Replika Patung Liberty Hadir di Kota Madiun

Walikota Madiun, Maidi bersama Kepala DPUPR (kiri) saat melakukan peletakan batu pertama replika patung Liberty.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun, Maidi bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan peletakan batu pertama pembangunan replika patung Liberty. Peletakan batu pertama dilakukan seusai upacara peringatan ke-78 detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (17/8).

Peletakan batu pertama replika patung Liberty berada di kawasan Sumber Wangi. Tepatnya sisi selatan Balaikota Madiun.

Walikota Maidi mengatakan, patung Liberty merupakan oleh-oleh yang ia bawa sepulang melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Harapannya keberadaan replika patung Liberty itu bisa menerangi masyarakat Madiun Raya.

“Obor patung Liberty ini maknanya menerangi sekaligus untuk kesejahteraan masyarakat Madiun dan sekitarnya,” tambahnya.

Seperti diketahui, pembangunan replika patung Liberty melengkapi enam ikon dunia yang saat ini telah dan sedang dibangun Pemkot Madiun. Yakni replika Patung Merlion, musala Ka’bah, kampung Eropa, menara Eiffel, replika jam Big Ben Inggris, dan replika Kincir Angin Belanda.

Keenam ikon tersebut seluruhnya dipusatkan di jantung kota. Adapun replika patung Liberty dibangun setinggi 16,75 meter, dan umpak atau ruang dalam berukuran 16 meter persegi.

“Akhir tahun insya allah bisa dinikmati masyarakat, makanya ini kita kebut semuanya,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 1,089 Comments

Penyempurnaan Wisata Kuliner BCC On Progres

Walikota Madiun, Maidi didampingi kepala DPUPR (kanan) melakukan pengecekan proyek penyempurnaan kawasan BCC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Penataan wisata kuliner Bogowonto Culinary Center (BCC) Kota Madiun tidak setengah hati. Pemkot Madiun mengelontor anggaran Rp1,9 Milyar untuk penyempurnaan kawasan tersebut.

Konsepnya, pemkot membangun replika kereta cepat Indonesia di atas permukaan jalan secara melintang setinggi 5 meter dengan panjang gerbong kereta 27 meter dan lebar lima meter. Replika kereta cepat tersebut nantinya dapat digunakan untuk wisata kuliner.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, konsep pembangunan wisata kuliner tersebut digadang-gadang mampu menyedot wisatawatan. Karena itu ia mewanti-wanti kepada pelaksana agar proyek pembangunan tersebut tuntas dikerjakan tahun ini.

“Ini harus sukses. Jadi gerbong kereta cepat itu ada di atas untuk kuliner, dan relnya tidak di bawah tapi di atas. Jadi masyarakat kalau tidak sempat ke Jakarta, bisa kulineran di BCC ini sudah lengkap,” ujarnya saat meninjau proyek penyempurnaan kawasan BCC bersama DPUPR, Rabu (16/8).

Orang nomor satu di Kota Pendekar Madiun ini menyatakan, seluruh proyek infrastruktur di Kota Madiun on progres. Itu berdasarkan hasil pemantauannya di lapangan.

Tak hanya itu, ia juga memberikan warning bagi pelaksana proyek agar tidak mengurangi kualitas maupun spesifikasi yang ada. Disamping itu, Walikota Maidi juga berpesan agar pelaksana tidak mengambil yang bukan menjadi haknya, agar tidak berimplikasi hukum di kemudian hari.

“Saya hanya minta kualitasnya harus bagus, yang menjadi haknya silahkan diambil, tapi jangan mengambil hak-hak dari spek yang sudah ditentukan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, proyek tersebut sesuai jadwal berakhir pertengahan Desember. Namun DPUPR berupaya di awal Desember ini bisa diresmikan dan digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Sebelumnya, di kawasan tersebut juga telah terpasang gerbong kereta yang didalamnya disulap menjadi restoran. (*)

Posted in Berita | 474 Comments

Walikota-DPUPR Cek Proyek Rehab Pasar Kawak

Walikota Madiun, Maidi saat mengecek proyek rehab pasar kawak.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun, Maidi bersama Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perdagangan turun langsung melakukan pengecekan rehab Pasar Kawak, Rabu siang (16/8). Itu lantaran rehab Pasar Kawak, merupakan salah satu proyek strategis Pemkot Madiun.

Walikota Maidi menyatakan, Pasar Kawak merupakan salah satu pasar legendaris di Kota Madiun. Apalagi barang dagangan yang dijual diklaim berkualitas tinggi, sehingga pangsa pasarnya mayoritas adalah masyarakat kalangan menengah ke atas.

Karena itu, kondisi pasar lama direhab agar lebih tertata. Selain mendongkrak pendapatan pedagang, tingkat kunjungan ke pasar Kawak diharapkan semakin tinggi.

Walikota Madiun bersama jajaran DPUPR dan Dinas Perdagangan saat melihat progres proyek rehab pasar Kawak.

“Maka pasar ini kita perbaiki, biar bersih, masuk pasar tidak kumuh, barangnya bagus akhirnya pasar legendaris itu akan kembali seperti aslinya. Saya terima kasih kepada pedagang yang ditata ‘manut’, karena dengan pengalaman penataan di Pasar Sleko, ternyata perputaran uang satu bulan disana milyaran rupiah,” ujarnya.

Maidi menyatakan, pedagang lama diprioritaskan menempati Pasar Kawak. Hanya saja, mereka diminta mengikuti manajemen pasar, termasuk soal kebersihan.

“Kita targetkan rehab ini empat bulan bisa selesai,” ucapnya.

Disamping itu seluruh pusat ekonomi di Kota Madiun yang belum tersentuh rehab akan diperbaiki. Sebab ia tidak ingin perekonomian di wilayah setempat terganggu.

“Tempat tumbuh ekonomi itulah yang kita perbaiki, sehingga tumbuhnya akan bagus,” tambahnya.


Walikota Maidi berharap dengan rehab yang dilakukan, Pasar Kawak kedepan semakin ramai dan diminati masyarakat. Apalagi lokasinya cukup strategis di tengah kota, serta berdekatan dengan wisata kuliner Bogowonto Culinary Center (BCC).

“Karena BCC ini menjadi kuliner kereta terbaik, bahan-bahannya juga diambilkan dari situ (pasar Kawak.red), maka kita tingkatkan kualitasnya termasuk bangunannya,” bebernya. (*)

Posted in Berita | 460 Comments

Pembangunan Miniatur Jam Big Ben Inggris On Progres

Pembangunan jam big ben Inggris on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Kota Madiun kembali memiliki ikon dunia. Kali ini adalah miniatur menara jam Big Ben Inggris.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, pembangunannya saat ini sudah dimulai. Bahkan on progres sesuai schedule yang ditetapkan.

Menurut Uut sapaan akrabnya, kerangka menara yang berada di kawasan wisata Sumber Umis barat itu sudah berdiri tegak. Pembangunannya satu paket dengan penyempurnaan Pahlawan Religi Center (PRC).

‘’Pembangunan miniatur jam big ben sudah kita mulai dan Alhamdulillah on progres,”ujarnya, Senin (14/8).

Pemkot melalui Dinas PUPR membangun miniatur jam big ben Inggris.

Uut menyatakan, setelah pemasangan kerangka menara, dilanjutkan untuk bodinya. Menara jam Big Ben Inggris tersebut akan memiliki tinggi 12 meter.

Menara bagian bawah berbentuk persegi dengan panjang sisi 1,8 meter. Desain menara dibuat mirip dengan aslinya di Inggris.

‘’Sesuai arahan pak walikota, pembangunan menara untuk disegerakan. Karenanya, sambil mengerjakan yang pembangunan lapak di samping Musala Ka’bah, kita juga mulai mengerjakan untuk menara,’’ tuturnya.

Uut menambahkan anggaran pekerjaan tersebut mencapai Rp 3 miliar. Semua pekerjaan ditarget selesai Oktober nanti.

Keberadaan menara tersebut semakin melengkapi ikon dunia di Kota Madiun yang saat ini ada. Yaitu replika Patung Merlion Singapura yang diresmikan pada Desember 2020 lalu.

Kemudian Musala Ka’bah Saudi Arabia dan Kampung serta Jembatan Eropa pada 2021, Menara Eiffel Perancis dan lokomotif Shinkansen Jepang pada 2022. Sedangkan tahun ini, Pemkot kembali menghadirkan ikon menara Jam Big Ben Inggris dan juga Kincir Angin Belanda.

Selain itu, ada juga miniatur Monumen Nasional (Monas) yang rencananya dibangun di Alun-alun. Bahkan, ada wacana penambahan ikon Patung Liberty dan Piramida.

‘’Menara jam big ben ini lokasinya di baratnya menara Eiffel. Tetapi bedanya, bukan di atas sungai. Tetapi di sisi utara sungai. Jadi di bagian pedestrian itu,’’ pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 481 Comments

MAKLUMAT PELAYANAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG TAHUN 2023

Posted in Berita | 324 Comments

Evaluasi Pelayanan Publik dan Ketatalaksanaan

Posted in Berita | 335 Comments

NILAI SKM 2022

Posted in Berita | 347 Comments

DPUPR Tambah Replika Kereta Cepat Indonesia di Kawasan BCC

DPUPR Kota Madiun kembali mempercantik kawasan BCC dengan penambahan replika kereta cepat Indonesia.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun kembali menyempurnakan kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC). Yakni dilengkapi replika kereta cepat Indonesia yang nantinya hanya akan digunakan untuk wisata kuliner.

Proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp1,9 Milyar. Meski replika, namun dengan skala 1:1.

Kepala DPUPR, Thariq Megah mengatakan, konsep pembangunan replika kereta cepat Indonesia itu tidak berada di bawah seperti kereta pada umumnya. Melainkan di atas permukaan jalan secara melintang setinggi 5 meter dengan panjang gerbong kereta 27 sentimeter dan lebar lima meter.

Kawasan BCC Kota Madiun akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Selain penyempurnaan, ini juga akan menambah estetika tempat kuliner di Bogowonto. Di mana nanti setelah jadi bisa digunakan untuk tempat makan, tempat rapat maupun tamu VIP,” ujarnya, Senin (7/8).

Thariq menyatakan, karena BCC ini bernuansa kereta, maka DPUPR menambah bangunan pelengkap berupa replika kereta cepat Indonesia dan interiornya dirombak semewah mungkin. Proyek tersebut sesuai jadwal berakhir pertengahan Desember.

Namun ia mengupayakan di awal Desember ini bisa diresmikan dan digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Sebelumnya, di kawasan tersebut sebelumnya juga telah terpasang gerbong kereta yang didalamnya disulap menjadi restoran.

“Hari ini sudah dilakukan penggalian titik-titik tiga pilar yang akan dipasang,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 457 Comments

TPH Kota Madiun Cek Dua Proyek Milik DPUPR

Kajari Kota Madiun, Bambang Panca Wahyudi didampingi Kepala DPUPR, Thariq Megah saat meninjau lokasi proyek rehab Pasar Kawak.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Tim Pendampingan Hukum (TPH) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun melakukan pengecekan di dua lokasi proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Senin (7/8). Kedua proyek tersebut yaitu peningkatan bangunan pelengkap jalan H. Agus Salim senilai Rp1,9 Milyar, dan proyek rehabilitasi Pasar Kawak dengan anggaran Rp2,4 Milyar.

Kepala Kejari Kota Madiun, Bambang Panca Wahyudi mengatakan, sidak dilakukan sebagai upaya mitigasi resiko yang terjadi di lapangan terhadap pembangunan rehab Pasar Kawak. Disatu sisi pengecekan itu dilakukan karena TPH ingin memastikan keamanan pedagang serta keselamatan para pembeli.

Pengecekan oleh TPH Kejari Kota Madiun di lokasi proyek milik DPUPR.

Harapannya, semua proyek di Kota Madiun berjalan lancar. Baik proses pembangunannya maupun aktivitas jual belinya.

“Rekomendasi untuk pembangunan secara teknis tidak (ada.red). Kita hanya melihat regulasinya dalam proses pembangunan ini, juga sekaligus upaya mencegah terjadinya korupsi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengakui, secara umum tidak ada kendala yang terjadi di lapangan dalam proses pembangunan proyek. Bahkan pekerjaan di lapangan mengalami surplus.

Itu karena DPUPR melakukan evaluasi secara berkala setiap minggu maupun dua minggu sekali. Bahkan hasil evaluasi tersebut juga dilaporkan ke kejaksaan setempat.

Proyek milik DPUPR rata-rata mengalami surplus.

“Memang kita mendapatkan pendampingan oleh Kejari Kota Madiun, kalau totalnya ada 11 paket proyek yang didampingi, dan paket ini salah satunya. Ini dicek langsung oleh pak Kajari untuk mengetahui mungkin ada kesulitan, resiko maupun kendala di lapangan,” tambahnya.

Thariq menjelaskan, 11 paket proyek milik DPUPR yang didampingi kejaksaan seluruhnya merupakan proyek strategis Pemkot Madiun. Seluruh proyek tersebut rata-rata progresnya mengalami surplus. (*)

Posted in Berita | 449 Comments

Rehab Menara Masjid Kuncen Alami Surplus

Walikota Maidi didampingi Kepala DPUPR, Thariq Megah saat meninjau proyek rehab Menara Masjid Kuncen.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pembangunan menara Masjid Nur Hidayatulloh Kuncen diprediksi lebih cepat selesai dari waktu yang ditentukan. Ini karena progres pekerjaan di minggu pertama menunjukkan angka positif.

Walikota Madiun, Maidi pun memberikan apresiasi terkait progres pekerjaan tersebut karena mengalami surplus.

‘’Ini cukup bagus ya. Pekerjaan lebih cepat dari yang direncanakan,’’ kata Walikota saat meninjau proyek rehab Menara Masjid Kuncen, Rabu (26/7).

Rehab Menara Alami surplus.

Seperti diketahui, pembangunan menara Masjid Kuncen menjadi perhatian Walikota Maidi. Sebab, pembangunan bisa mendongkrak perekonomian lokal.

Apalagi Masjid Kuno Kuncen menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kota Pendekar. Dengan hadirnya menara tersebut diharapkan semakin memperkuat potensi wisata di sana.

‘’Masjid ini kekunoannya harus tetap terjaga. Karena ini nanti juga menjadi wisata religi. Embrionya sudah ada,’’ jelasnya.

Rehab Menara Masjid Kuncen ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah menyebut progres pekerjaan di minggu pertama ini sudah mencapai 6,051 persen. Padahal, jika mengacu rencana pekerjaan harusnya baru di 0,253 persen. Artinya, pekerjaan sudah surplus 5,798 persen.

‘’Pembangunan menara ini memang kita targetkan lebih cepat dari yang direncanakan berakhir pada awal Desember,” ungkapnya.

Pembangunan menara tidak meninggalkan konsep kuno seperti yang masih melekat di Masjid Kuncen. Bahkan, desain menara sengaja melibatkan ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Ini mengingat Masjid Kuncen masuk benda cagar budaya.

‘’Jadi menara ini tidak meninggalkan konsep cagar budaya. Untuk desainnya kita berkonsultasi dengan ahlinya di Trowulan,’’ pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 453 Comments