan penataan kabel udara dan jaringan utilitas Kota Madiun harus tertata rapi.

“Saya minta yang masih di atas (udara) ditaruh (dipendam) ke bawah. Silakan saja,’’ ujarnya.

Dia menargetkan penataan jaringan kabel udara itu selesai dalam enam bulan. Sebagai bentuk percepatan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada pihak provider.

‘’Target selesai enam bulan. Setelah ini jadi, langsung kabel yang di atas turun, dimasukkan ke bawah tanah,’’ pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 427 Comments

Pembangunan Kawasan Religi Center Kota Madiun Capai 80 Persen

Percepatan : DPUPR melakukan percepatan pengerjaan kawasan Pahlawan Religi Center.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kota Madiun berupaya melakukan percepatan pembangunan kawasan Sumberumis yang juga menjadi kawasan Pahlawan religi center. Saat ini progres pengerjaan di lapangan mencapai 80-an persen.

Kepala DPUPR, Suwarno mengatakan, percepatan pengerjaan fisik bangunan itu menindaklanjuti arahan Walikota Madiun, Maidi. Alasannya karena kawasan itu nantinya juga menjadi magnet wisawatan berkunjung ke Kota Madiun. Apalagi kawasan itu menyatu dengan lokasi wisata enam negara yang telah dibangun Pemkot.

“Sesuai arahan walikota, kawasan tersebut memang harus cepat jadi,’’ katanya, Jum’at (26/8).

Ia menyebut, bagian tengah yang dulu berlubang tepatnya di timur Mushola Ka’bah sudah tertutup. Pagar di tepinya juga sudah dihilangkan. Kawasan yang ditutup itu juga sudah dipasangi keramik bermotif. Di kanan-kirinya terdapat tiang seperti di Masjid Nabawi Madinah. Begitu juga dengan payung peneduhnya. Seperti aslinya di Madinah. Suwarno menyebut bagian lain nantinya akan dipasangi granit.

Dikerjakan : Petugas melakukan pengerjaan kawasan mushola Ka’bah di kawasan Sumberumis.

‘’Nanti yang bagian atas itu tidak lagi difungsikan sebagai tempat parkir. Kalau yang bawah tetap. Yang bawah itu juga masih disewa (untuk parkir),’’ imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengerjakan pemasangan pagar tepi sungai di bagian barat Mushola Ka’bah. Tepatnya di sekitar menara Eifel. Bagian tepi sungai tersebut dipagar sampai ke barat hingga ke Jalan Pandan. Sementara di sebelah pagar merupakan area untuk berjalan. Ke depan, juga akan ditambahkan payung, meja, dan kursi. Kawasan itu akan menjadi bagian dari wisata manasik haji Kota Madiun.

Posted in Berita | 445 Comments

DPUPR Sebut Penertiban Tiang Provider Untuk Keindahan Kota

Pantau: Kepala DPUPR Kota Madiun, Suwarno memantau pemotongan tiang provider di Jalan Panglima Sudirman.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali melakukan penataan kota secara bertahap, Jum’at (19/8). Setidaknya ada 10-an tiang milik provider yang ditertibkan di sepanjang trotoar Jalan Panglima Sudirman hingga dr. Soetomo agar tidak mengganggu keindahan kota.

Kepala DPUPR, Suwarno mengatakan, penataan itu dilakukan agar kabel dan jaringan utilitas di Kota Madiun tidak terkesan semrawut. Sehingga kabel di udara seluruhnya akan ditanam di bawah tanah menggunakan sistem ducting.
“Karena ini kepentingan pemkot maka pihak provider ya harus mengikuti aturan dari pemkot,” ujarnya.

Ditandai : Tiang provider yang menjadi sasaran penataan diberi tanda silang.

Suwarno mengakui, pihak provider mengalami kendala saat mencabut tiang. Ini karena trotoar sepanjang Jalan Panglima Sudirman baru saja ‘kering’ atau selesai dibangun. Sementara saat DPUPR menyarankan pihak provider untuk segera mencabut tiang, kala itu tidak segera ditindaklanjuti.

“Waktu kita membangun trotoar provider itu nggak cepat kesini akhirnya ya terkendala. Mereka harus bongkar lagi,” katanya.

Ia menegaskan tiang-tiang tersebut dipotong secara bertahap yang ditargetkan tuntas dalam waktu sepekan kedepan. Ini mengingat pihak provider membutuhkan koordinasi dengan pusat untuk meminta material baru.


Sementara itu Walikota Madiun, Maidi mengungkapkan, penertiban tiang dan jaringan utilitas dilakukan bertujuan untuk menata kota. Ini seiring pesatnya pembangunan yang dilakukan pemkot, sehingga ia ingin tidak ada lagi kabel udara yang merusak pemadangan.

Dicabut : Pihak Provider mencabut sendiri tiang yang akan dilakukan penataan di trotoar sepanjang Jalan Panglima Sudirman.

“Kenapa kabel harus kita tertibkan karena selama ini kan kabel itu kita lihat nggak enak kan. Wong pembangunan di kota sudah menggunakan box culvert yang bisa menampung air, kemudian juga untuk duckting. Jadi kabel di atas dimasukkan ke bawah. Itu ikut membangun, jadi biar rapi,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menegaskan, penataan itu dilakukan secara bertahap. Kali pertama dilakukan di jalan-jalan protokol, namun demikian kedepan akan terus dilakukan di seluruh kota. Karena itu ia meminta pihak provider untuk ikut berkontribusi menata kota. (*)

Posted in Berita | 446 Comments

Walikota Madiun Cek Proyek Pedestrian Milik DPUPR

Cek : Walikota Madiun, Maidi mengajak Kepala OPD melakukan pengecekan pedestrian di Jalan Panglima Sudirman.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) : Walikota Madiun, Maidi melakukan pengecekan proyek saluran dan pedestrian milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) di Jalan Panglima Sudirman depan Pasar Besar Madiun (PBM) hingga Jalan dr. Soetomo, Kamis (18/8).  Pengecekan dilakukan karena ia ingin memastikan pembangunan proyek sesuai kontrak sekaligus menambah fasilitas pelengkap.

Maidi mengatakan, PBM merupakan ikon kota yang menjadi pusat perekonomian masyarakat. Karena itu di sepanjang trotoar dilengkapi kursi dan payung sebagai peneduh.

“Saya kasih tempat duduk dan payung sehingga ketika nunggu belanja dia merasa nyaman dan aman,” ujarnya.

Dibenahi : Walikota Madiun, Maidi memberikan sejumlah catatan kepada pelaksana proyek untuk memperbaiki dan menambah fasilitas pelengkap pedestrian.

Tidak hanya kursi dan payung, Pemkot juga akan melengkapi lampu penerangan. Ini mengingat para pedagang PBM memulai beraktifitas sejak pukul 00.00 WIB. Jika fasilitasnya lengkap, maka ia meyakini akan banyak pengunjung yang datang ke Kota Madiun.

“Tapi kalau orang lain bilang belanja disini susah, fasilitasnya susah ya mesti nggak akan datang. Makanya pemerintah hadir untuk melengkapi fasilitas,” ucapnya.

Maidi menegaskan, semua trotoar yang dibangun Dinas PUPR dikonsep sama layaknya pedestrian di kawasan Pahlawan Street Center (PSC). Bedanya, di PSC ada sejumlah bangunan replika enam negara. Namun demikian trotoar yang dibangun Pemkot saat ini sudah menyambung mulai PSC, Jalan Panglima Sudirman, Jalan dr. Soetomo, Jalan Kompol Soenaryo kembali ke Jalan Pahlawan.

“Kalau rute awal lewat Jalan Pahlawan itu kan bisa nyambung sampai ke stasiun lewat Jalan dr. Soetomo sehingga dia bisa melihat pemandangan yang baru,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 512 Comments

Dirgahayu ke-77 RI

Segenap keluarga besar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengucapkan Dirgahayu ke-77 Indonesia, ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’.

Posted in Berita | 477 Comments