Pembangunan Trotoar Jalan dr Soetomo Sentuh 20 Persen

On Progres : Pengerjaan proyek trtoar di Jalan dr. Soetomo menyentuh 20 persen.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek revitalisasi pedestrian di kawasan Jalan dr Soetomo Kota Madiun terus dikebut. Saat ini pedestrian yang dibangun sepanjang 800 meter itu progresnya telah mencapai 15-20 persen.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, percepatan terus dilakukan untuk mengantisipasi penghentian sementara pekerjaan fisik saat hari raya Idul Fitri nanti.

“Secara progres untuk pembangunan trtoar sisi barat itu sekitar 15-20 persen,” katanya, Jum’at (24/3).

Thariq menyebut, untuk pembangunan pedestrian sisi barat itu, melanjutkan proyek yang sebelumnya ada. Yakni dimulai dari simpang tiga jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Jawa. Saat ini, lanjutnya, pembongkaran trotoar lama hingga perbaikan saluran dan pembuatan bak kontrol telah menyentuh depan RSUD dr Soedono.

“Lebar trotoar rata-rata 3,5 meter. Dengan ketinggian dari permukaan aspal sekitar 25-30 sentimeter,” tambahnya.

Konsep dan material pedestrian tak jauh beda dengan trotoar pedestrian yang telah dibangun sebelumnya di lokasi lain. Lantai trotoar berbahan granit agar lebih kuat dan tidak licin. Pun, ramah disabilitas dan lansia. Pekerjaan diperkirakan selesai Juli mendatang.

‘’Selain penyesuaian kawasan, kondisi trotoar lama tidak layak untuk pejalan kaki atau banyak titik kerusakan,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 434 Comments

Pembangunan Trotoar Jalan dr Soetomo Kota Madiun Dimulai

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pedestrian di tengah Kota Madiun tahun ini akan tersambung. Ini setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai mengerjakan pembangunan trotoar di Jalan dr. Soetomo sisi barat. Konsep pembangunannya sama seperti pedestrian yang dibangun di sepanjang Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) depan Pasar Besar Madiun (PBM).

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, saat ini prosesnya mulai dilakukan pembongkaran trotoar lama. Pekerjaan trotoar, nantinya dimulai dari simpang tiga Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Jawa.

“Ini pekerjaannya yang sisi barat dulu, dari pertigaan Jalan Pangsud sampai Jalan Jawa. Jadi nanti trotoar itu nyambung dengan trotoar yang ada di Pahlawan Street Center (PSC),” ujarnya, Rabu (8/3).

Dimulai : DPUPR memulai pembangunan trtoar di Jalan dr. Soetomo sisi barat.

Rencananya, pembangunan trotoar tersebut sepanjang 800 meter. Lebar mencapai 3,5 meter dengan tinggi 25-30 sentimeter dari permukaan jalan dengan anggaran sekitar Rp3,5 miliar.

“Target selesai dalam lima bulan, tapi kita upayakan Juli sudah selesai,” tambahnya.

Thariq menegaskan selain sudah masuk dalam perencanaan, kondisi trotoar di Jalan dr Seotomo butuh perbaikan. Rencana itu pun telah melalui sejumlah kajian dari berbagai aspek yang mengacu penataan kota berbasis Wahana Tata Nugraha. Lebar badan jalan yang trotoarnya ditata diklaim masih layak. Alias tidak mereduksi volume jalan. (*)

Posted in Berita | 395 Comments

DPUPR Revitalisasi Trotoar di Kawasan Masjid Kuncen

Dipermak : DPUPR akan memermak trtoar di kawasan Masjid Kuncen.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini akan memermak trotoar di kawasan Masjid Kuno Kuncen. Bangunan yang ada akan direvitalisasi menjadi jalur pedestrian.

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, konsep pembangunannya tidak jauh berbeda dengan pedestrian yang sudah ada saat ini. Hanya saja, akan ada sentuhan religi mengingat salah satu masjid bersejarah di Kota Madiun ini tengah dipercantik dengan pembangunan menara.

“Saat ini masih proses lelang, diperkirakan akhir Maret nanti sudah tanda tangan kontrak. Target pengerjaanya lima bulan (Agustus.red), tapi kita upayakan Juli sudah selesai,” ujarnya, Selasa (7/3).

Thariq menjelaskan, pedestrian dibangun di jalan sisi timur dan selatan masjid. Hanya saja lebarnya tidak sama. Di jalan sisi timur lebarnya 2,5 meter. Sedangkan sisi selatan hanya 1,2 meter.

“Prinsipnya, lebar trotoar kami sesuaikan volume jalan,” terangnya.

Adapun panjang total 900 meter. Untuk ketinggian trotoar rata-rata 25 sentimeter dari permukaan aspal. Lantai trotoar menggunakan material granit. Pun, dilengkapi bak kontrol untuk memaksimalkan sistem drainase kawasan atau mengantisipasi genangan air. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar di APBD 2023. (*)

Posted in Berita | 438 Comments

DPUPR Akan Bangun Ruang VIP dalam Kereta di BCC

Indah : DPUPR akan membangun ruang VIP di dalam kereta mirip Shinkansen di kawasan BCC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun tidak berhentinya berbenah. Kali ini pusat kuliner di dalam gerbong kereta Jalan Bogowonto, kembali dipercantik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan membangun kereta mirip kereta cepat Shinkansen yang ada di Sumber Wangi sekaligus sebagai gapura di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC) yang mengarah ke Jalan Kutai.

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, kereta tersebut dibangun untuk ruang VIP. Pun nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk ruang rapat maupun pertemuan.

“Itu bangunannya permanen. Intinya dibikin kereta di atas. Jadi gapuranya ya include dengan itu,” ujarnya, Senin (6/3).

On Proses : Pembuatan ruang VIP di kawasan BCC masih dalam proses.

Saat ini kata Thariq, masih dalam proses review perencanaan. Kemungkinan dua minggu lagi bisa dimulai pengerjaannya dan Agustus nanti diharapkan tuntas dikerjakan. Pun untuk merealisasikan itu, Pemkot Madiun menganggarkan sekitar Rp2 miliar.


Adapun kereta yang akan dibangun itu tingginya sekitar 5 meter dari aspal. Kemudian lebarnya 3,5 meter dengan panjang 18 meter.

“Kita harus sharing juga dengan INKA, karena yang mengetahui soal perkeretaapian,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 530 Comments

DPUPR Kota Madiun Mulai Bangun Pondok Lansia

Diukur : Petugas melakukan pengukuran di lokasi pembangunan Pondok Lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan Pondok Lansia Kota Madiun kini mulai berproses. Tahap awal, petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pengukuran lokasi pembangunan, di seputar kawasan lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, pengukuran itu dilakukan untuk menentukan ketinggian pengurugan. Pun ditargetkan tuntas minggu ini.

“Insya allah kalau tidak ada kendala, minggu depan kita jadwalkan pengurugan dengan luasan 13 ribu meter persegi,” ujarnya, Selasa (28/2).

Uut sapaan Sulistya Pambudi menyatakan, setelah tahapan itu tuntas, DPUPR akan melakukan rapat teknis untuk menentukan titik atau patokan sebelum dilakukan pembangunan. Setelah disepakati, baru dilakukan stripping dan pengukuran ulang untuk menentukan volume.

Fokus : Pengukuran ditargetkan tuntas minggu ini untuk menghitung ketinggian volume pengurugan lahan yang akan dibangun Pondok Lansia.

“Ketinggian urugan sekitar 0,7 meter, tapi itu nanti bisa berubah lagi,” tambahnya.

Ia menegaskan, proses pengurugan belasan ribu meter persegi itu nantinya ditargetkan selesai dalam waktu 2-3 bulan. Ini mengingat proyek pembangunan pondok lansia itu dimulai awal Maret dan ditargetkan tuntas Oktober mendatang.

“Itu nanti kan tergantung urug yang tersedia juga. Sesuai kontrak itu sebetulnya November pembangunan pondoknya selesai, tapi target kita Oktober mudah-mudahan bisa selesai,” ucapnya.

Uut menjelaskan, di lokasi itu akan ada dua unit pondok lansia masing-masing dibangun satu lantai. Setidaknya dua unit pondok itu bisa menampung sekitar 80-an lansia. Pembangunan pondok lansia itu tahun ini dianggarkan sekitar Rp9,4 Miliar. Belum termasuk pembangunan masjid.

“Untuk masjidnya belum termasuk, nanti dianggarkan terpisah,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 443 Comments

DPUPR Akan Bangun Lapak Permanen di Kawasan PRC

Estetik: DPUPR tahun ini akan membangun lapak permanen bagi UMKM.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali menata tenda UMKM di Kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Artinya pelapak yang menempati lokasi itu tidak lagi menggunakan tenda, melainkan akan dibuatkan tempat lapak permanen.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, kemungkinan minggu depan sudah dikirim ke unit layanan pengadaan (ULP) untuk dilelang.

“Ya paling sebulan setelah itu bisa dimulai pengerjaan,’’ katanya, Kamis (23/2).

Lelang : Minggu depan proyek tersebut masuk lelang.

Uut, sapaannya, menyebut desain lapak untuk kawasan PRC tersebut juga berciri timur tengah. Hal itu sengaja agar setema dengan kawasan mushola Ka’bah. Seperti penataan tenda saat ini, pembangunan lapak permanen tersebut nantinya juga ada di kanan dan kiri musala Ka’bah.

Jumlahnya sementara ada 20 lapak. Namun jumlah itu masih bisa berubah. Uut menyebut desain masih sedikit ada perubahan. Untuk anggaran pembangunannya sekitar Rp3 miliar.

‘’Kemarin masih ada sedikit perubahan desainnya. Ini masih kita hitung lagi jumlahnya. Tapi paling tidak ada sepuluh di kanan dan kiri. Dimungkinkan ada penambahan,’’ tuturnya.

Seperti diketahui, Walikota Madiun, Maidi berencana memberikan fasilitas kepada pedagang di kawasan PRC. Ide itu semakin mengemuka usai walikota melaksanakan umrah beberapa waktu lalu. Di sana walikota mendapati ada penataan lapak umkm di kawasan wisata. Karenanya, Maidi ingin menerapkannya di Kota Pendekar.

‘’Selain di kawasan PRC, kita juga tengah mengerjakan rehab untuk kawasan Pahlawan Bisnis Center (PBC),’’ pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 434 Comments

DPUPR Lakukan Penambalan Jalan Berlubang

Ditambal : Petugas DPUPR melakukan penambalan jalan berlubang yang menjadi keluhan warga.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun merespon keluhan masyarakat terkait adanya jalan berlubang yang menjadi coverage area Kota Madiun. Setidaknya ada 120 jalan berlubang di sepanjang jalan protokol yang saat ini masih dalam proses penambalan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, 120 titik jalan berlubang itu di antaranya di Jalan Mastrip, Jalan Abdurrahman Saleh maupun di Jalan Gajah Mada. Sebelum dilakukan penambalan, petugas DPUPR melakukan identifikasi. Kemudian ditandai, baru dilakukan penambalan.

Ditandai : Jalan berlubang di Kota Madiun ditandai terlebih dahulu sebelum dilakukan penambalan.

“Intinya ini demi keamanan pengguna jalan, karena kalau berlubang takutnya ada yang jatuh,” ujarnya, Rabu (22/2).

Penambalan ini kata Thariq masuk dalam pemeliharaan rutin jalan. Pun untuk penambalan itu dianggarkan sekitar Rp70 juta dari APBD 2023.

“Kita targetkan sebelum lebaran itu tidak ada jalan berlubang,” tambahnya.

Setidaknya, DPUPR memiliki 22 orang petugas yang masuk dalam tim pemeliharaan jalan. Mereka dibagi beberapa tugas, di antaranya melakukan inspeksi dan survei jalan, penambalan jalan maupun pemeliharaan lain seperti pembersihan bahu jalan.

Sigap : Penambalan jalan berlubang ditargetkan segera tuntas demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Disatu sisi ia juga mengharapkan partisipasi masyarakat, ketika mengetahui keberadaan lubang-lubang jalan agar disampaikan ke DPUPR untuk segera ditindaklanjuti. Yang menjadi skala prioritas untuk dilakukan penambalan, kata Thariq, diutamakan di jalan protokol terlebih dahulu.

“Prioritas kita di jalan protokol dulu sepanjang jalan kota, toh nanti ke jalan lingkungan juga. Kita upayakan semaksimal mungkin lah untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 433 Comments

Tahun Ini DPUPR Memermak Kawasan PBC

Dipermak : Kawasan PBC Kota Madiun tahun ini kembali akan dipercantik.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini kembali akan memermak kawasan Pahlawan Business Center (PBC) di seputar lapangan Pelti, Jalan Jawa. Lokasi itu nantinya akan dikonsep lebih bagus karena digadang-gadang menjadi window display Jawa Timur bagian barat.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, surat perintah mulai kerja (SPMK-nya) per 14 Februari lalu. Pun saat ini masih berproses. Kemungkinan, proyek tersebut dikerjakan dalam waktu lima bulan.

“‘Insya Allah Juli selesai,” ujarnya, Rabu (22/2).

Menurut Uut, sapaat akrab Sulistya Pambudi, kawasan PBC itu setidaknya menyedot anggaran sekitar Rp4,7 miliar dari APBD 2023. Konsepnya, atapnya berbahan membran yang memiliki ketahanan baik serta tampilan unik. Pun akan ditambah atau diperluas ke sisi barat.

“Jadi butuh waktu untuk produksi, kemudian pengiriman hingga pemasangan atap membran kemungkinan memakan waktu cukup lama. Sebab, materialnya harus didatangkan dari Bekasi, Jawa Barat,” tambahnya.

Proyek tersebut, kata Uut, merupakan penyempurnaan kawasan yang telah dibangun tahun lalu. Sesuai arahan Walikota, Maidi, fasilitas umum tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan kawasan Pahlawan Street Center (PSC). (*)

Posted in Berita | 440 Comments

Penertiban Kabel Semrawut di Kota Madiun Terus Berlanjut

Sejumlah pekerja tengah membuat jalur untuk menanam kabel sistem ducting.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Penertiban kabel utilitas udara di Kota Madiun hingga saat ini terus berlanjut. Tidak hanya di tengan kota, kini mulai menyasar di pinggiran kota, seperti halnya di Jalan Slamet Riyadi.


Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat menggali sebagian aspal di ruas jalan tersebut. Ini dilakukan karena kabel udara akan ditanam di bawah tanah dengan sistem ducting agar tidak terkesan semrawut.


“Yang jelas program penataan kota ini akan terus kita lakukan biar kota ini indah, kabelnya tidak semrawut. Ya kita terapkan sistem ducting,” ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUPR, Thariq Megah, Senin (20/2).

Dikebut : Penanaman kabel sistem ducting ini dilakukan untuk menjaga estetika kota.


Menurut dia, keberadaan tiang dan kabel semrawut tidak linier dengan program pemkot dalam mempercantik wajah kota. Sehingga, pemindahan mendesak dilakukan. Pun, sejatinya telah disepakati bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).


“Kami minta kesediaan dan dukungan dari provider, agar proses ini cepat selesai,” tambahnya.


Sementara, Jhon Jeffri, project manager rekanan yang menggarap ducting ini menambahkan, bakal menggali jalan sepanjang 30 kilometer di 33 ruas jalan Kota Madiun. Galian tersebut sebagai wadah instalasi kabel utilitas udara. Ia menargetkan, pekerjaan tersebut tuntas dalam waktu enam bulan kedepan.


‘’Sementara kami targetkan menggali sepanjang 100 hingga 150 meter dulu per hari,’’ pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 437 Comments

Proyek Revitalisasi Trotoar dr Soetomo Masuk Tender

Revitalisasi : DPUPR Kota Madiun akan melakukan revitalisasi di pedestarian Jalan dr. Soetomo.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tahun ini Kembali melanjutkan pembangunan proyek pedestrian. Kali ini berada di Jalan dr. Soetomo sisi barat, tepatnya mulai simpang tiga Jalan Panglima Sudirman hingga ke Jalan Jawa.

Proyek tersebut awal Februari ini sudah masuk tender. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, pedestrian yang akan dibangun di lokasi itu kurang lebih sepanjang 800 meter. Lebarnya bervariasi rata-rata 3,5 meter.


Kemudian tinggi pedestrian dari permukaan badan jalan sekitar 25-30 sentimeter. Thariq menyebutm konsep serta material kurang lebih sama dengan trotoar yang sudah dibangun sebelumnya.


“Kami jadwalkan akhir Februari ini sudah ada tanda tangan kontrak dengan rekanan pemenang tender,” ujarnya, Minggu (12/2).


Saat ini, lanjut Thariq, lelang pekerjaan konstruksi bangunan pelengkap Jalan dr Soetomo itu masuk tahap pengumuman pascakualifikasi. Pagu anggarannya sekitar Rp3,5 miliar. Rencananya, pembangunan fisik tersebut mulai dikerjakan awal Maret. Thariq menyebutkan, pekerjaan pedestrian tersebut diperkirakan selesai dalam lima bulan. Artinya, Juli mendatang ditargetkan tuntas dikerjakan.


“Untuk sementara revitalisasi trotoar tahun ini hanya disitu saja,” tambahnya.


Menurut Thariq, revitalisasi pedestrian itu sangat urgen mengingat kondisi trotoar yang ada saat ini butuh perbaikan agar layak untuk pejalan kaki. Seperti yang sudah dibangun sebelumnya, pedestrian baru nanti juga ramah disabilitas dan lansia. (*)

Posted in Berita | 460 Comments