Kejaksaan Lakukan Monev Proyek Strategis Pemkot Madiun

Tim PPS Kejaksaan Negeri kota Madiun saat meninjau progres pembangunan pondok lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Tim pengamanan pembangunan proyek strategis (PPS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun terus mengawal sejumlah proyek pemkot. Baru-baru ini, tim tersebut meninjau pembangunan Pondok Lansia Jalan Bhakti Wijaya, Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen serta di proyek peningkatan bangunan pelengkap Masjid Kuncen Jl. Argo Dali dan Jl. Retno Dumilah.

Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun Dicky Andi Firmansyah mengatakan, secara berkala, petugas dari kejaksaan melaksanakan pengecekan terhadap proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkot Madiun. Tujuannya sebagai pencegahan tindak pidana korupsi.

“Kami berpesan kepada pelaksana kegiatan dan konsultan pengawas, agar fokus dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dan menjaga kualitas proyek serta pekerjaan tersebut agar dilaksanakan sesuai time scedhule yang telah ditentukan,” ujarnya, Rabu (3/5).

Kasi Intelijen Kejari kota Madiun, Dicky Andi Firmansyah saat melakukan monev proyek di kawasan Masjid Kuncen, Madiun.

Apalagi menurut Dicky, hampir di seluruh Kota Madiun mengalami cuaca yang sangat panas dan curah hujan yang cukup tinggi sehingga sedikit menghambat pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) merupakan bagian dari peran Intelijen Penegakan Hukum Kejaksaan khususnya Kejari Kota Madiun sebagai upaya untuk mendeteksi dini dan peringatan dini (early warning). Tujuannya tak lain dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan serta keamanan di bidang pembangunan strategis  daerah.

“Sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” ucapnya.

Dicky menegaskan, monitoring dan evaluasi di area proyek yang telah ditetapkan sebagai Proyek Stategis Kota Madiun rutin dilakukan. Itu berdasarkan Keputusan Walikota Nomor: 050.401.023/268/2022 tanggal 16 Desember 2022 Tentang Paket Pekerjaan Strategis Pemerintah Kota Madiun Tahun Anggaran 2023. (*)

Posted in Berita | 1 Comment

Penandatanganan Pakta Integritas PPS, Ini Pesan Kejaksaan

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun melakukan penanda tanganan pakta integritas kegiatan pengamanan proyek strategis (PPS) daerah Kota Madiun, Rabu (3/5). Yakni proyek Pembangunan Normalisasi saluran depan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun.

Penanda tanganan tersebut dilaksanakan oleh Plt Kepala Dinas PU Kota Madiun selaku Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Inspektorat Kota Madiun, Penyedia Jasa, Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana dan Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (Tim PPS) Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Acara berlangsung di Ruang Rapat DPUPR Kota Madiun, kompleks Gedung Graha Krida Praja.

“Melalui penandatanganan Pakta Integritas ini, para pihak diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ujar Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Dicky Andi Firmansyah, Kamis (4/5/2023).

penandatanganan pakta integritas pengamanan proyek strategis pemkot berlangsung di ruang rapat kantor DPUPR, gedung Graha Krida Praja.

Tak hanya itu, tetapi juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan keterbukaan dan kejujuran, memperlancar pelaksanaan tugas pekerjaan yang berkualitas, efektif, efisien dan akuntabel. Dengan demikian hasil pekerjaan Proyek Strategis Daerah dapat tepat mutu, waktu dan kualitas.

Jaksa Agung RI melalui surat nomor : B-151/A/SUJA/10/2019 tanggal 30 Oktober 2019 perihal Petunjuk Dalam Rangka Optimalisasi Tugas, Fungsi dan Kewenangan Kejaksaan RI, menegaskan bahwa arah kebijakan penegakan hukum dalam mendukung Pembangunan dilakukan antara lain melalui pendekatan pencegahan (preventif), dan penindakan (represif) yang saling sinergis, komplementer, terintegrasi dan proporsional dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi.

Posted in Berita | 444 Comments

DPUPR Turunkan Alat dan Personel Antisipasi Genangan Air

DPUPR menerjunkan alat berat dan personel untuk mengantisipasi genangan air.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun bergerak cepat setelah adanya genangan air di beberapa lokasi Kota Madiun akibat diguyur hujan pada Kamis (27/4) sore. Genangan pun tidak berlangsung lama, setelah petugas melakukan berbagai upaya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, genangan air itu berawal meluapnya air sungai di gang Sendang Barat, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo. Hulunya mulai dari belakang Pasar Besar Madiun dan hilirnya ke pintu air Jalan Pandan.

Luapan itu disebabkan karena adanya bangunan penutup saluran yang dibangun warga di gang Sendang ambrol. Dampaknya menutup aliran yang mengakibatkan terjadinya genangan air. Kondisi itu diperparah dengan tingginya curah hujan di Kota Madiun.

“Genangan air itu sebenarnya tidak lama, beberapa menit saja sudah surut atau hilang. Dan penangananya tadi pagi saya turun ke lapangan, saya turunkan excavator sehingga untuk kedepannya ketika curah hujan tinggi tidak ada gangguan lagi,” ujarnya, Jum’at (28/4).

Suyanto menjelaskan, untuk mengantisipasi hal serupa, pihaknya telah menyiagakan sejumlah peralatan dan personel untuk rutin memantau kondisi di lapangan. Tidak hanya itu, ia juga meminta warga untuk tidak membuang sampah di saluran agar aliran air lancar. (*)

Posted in Berita | 4,684 Comments

Pembangunan Pedestrian Jalan Dr. Soetomo Kembali Dimulai Minggu Depan

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Sejumlah pembangunan proyek di Kota Madiun akan kembali dikerjakan seiring libur lebaran usai. Salah satunya proyek pedestrian di Jalan dr. Soetomo.


Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan pembangunan proyek tersebut sempat terhenti mulai H-7 hingga H+7 lebaran.

Pengehentian sementara itu dilakukan agar pekerjaan di lapangan tidak mengganggu masyarakat yang melintas, maupun yang menikmati mudik di Kota Madiun.


“Mungkin kita jadwalkan minggu depan (Senin.red) pekerjaan yang terhenti karena momen lebaran, kita jadwalkan sudah action kembali,” ujarnya, Kamis (27/4/2023).

Thariq menyebut, meski sempat terhenti progres pembangunan mengalami surplus. Ini lantaran jauh hari pihaknya telah meminta rekanan selaku pelaksana proyek untuk melakukan saving sehingga on progres.


“Masih surplus lah progresnya, karena sebelum libur lebaran sudah dikebut dulu,” tambahnya.


Pembangunan pedestrian di jalan Dr.Soetomo, kata Thariq progresnya sekitar 15 persen dari target 12 persen. Proyek tersebut sesuai kontrak berakhir pada Juli mendatang. Namun demikian pihaknya berupaya agar Juni bisa tuntas dikerjakan.


“Kita upayakan Juni sudah selesai, kita lakukan percepatan lah,” tandasnya. (*)

Posted in Berita | 427 Comments

Silaturahmi dan Do’a Bersama Pemkot Madiun Dipusatkan di Replika Ka’bah

Walikota Madiun menggelar halal bi halal di Replika Ka’bah diikuti ASN, DPRD dan forkopimda agar mereka ikut menikmati hasil pembangunan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengikuti silaturahmi dan Do’a Bersama yang dipusatkan di replika Ka’bah kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). PRC tersebut merupakan salah satu tempat wisata ikonik di Kota Madiun yang berhasil dibangun DPUPR.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, pihaknya sengaja menggelar acara tersebut di seputar replika Ka’bah agar seluruh ASN bisa menikmati hasil pembangunan.

“Maka disini ini semua kegiatan keagamaan silahkan digunakan. Jangan sampai ada ASN yang belum menikmati (hasil pembangunan.red), padahal  orang lain saja sudah menikmati. Ya menikmati panasnya, menikmati keindahannya dan menikmati kulinernya,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini berpesan usai Iful Fitri ini, seluruh ASN di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) saling bersinergi untuk memajukan kota. Tidak hanya itu abdi negara juga diingatkan untuk langsung menge-gas pelayanannya kepada masyarakat.

“Tidak hanya PRC, ASN yang hadir ini setelah acara ini saya ajak ke kampung Eropa dan ke Singapura (replika Merlion.red) tanpa tiket,” katanya sembari tertawa. (*)

Posted in Berita | 459 Comments

Proyek Revitalisasi Trotoar Kawasan Masjid Kuncen Ditarget Tuntas Agustus

Dikebut : Petugas sedang menyelesaikan pekerjaan proyek revitalisasi trtoar di kawasan Masjid Kuno Kuncen.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek revitalisasi trotoar di kawasan Masjid Kuno Kuncen, Kota Madiun terus dikebut. Bahkan proyek tersebut ditargetkan tuntas pada Agustus mendatang atau dikerjakan 150 hari kalender.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, pekan ini pekerjaan yang sudah digali segera dikebut. Yakni, pengecoran dinding bak kontrol dan rabat lantai trotoar.

“Beberapa hari kedepan kan kita sudah memasuki cuti bersama lebaran, makanya pekerjannya kita kebut,” katanya, Kamis (13/4).

Kegiatan itu dilakukan agar ketika hari raya nanti tidak membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar. Seperti diketahui, revitalisasi trotoar ini konsepnya tidak jauh berbeda dengan pedestrian di lokasi lain. Namun ada sentuhan religi, karena masjid bersejarah ini menjadi salah satu objek wisata religi.

Dituntaskan : Proyek pembangunan trotoar di Kawasan Masjid Kuncen, Kota Madiun ditargetkan selesai Agustus tahun ini.

Rencananya, trotoar akan dilebarkan menjadi 2,5 meter di sisi timur dan 1,5 meter di sisi selatan. Pun, ada tambahan utilitas. Seperti pohon, lampu, payung dan kursi agar lebih estetik. Adapun panjang total pedestrian 900 meter.

Ketinggian trotoar rata-rata 25 sentimeter dari permukaan aspal. Lantai trotoar bermaterial granit. Pun, dilengkapi bak kontrol untuk memaksimalkan sistem drainase kawasan. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp 2,2 miliar di APBD 2023. (*)

Posted in Berita | 455 Comments

Jelang Lebaran, Proyek Pemeliharaan Jalan di Kota Madiun Tuntas

Mulus : Ruas jalan di Kota Madiun dipastikan mulus saat lebaran tahun ini.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Ruas jalan di Kota Madiun kian mulus. Ini seiring proyek pemeliharaan jalan sepanjang puluhan ribu kilometer tengah berlangsung. Rencananya, proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat dikebut sepekan sebelum Lebaran mendatang.

“Ada empat paket proyek yang sudah berjalan bersamaan. Insya Allah H-7 lebaran sudah mencapai angka 90 persen selesai,” kata Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, Selasa (11/4).

Thariq menyebut, saat ini progres pengerjaan proyek senilai Rp13,5 miliar dari APBD itu menyentuh 60-70 persen selesai. Total ruas jalan yang dimuluskan kembali sepanjang 10,978 kilometer. Rinciannya paket I sepanjang 2,432 kilometer. Meliputi, Jalan Tanjung Manis, Tumpak Manis, Pondok Manis, Sanggar Manis, Tilam Sari, Moch. Noer, Tanjung Raya, Taman Praja dan PG Kanigoro.

“Untuk paket I sudah ada sepuluh ruas jalan sudah selesai pelaksanaan,” tambahnya.

Jalan Tilam Sari Kota Madiun kondisinya mulus.

Untuk paket II, lanjut Thariq, sepanjang 2,537 kilometer. Yakni, Jalan Merak Barat, Merak Selatan, Jenggolo, Timur Lapangan Winongo, Gajah Mada, dan Majapahit. Paket III sepanjang 3,751 kilometer atau 19 ruas jalan.

Di antaranya, Jalan Tawang Arum, Tawang Mulyo, Raden Patah Timur, Raden Patah Barat, Pilang Karsa, Sri Cempaka serta Kemuning. Paket IV sepanjang 2,258 kilometer meliputi Jalan Raya Kelun, Maskumambang Gang I dan Gang II.

“Paket-paket ini beda dengan penambalan jalan berlubang yang hanya menyasar titik terterntu. Kalau ini sasarannya ruas jalan,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, DPUPR sengaja mengebut pengerjaan karena proyek fisik dijadwalkan berhenti mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Atau libur selama 14 hari. Meski begitu, pihaknya optimistis pelaksanaan sejauh ini tanpa kendala.

“Insya Allah selesai sesuai jadwal. Kalau belum tuntas, minimal persentase kekurangan pekerjaan hanya sedikit,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 432 Comments

Tim KPK Cek Langsung Pembangunan Pondok Lansia

Dicek : Tim KPK Cek Proyek Pembangunan Pondok Lansia Kota Madiun.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengecek langsung pembangunan proyek pondok lansia di kawasan Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kota Madiun Rabu sore (5/4). Ini mengingat proyek senilai Rp 9,7 Milyar itu merupakan salah satu dari 20 proyek strategis Pemkot Madiun.

Satgas 2, Direktorat 3 Koordinasi dan Supervisi KPK, Irawati mengatakan, pengecekannya ke proyek pembangunan pondok lansia itu dilakukan karena tim anti rasuah itu ingin melihat progres pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Apalagi anggaran yang digelontorkan Pemkot Madiun cukup besar.

“Jadi kami kesini itu sebagai upaya mitigasi resiko (terjadinya korupsi.red) pada proyek strategis yang dijalankan Pemkot Madiun,” ujarnya.

Ira menyatakan, meski tim KPK tidak bisa melihat secara progres hingga selesai, tetapi mereka ingin diberikan keyakinan terhadap progres proyek strategis sesuai yang ditetapkan pemda. Dengan harapan sudah melalui mitigasi risiko join audit atau mitigasi risiko provity audit oleh inspektorat.

Monitor: Tim KPK melakukan upaya pencegahan korupsi di Kota Madiun.

Apalagi menurutnya secara umum di Indonesia masih sering terjadi potensi resiko korupsi khususnya di pengadaan barang dan jasa. Karenanya sedari awal tim Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK ingin duduk bersama dengan Pemda untuk melakukan mitigasi agar tidak terjadi potensi korupsi ke depannya.

“Kenapa kami lakukan ini karena kami ingin melakukan koordinasi upaya perbaikan sistem di pemda,” tambahnya.

Sementara itu Inspektur Inspektorat Kota Madiun, Gaguk Hariyono menyatakan, kedatangan tim KPK di proyek strategis pemkot itu untuk melakukan pencegahan korupsi. Pun menurutnya, tim KPK sendiri yang menginginkan untuk mengecek langsung ke proyek pembangunan pondok lansia.

“Jadi kesini dalam rangka pencegahan, monitor dan mengevaluasi yang sudah berjalan dan semuanya baik, tidak ada permasalahan,” ucapnya.

Kesempatan yang sama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) yang juga Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, Suwarno menjelaskan bahwa Pemkot telah meminta pendampingan aparat penegak hukum (APH) dalam pembangunan proyek tersebut. Pun juga meminta monitoring inspektorat serta KPK.

“Tadi sudah kami sampaikan terkait teknis pelaksanaan, mulai proses perencanaan, audit dari inspektorat. Kemudian sebelum masuk tender juga sudah kami sampaikan tinggal setelah pelaksanaan di proses tender selesai kan tinggal di lapangan nah beliau itu mengecek dan menyuport bahwa proyek strategis yang dicanangkan pak walikota dapat dukungan dari KPK,” tambahnya.

Suwarno menjelaskan, sejatinya ada 20 proyek strategis Pemkot Madiun. Hanya saja, pemkot konsen terhadap 10 proyek, termasuk pembangunan pondok lansia. Saat ini progres di lapangan cukup menggembirakan karena mengalami surplus. Dari target 6,97 persen, terealisasi 7,51 persen atau surplus 0,53 persen. (*)

Posted in Berita | 446 Comments

Penyempurnaan Kawasan PBC Kota Madiun Alami Surplus

Penyempurnaan kawasan PBC Kota Madiun mengalami surplus.

KOTA MADIUN (Dinas PUPR) –  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun terus menyempurnakan kawasan Pahlawan Bisnis Center (PBC). Mengingat lokasi itu digadang-gadang menjadi window display Jawa Timur bagian barat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pamudi mengatakan, PBC nantinya dilengkapi berbagai fasilitas yang modern.

Saat ini, lanjutnya, progres di lapangan cukup menggemberikan. Bahkan, terbilang surplus dari target yang ditetapkan. Pekan ini dari yang ditargetkan 8,26 persen, progresnya justru mencapai angka 9,16 persen.

‘’Jadi ada percepatan 0,9 persen, ini berarti mengalami surplus,” katanya, Rabu (5/4).

Uut sapaan akrab Sulistya Pamudi menjelaskan, bahwa pekan ini pelaksana proyek telah menangani sejumlah pekerjaan. Di antaranya, pemasangan rigid beton, tembok kamar mandi dan ruang ganti, hingga strous pagar. Selain itu, rekanan juga mulai mengerjakan roll pipa membran. Pun pekerjaan panggung juga masih berjalan.

“PBC yang baru nantinya akan memiliki panggung mewah,” tambahnya.

Proyek senilai Rp 4,44 miliar ini ditarget selesai dalam waktu lima bulan. Uut optimistis rekanan dapat menuntaskan pekerjaannya hingga klir sebelum deadline yang sudah ditetapkan. 

“Kami upayakan sebelum habis kontrak, proyek ini bisa selesai,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 448 Comments

Proyek Pondok Lansia Kota Madiun Sentuh 4,52 Persen

On Progres : Walikota Madiun, Maidi menyebut pembangunan pondok lansia on progres alias jalan terus sesuai schedule yang telah ditentukan.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan pondok lansia di kawasan Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kota Madiun on progres. Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memaksimalkan pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan data yang ada, pekerjaan di lapangan menyentuh angka 4,52 persen. Prosesnya ialah pengurukan lahan setelah sebelumnya dilakukan pengukuran oleh petugas.

“Pondok lansia jalan terus. Kemarin sempat ada truk uruk keplentong disitu. Tak tungguin terus disana, pengerjaannya on progres pokoknya,” ujarnya, Senin (27/3).

Pembangunan pondok lansia itu merupakan salah satu proyek strategis Pemkot Madiun. Karenanya ia tidak ingin asal-asalan. Bahkan untuk menyukseskan proyek tersebut, pemkot menggandeng kejaksaan negeri (Kejari) setempat untuk melakukan pendampingan.

“Saya sudah janji kan kepada para lansia. Jadi tahun ini sudah bisa digunakan walaupun belum penuh,” tambahnya.

Sementara itu Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, tahap pengurukan lahan butuh waktu cukup lama. Sebab, progresnya juga tergantung ketersediaan material uruk. Diperkirakan butuh waktu dua hingga tiga bulan.

Menurut Uut, saapaan akrabnya, pembangunan pondok lansia memanfaatkan lahan seluas 12.000 meter persegi. Pun, seluruh lahan perlu diuruk lantaran sebelumnya berupa lahan sawah. Ketinggian urukan berkisar 70 sentimeter.

“Insya Allah Oktober nanti selesai,’’ ucapnya.

Selain pengurukan, tahun ini ada paket proyek pembangunan pondok lansia. Meliputi pagar, bangunan pondok serta lanskap. Estimasi waktu pengerjaan total sekitar tujuh bulan. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp 9,4 miliar.

“Paket ini belum termasuk masjid. Sebab, beda paket pekerjaan. Untuk masjid nanti anggarannya Rp3,5 miliar di APBD 2023. Untuk pengembangan akan dikerjakan bertahap,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 487 Comments