DPUPR Lakukan Rehab Gedung Serbaguna Kelurahan Sogaten

Pembangunan gedung serbaguna Kelurahan Sogaten on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun merespon kebutuhan warga Sogaten akan perbaikan fasilitas umum (fasum) yang tidak layak fungsi. Khususnya gedung serbaguna. Proses rehab bangunan seluas 350 meter persegi itu dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR).


Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, falam rehab tersebut, Pemkot mengalokasikan anggarannya sekitar Rp 410 juta. Menurutnya, gedung serbaguna tersebut memang sudah waktunya rehab. Karena kondisi bangunannya sudah rusak berat.


“Beberapa bagian tertentu rusak berat. Seperti bagian atap dan dinding hampir roboh. Lalu, kondisi keramiknya sudah lepas dan temboknya banyak yang berjamur,’’ ungkap Uut sapaan akrabnya, Rabu (19/7).


Uut menjelaskan, perbaikan hanya mencakup bagian eksisting bangunan. Meliputi perbaikan atap, dinding, keramik, elektrikal bangunan, toilet, hingga pengecetan ulang seluruh gedung.


“Jadi, tidak sampai merubah bentuk bangunan atau gedung,” tambahnya.


Mengenai fungsinya, kata Uut, gedung serbaguna tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain sebagai tempat pertemuan, bisa pula dijadikan untuk olahraga indoor seperti bulu tangkis.


“Pengerjaan sudah kami lakukan sejak pertengahan Mei lalu,’’ ujarnya.


Dia menargetkan, proses rehab bisa selesai sebelum akhir tahun. Pun diakui tidak ada kendala berarti yang dihadapi dalam perbaikannya.


“Jadi, setelah selesai ini, pengelolaannya kami serahkan ke warga. Namun, selama masa pemeliharaan akan terus kami pantau,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 452 Comments

Pedestrian Saluran Pancasila Dikonsep Layaknya Sumber Wangi

Saluran Pancasila Kota Madiun dikonsep layaknya Sumber Wangi.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun membangun jalur pedestrian baru. Konsepnya menutup saluran Pancasila sepanjang 130 meter dan lebar 8,25 meter di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo.

Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suyanto mengatakan, pengerjaan menyentuh pemasangan baja wide flange dan betonisasi. Setelah semuanya beres, kemudian baru dipasangi lantai granit. Model pembangunan ini sama dengan yang ada di Sumber Wangi.

“Nanti, setelah saluran tertutup dibangun pedestrian. Kurang lebih nanti seperti saluran di kawasan Sumber Wangi-Sumber Umis,” ujarnya, Rabu (19/7).

Pembangunan jalur pedestrian dengan menutup saluran itu akan terkoneksi ke Pasar Pancasila yang saat ini sedang direvitalisasi. Karena akan difungsikan sebagai pedestrian, Suyanto memastikan penutupan permukaan atas saluran mengedepankan aspek keamanan. Sebab antara permukaan atas dan dasar saluran memiliki jarak sekitar enam meter.

“Peningkatan saluran ini termasuk mengurangi kawasan kumuh yang ada di Kota Madiun,’’ ujarnya.

Dibutuhkan waktu sekitar 180 hari kalender kerja untuk merampungkan proyek senilai Rp 2,5 miliar tersebut. Pengerjaan telah dimulai Mei lalu dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini.

“Karena progresnya termasuk cepat, kami optimistis pekerjaan selesai tepat waktu bahkan malah lebih cepat,’’ terang Suyanto.

Sebagaimana desain yang ada, di sepanjang kanan-kiri saluran Pancasila itu akan ditembok. Tujuannya untuk menjaga esetetika kawasan. Kemudian di sepanjang lorong tersebut akan ditambahi vegetasi dan fasilitas tempat duduk. (*)

Posted in Berita | 439 Comments

Pasar Pancasila Kota Madiun Akan Direvitalisasi

Pasar Pancasila Kota Madiun akan direvitalisasi.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pasar Pancasila, di Jalan Mayjend Sungkono Kota Madiun akan menjadi ikon wisata belanja baru di Kota Madiun. Revitalisasi pasar yang berada di Jalan Mayjend Sungkono itu masih sebatas perencanaan. Adapun penaatan pasar tersebut akan terkoneksi dengan pembangunan jalur pedestrian baru hasil menutup saluran Pancasila.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, pembangunan Pasar Pancasila dilakukan tahun depan. Sementara, bangunan lama pasar tersebut diratakan.

“Konsepnya menyesuaian penataan kawasan setempat. Saat ini, sebagian bangunan pasar sudah diratakan,’’ katanya, Rabu (19/7).

Menurutnya, bangunan utama Pasar Pancasila mengusung konsep modern dengan dua lantai. Dengan demikian, item pekerjaan hanya mencakup bangunan lantai I dan II serta lanskap. Sementara terkait kebutuhan anggaran belum final karena masih dalam tahap penyusunan dalam perencanaan.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, masing-masing lantai bangunan memiliki luas yang berbeda. Misalnya, lantai I memiliki luas 686 meter persegi yang terdiri dari 30 bangunan kios tertutup, parkir, enam los terbuka serta masing-masing terdapat satu gudang, ruang pengelola dan toilet.

Sedangkan bangunan lantai II memiliki luas 238 meter persegi. Di dalamnya, ada enam unit food court, dua toilet dan satu gudang. Selain itu, lanskap berupa parkir sepeda motor dan mobil.

“Luas total keseluruhan Pasar Pancasila yang tersentuh revitalisasi sekitar 924 meter persegi,’’ tambahnya.

Sesuai konsep penataan kawasan, bagian depan Pasar Pancasila akan dibangun cafetaria. Kemudian, kios akan dibangun memanjang dari timur hingga ke barat.
“Kebetulan pembangunan pasar menunggu pekerjaan di saluran Pancasila selesai dulu,’’ pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 429 Comments

Pembangunan Lapak Rimba Dharma Alami Surplus

Lapak UMKM Kota Madiun di Jalan Rimba Dharma dikonsep menarik.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tengah membangun 10 lapak di kawasan Jalan Rimba Dharma. Saat ini progresnya sangat positif.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan dari rencana 39,1 persen, pengerjaan di lapangan menyentuh angka lebih 52 persen. Artinya proyek tersebut mengalami surplus 13 persen.

“Target selesai 6 September tahun ini. Namun kalau melihat progresnya sangat baik yang surplus 13 persen, mungkin nggak sampai September sudah jadi,” ujarnya, Jum’at (14/7).

Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menyatakan, pembangunan 10 lapak itu bertujuan untuk melengkapi kawasan Rimba Dharma yang rencananya akan dijadikan sentra kuliner oleh Pemkot Madiun. Karena itu pengerjaannya kini terus dikebut, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Konsentrasi kuliner nanti tidak hanya di Jalan Diponegoro tapi juga di Jalan Rimba Dharma,” tambahnya.

Ia menegaskan, 10 lapak yang dibangun menyedot anggaran sekitar Rp1 Miliar. Anggaran itu untuk pembangunan pondasi serta lapak kuliner, aksesoris dan taman singgah.

Masing-masing lapak berukuran 4,8×2,4 meter. Bangunannya terdiri plat baja riser dan rangka besi hollow. Selain pembangunan lapak, di kawasan Rimba Dharma juga dilengkapi dua rest area, seperti taman dan membran untuk tempat makan sekaligus tempat istirahat.

“Konsep antar lapaknya sama,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 442 Comments

DPUPR Kota Madiun Merevitalisasi Menara Masjid Kuncen

Walikota Madiun, Maidi didampingi Kepala DPUPR, Thariq Megah melakukan peletakan batu pertama revitalisasi menara Masjid Kuncen.

KOTA MADIUN (DPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) merevitalisasi menara Masjid Kuncen, di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman. Peletakan batu pertama, dilakukan oleh Walikota Madiun, Maidi, seusai melaksanakan salat Jum’at di masjid setempat, Jum’at (14/7).

Walikota Maidi mengatakan, menara Masjid Kuncen tidak asal direvitalisasi. Melainkan sebelumnya telah dikonsultasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan.

Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah turut melakukan peletakan Batu Peratama revitalisasi Masjid Kuncen.

Artinya, desain pembangunan menaranya tidak meninggalkan konsep cagar budaya yang ada. Sehingga harapannya, Masjid Kuncen semakin ramai pengunjung.

“Walaupun dibangun, tapi tetap disesuaikan dengan ke-cagar budayaannya. Kekunoannya tidak boleh diganggu. Jadi disini itu sudah menjadi magnet, banyak orang luar (Madiun.red) yang datang kesini, makanya kita bangun biar pertumbuhan ekonominya meningkat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengungkapkan, konsep revitalisasi menara Masjid Kuncen mengacu pada kekunoan masjid yang sebelumnya telah dikonsultasikan dengan BPCB Trowulan. Harapannya dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat yang berkunjung ke Masjid Kuncen.

Kabid Cipta Karya DPUPR, Sulistya Pambudi selaku PPK turut melakukan peletakan batu pertama revitalisasi Masjid Kuncen.

“Ini bisa menjadi daya tarik wisatawan religi, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menjelaskan, pondasi footplat atau struktur bawah bangunan menara Masjid Kuncen berukuran 10×10 meter. Kemudian di atasnya atau lantai bawah berukuran 6×6 meter. Sedangkan tinggi menara 18 meter.

“Jadi konsepnya ini berbau Majapahit,” terangnya.

Seperti diketahui, revitalisasi menara Masjid Kuncen dianggarkan sekitar Rp1,3 Miliar dari APBD Kota Madiun tahun 2023. Adapun sesuai kontrak, pembangunannya dilaksanakan selama 150 hari kelander, sejak pertengahan Juli hingga awal Desember mendatang. Revitalisasi menara Masjid Kuncen dilaksanakan oleh CV. Mufakat, dengan pengawas CV. Baruna Putra Konsultan.(*)

Posted in Berita | 448 Comments

Kemenag Ukur Arah Kiblat Pembangunan Masjid di Pondok Lansia

Perwakilan Kemenag Kota Madiun mengukur arah kiblat untuk persiapan pembangunan masjid di kawasan Pondok Lansia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) setempat melakukan pengukuran arah kiblat untuk persiapan pembangunan masjid di Pondok Lansia, kawasan Lapak Bumi Semendung, Senin (3/7). Pengukuran arah kiblat juga disaksikan pihak pelaksana proyek dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun.

Kepala KUA Taman mewakili Kemenag, Pujianto mengatakan, pengukuran arah kiblat mutlak dilakukan ketika hendak membangun masjid. Sebaliknya, ketika arah kiblat ditentukan usai masjid selesai dibangun, dikhawatirkan melenceng.

“Kalau masjidnya sudah dibangun, baru ditentukan (arah kiblatnya.red), bisa-bisa melenceng tidak karuan,” katanya.

Cara penentuan arah kiblat, lanjutnya, harus ditentukan dulu arah utara dan selatan. Selanjutnya menentukan arah barat.

“Berhubung Makah ada di garis lintang utara, sedangkan Madiun berada di lintang selatan, maka ya harus menentukan titiknya di Madiun,” ujarnya.

Pujianto menjelaskan berdasarkan hasil pengukurannya, untuk titik arah kiblatnya 23,2 derajat dari titik barat. Adapun alat ukur yang digunakan di antaranya busur, kompas, dan waterpass.

“Insya Allah ini nanti sudah pasti arah kiblatnya,” tambahnya.

Untuk penandanya, pihaknya memberikan patokan besi di sebelah barat dan timur. Pun nantinya tinggal menarik benang agar siku bangunannya sesuai.

Dia menegaskan, untuk proses pembangunan masjidnya, Kemenag tidak memiliki kewenangan untuk ikut mengawasi. Hanya saja untuk kegiatan yang dilakukan di masjid, Kemenag setempat bersama MUI dan stakeholder terkait akan turut melakukan pengawasan.

“Jadi nanti mengurus ID-nya di Kemenag untuk proses kegiatan-kegiatan di dalam masjid,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 433 Comments

Pembangunan Dermaga Apung Kota Madiun Masuk Tender

Walikota Madiun, Maidi bersama Sekda, Ketua DPRD, dan Kepala DPUPR mengecek lokasi wisata air di Bantaran Kali Madiun beberapa waktu lalu.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun turut mendukung rencana pemkot mengembangkan wisata air di Bantaran Kali Madiun. Tugas DPUPR adalah membangun dermaga apung yang saat ini masih dalam proses tender.


DPUPR mengalokasikan anggaran sekitar Rp 891,5 juta untuk paket pekerjaannya. Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun, Suyanto mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu penunjukan pemenang dan selanjutnya kontrak.


“Ada lima item pekerjaan utama dalam paket pembangunan dermaga apung di Jembatan Manguharjo,” ujarnya, Jumat (30/6).


Meliputi pekerjaan persiapan, tangga, panggung, dermaga apung dan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk konsepnya, akan dibangun tangga trap berbahan wood plastic composite (WPC) hollow dari tanggul atas turun ke tepian sungai.


Selanjutnya, ujung tangga bawah dibangun dermaga dengan konsep apung atau non statis. Tujuannya agar dapat mudah dipindah. Ia memperkirakan proyek tersebut mulai dikerjakan pertengahan Juli.


“Butuh waktu sekitar empat bulan untuk menyelesaikan pembangunan dermaga,’’ katanya.


Menurut Suyanto, seluruh komponen dermaga apung menggunakan material fabrikasi. Sebab, dermaga hanya akan beroperasi di luar musim penghujan atau ketika ada event-event tertentu. Karena bukan pembangunan permanen, maka tidak perlu izin Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.


“Hanya, informasinya kalau untuk pemanfaatan sungai perlu kajian,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 412 Comments

DPUPR Perbaiki Trotoar di Jalan S. Parman

DPUPR memperbaiki trotoar di Jalan S. Parman Kota Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali memperbaiki trotoar yang kondisinya kurang baik. Salah satunya trotoar di Jalan S. Parman, seputar ruang terbuka hijau (RTH) Arum Dalu.


Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, trotoar yang diperbaiki sepanjang 300 meter dengan lebar sekitar 170-an sentimeter. Pengerjaannya telah dimulai tiga pekan lalu.


“Disitu kan ada beberapa trotoar yang kondisinya jelek, itu kita perbaiki kembali,” ujarnya, Jum’at (30/6).


Konsepnya, trotoar yang saat ini dibangun menyerupai pedestrian yang telah diperbaiki sebelumnya depan Carefure Madiun. Pun warnanya juga disamakan. Termasuk ada beberapa kanstin yang diganti agar senada dengan trotoar yang selama ini ada.


“Kalau anggarannya sekitar Rp300 juta,” tambahnya.


Proyek perbaikan trotoar di Jalan S. Parman itu nantinya menyambung sampai ke rel Sukosari. Pun saluran terbuka di depan Taman Obor juga ditutup.


Menurut Trariq, perbaikan trotoar itu dilakukan untuk mengembalikan fungsi asalnya, yakni untuk pejalan kaki. Selain mengedepankan faktor keamanan pengguna jalan, pembangunan trotoar juga memperhatikan dari segi estetika.


“Jadi fungsi dasar trotoar itu untuk fasilitas pejalan kaki biar aman dan nyaman. Makanya kita juga memperhatikan dari sisi keindahannya juga,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 437 Comments

Waspada, Aksi Penipuan Mengatasnamakan Kepala DPUPR

Waspada : Masyarakat diminta waspada Aksi penipuan mengatasnamakan pejabat Pemkot Madiun.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Masyarakat Kota Madiun diminta waspada. Sebab aksi dugaan penipuan mengaku pejabat di lingkup Pemerintah Kota Madiun kembali terjadi.

Kali ini ada aksi penipuan yang dilakukan oknum mengatasnamakan dua orang pejabat. Masing-masing mengaku sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah serta mencatut nama Kepala Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, Jemakir.

Seperti kejadian serupa sebelumnya, pelaku melakukan aksinya melalui aplikasi chatting WhatsApp (WA) dengan mengatasnamakan sebagai pejabat terkait. Bahkan di foto profilnya memakai foto pejabat terkait untuk meyakinkan calon korban.

‘’Pertama ada laporan dari salah seorang kabid saya sekitar siang. Dia mengkonfirmasi apakah saya berganti nomor. Karena ada WA masuk dengan nomor baru,’’ kata Thariq, Selasa (20/6).

Thariq pun langsung membantah. Dia juga tidak memperdulikan. Namun, menjelang sore dia mendapat laporan kembali dari dua kabid lainnya. Nomor yang mengirim pesan tersebut juga sama. Pelaku menggunakan nomor +62 852 8006 2545. Thariq menambahkan salah seorang kabidnya juga sempat menelpon nomor tersebut namun tidak diangkat.

‘’Karena cukup meresahkan, saya laporkan di grup. Ternyata ada satu lagi yang juga namanya dipakai seseorang,’’ tuturnya.

Pejabat satunya tersebut adalah Kepala Disperkim Jemakir. Pelaku kali ini menggunakan nomor +62 852 8006 2506. Agar lebih menyakinkan pelaku menamai profil WA-nya dengan nama Jemakir 2. Hal itu diduga agar korban mengira nomor kedua dari pejabat terkait.

‘’Sementara baru ada dua laporan ini. Semoga tidak ada lagi. Dan saya dengan pak Jemakir tidak mengganti nomor. Artinya, kalau ada nomor baru mengatasnamakan kami, bisa dipastikan itu penipuan,’’ tandasnya. (*)

Posted in Berita | 475 Comments

Pembangunan Proyek Pondok Lansia Capai 32 Persen

Pembangunan Pondok Lansia di Kota Madiun on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan Pondok Lansia di area Bumi Semendung, Kelurahan Klegen Kota Madiun hingga pertengahan Juni tercapai 32 persen. Saat ini pembangunannya terus dikebut karena ditargetkan Oktober tahun ini tuntas.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, pihaknya terus mengawal pembangunan Pondok Lansia itu. Sebab ia tidak ingin gagal, karena Pondok Lansia merupakan salah satu proyek strategis Pemkot Madiun.

“Tidak minus progresnya, ini yang penting. Tahun ini harus bisa ditempati, karena yang daftar sudah banyak. Ini saya kawal terus, karena kalau nggak bisa selesai, dosa itu,” ujar walikota, Jum’at (16/6).

Seperti diketahui, proyek pembangunan Pondok Lansia milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat dianggarkan sekitar Rp9,3 Miliar. Anggaran miliaran rupiah itu digunakan untuk membangun dua asrama besar, masing-masing asrama setidaknya ada 40 kamar.

Anggaran Rp9,3 Miliar belum termasuk pembangunan masjid yang akan dibangun di antara dua asrama, anggarannya sebesar Rp 3,5 miliar. Saat ini pelaksana proyek pembangunan pondok lansia adalah CV. Cipta Naga Abadi, serta konsultan pengawas PT. Skala Pilar Lima. (*)

Posted in Berita | 436 Comments