DPUPR Kebut Proyek Pembangunan KCJB Jalan Agus Salim

Proyek KCJB di Jalan Agus Salim terus dikebut.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) –
Usai replika Menara Jam Big Ben tuntas dikerjakan, kali ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) mengebut proyek pembangunan replika kereta Cepat Jakarta—Bandung (KCJB) di Jalan H. Agus Salim. Rencananya, KCJB akan dipasang di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC) dalam waktu dekat.

‘’Prorges realiasi pekan lalu sudah menyentuh 58 persen selesai. Baik pembangunan pilar penyangga maupun pembuatan replika KCJB,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Agus Tri Sukamto kemarin (30/10).

Menurut Agus, saat ini pihak rekanan pelaksana proyek tengah mengebut pembuatan replika KCJB. Progres pengerjaannya menyentuh finishing.

Meliputi pendempulan serta pengecatan bodi kereta. Estimasinya butuh waktu satu hingga dua pekan ke depan hingga pembuatan replika KCJB benar-benar rampung.

“Awal November kemungkinan bodi kereta sudah bisa digeser (dikirim, Red) ke Jalan H. Agus Salim,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, replika KCJB diuat sepanjang 27 meter dengan lebar 5 meter. Kemudian, replika kereta tersebut dipasang di pilar penyangga setinggi 5 meter di atas permukaan aspal jalan.

Untuk posisinya, kereta sejajar dengan Jalan H Agus Salim atau melintang di ruas Jalan Bogowonto. Pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.

‘’Karena replika KCJB ini cukup panjang dan beratnya sekitar 20 sampai 30 ton, pemasangan ke atas pilar akan dilakukan bertahap. Bodi KCJB dibagi tiga bagian saat diangkat ke atas,’’ tambahnya.

Dia mengklaim progres proyek ini on schedule. Bahkan, realisasinya tercatat mengalami percepatan dari target rencana. ‘

“Untuk pemasangan replika KCJB ke atas pilar tidak butuh waktu lama. Mungkin sekitar tiga sampai empat hari selesai,’’ sebutnya.

Kendati kelak replika KCJB telah terpasang, lanjut dia, kereta tersebut belum dapat difungsikan sebagai tempat kuliner seperti kereta lainnya di BCC. Pasalnya, paket proyek yang saat ini digarap belum termasuk pengerjaan mebeler.

“Kemungkinan dapat dilanjutkan tahun depan,’’ pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 984 Comments

DPUPR Mulai Pasang GRC Kubah Masjid di Pondok Lansia

GRC kubah Masjid di Pondok Lansia mulai dipasang

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan Masjid Pondok Lansia senilai Rp4,3 Miliar di kawasan Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kota Madiun saat ini terus berproses. Bahkan progresnya menyentuh angka 57 persen.

Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Sulistya Pambudi mengatakan, pengerjaan proyek telah menyentuh pemasangan glassfibre rainforced cement (GRC) kubah Masjid. Konsepnya, akan dibuat layaknya Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi.

“Untuk kubah enamel mulai proses pemasangan. Jadi target kita awalnya pemasangan enamel itu di bulan November, tapi ternyata vendor dan materialnya sudah ada di lokasi, makanya bisa mulai kita pasang hari ini,” kata Uut sapaan akrabnya, Kamis (26/10/2023).

Pembangunan masjid di kawasan pondok lansia menyentuh 57 persen.

Seperti diketahui, dalam proyek ini, ada tiga item pekerjaan utama yang dikerjakan. Yakni pembangunan satu unit Masjid, perkerasan kawasan Masjid, dan gapura.

“Insya Allah pengerjaan selesai sesuai target pada Desember nanti,” terangnya.

Uut mengatakan, pembangunan Masjid tersebut menjadi salah satu proyek pelengkap pondok lansia. Menurut dia, pengerjaan perlu segera dirampungkan agar pondok yang sudah selesai dikerjakan dapat beroperasi akhir tahun ini.

‘’Kalau asrama pondok sudah selesai dan ini masih menunggu pengerjaan Masjid,’’ ucapnya.

Sementara itu tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun turut meninjau lokasi proyek. Tim PPS, ingin mengetahui progres, serta kendala yang dialami di lapangan, mengingat pembangunan pondok lansia menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Madiun. (*)

Posted in Berita | 446 Comments

DPUPR Tuntas Merevitalisasi Sendang Kuncen

Pembangunan sendang Kuncen Kota Madiun tuntas.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tuntas merevitalisasi sendang Kuncen, di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman. Proyek senilai Rp687 itu selesai dikerjakan pekan lalu.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, tujuan dilakukannya revitalisasi itu sebagai upaya untuk mengembalikan wujud Sendang Kuncen. Terutama setelah proses ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan pada 2021 lalu.

“Alhamdulillah revitalisasi sendang Kuncen sudah selesai 100 persen,” ujarnya, Rabu (25/10).

Sendang Kuncen, Kota Madiun lebih estetik.

Uut sapaan akrab Sulistya Pambudi menyebut, konsep revitalisasi sendang Kuncen sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Pun bangunannya juga disesuaikan dengan model bangunan Masjid Kuno Kuncen.

“Yang jelas kami tidak asal membangun, tapi sudah dikoordinasikan dengan BPCB,” tambahnya.

Saat ini, kolam seluas 404 meter persegi tersebut dibangun berundak dengan di tengahnya ada sumur sebagai sumber air. Kemudian, konstruksi sendang berikut pemasangan pagarnya diperbarui dengan susunan bata terakota. (*)

Posted in Berita | 430 Comments

Pembangunan Replika Kincir Angin Belanda Alami Surplus

Pembangunan replika kincir angin Belanda masih berproses.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemkot Madiun kembali menghadirkan wahana wisata baru di kawasan Sumber Umis. Yakni pembangunan replika kincir angin Belanda yang kini masih berproses.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suyanto mengatakan, hingga pekan kemarin proges pekerjaan di lapangan menyentuh angka 23,38 persen. Capaian tersebut mengalami surplus sekitar 4,31 persen dari target sekitar 19 persen.

Melihat capaian yang positif itu, pihaknya optimistis pengerjaan replika kincir angin bisa selesai dikerjakan lebih cepat dari target. Apalagi cuaca saat ini cukup mendukung, termasuk ketersediaan material.

“Target selesai sesuai kontrak itu di awal Desember nanti,” ujarnya, Rabu (25/10).

Suyanto menjelaskan, ada sejumlah item pekerjaan utama dalam paket pembangunan replika kincir angin tersebut. Di antaranya, pekerjaan tanah, beton, dinding, lantai granit tile, plafon polyvinyl chloride, baja wide flange, hollow, pengecatan, elektrikal, sanitasi, dan manajemen K3.

Rencananya, kincir angin tersebut dibangun setinggi 12,5 meter dengan fondasi lantai berbentuk segi enam berdiameter lima meter.

“Pembangunan kincir anginnya berada di sebelah barat replika menara Eiffel,” katanya.

Dengan tambahan bangunan kincir angin, replika ikon dunia di Pahlawan Street Center (PSC) semakin lengkap. Sebelumnya, ada Kakbah, menara Eiffel, patung Merlion, kereta api Shinkansen, London Bridge dan desain rumah Tudor yang tuntas dibangun, dan saat ini masih dalam proses pengerjaan adalah pemb

Posted in Berita | 459 Comments

Pembangunan Gedung Baru Polres Madiun Kota Ditarget Selesai November

Gedung baru Polres Madiun Kota ditargetkan selesai pada November mendatang.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek pembangunan gedung Polres Madiun Kota mendekati finish. Saat ini progres di lapangan menunjukkan trend positif yaitu menyentuh angka 85 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Sulistya Pembudi mengatakan, sesuai kontrak, proyek tiga lantai itu mulai dikerjakan 28 April lalu dan ditargetkan tuntas November mendatang. Pembangunannya dianggarkan sekitar Rp3,5 Miliar.

“Insya Allah bisa selesai tepat waktu,” ujarnya Selasa (17/10).

Progres pembangunan gedung baru Polres Madiun kota mencapai 85 persen.

Uut sapaan akrab, Sulistya Pambudi menyatakan, paket proyek rehabilitasi mapolresta itu meliputi pengerjaan fondasi bangunan. Kemudian struktur, arsitektur, plumbing dan elektrikal.

Saat ini, proyek menyisakan pekerjaan aluminium composite panel (ACP), pengecatan eksterior, serta kaca. Ia menjelaskan luas lantai bangunan tersebut mencapai 820 meter persegi.

Terdiri lima ruang kantor serta masing-masing satu pos jaga dan toilet di lantai I. Kemudian, di lantai II dan III masing-masing dibangun lima ruang kantor dan dua toilet.

“Memang sesuai arahan pak walikota bahwa gedung perkantoran di Kota Madiun harus dibuat lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 349 Comments

Walikota-DPUPR Cek Pembangunan Proyek Fisik

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Walikota Madiun menaruh perhatian terhadap setiap proyek pembangunan infrastruktur di wilayah setempat. Pengecekan pun terus dilakukan sembari melaksanakan gowes atau bersepeda bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tidak terkecuali diikuti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Thariq Megah.

Sejumlah proyek yang dikunjungi di antaranya proyek Pasar Pancasila, Pondok Lansia, pembangunan menara kuncen, hingga progres pembangunan replika tugu monas di Alun-Alun.

“Kita pastikan semua berjalan sesuai target,” ujarnya saat melaksanakan gowes, Sabtu (14/10) kemarin.

Pengecekan proyek juga dilakukan di lokasi yang akan dibangun Pasar Pancasila.

Tak hanya mengecek dari sisi progres, melainkan juga kualitas pengerjaan proyek. Ia tidak ingin, proyek yang nantinya digunakan untuk masyarakat dikerjakan asal-asalan.

“Semua harus sesuai standar dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Menurut walikota, sejumlah pembangunan ini nantinya menjadi daya tarik masyarakat berkunjung ke Kota Madiun. Karenanya, ia meminta DPUPR terus mengevaluasi pengerjaan proyek setiap minggunya agar tidak mengalami keterlambatan. Pada sisi lain ia berharap proyek tersebut bisa segera selesai agar dmanfaatnya segera dapat dinikmati masyarakat.

“Kalau tidak sesuai spek, tidak saya bayar,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 402 Comments

Pembangunan Menara Masjid Kuncen Capai 48 Persen

Pembangunan menara Masjid Kuncen Kota Madiun on progres.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun terus mengebut proyek pembangunan menara Masjid Nur Hidayatulloh Kuncen atau masjid Kuncen di Kota Madiun. Ini mengingat proyek tersrbut sesuai kontrak ditargetkan selesai awal Desember mendatang.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, hingga minggu ke-11, progres pengerjaan di lapangan menyentuh angka 48,9 persen dari target awal 47,6 persen. Artinya proyek tersebut mengalami surplus 1,3 persen.

“Saat ini pekerjaan arsitektur sudah menginjak pemasangan bata tempel, kusen pintu dan jendela,” ujarnya, Jum’at (6/10).

Pembangunan menara masjid kuncen di Kota Madiun mengalami surplus.

Adapun pembangunan pondasi, struktur balok, plat, kolom seluruhnya tuntas dikerjakan. Melihat progresnya mengalami surplus, Uut sapaan akrabnya optimis pembangunan menara masjid Kuncen, selesai tepat waktu.

“Kami tetap optimis, proyek ini bisa selesai tepat waktu,” tambahnya.

Seperti diketahui, pembangunan menara Masjid Kuncen yang dianggarkan sekitar Rp1,3 Miliar menjadi perhatian pemkot. Sebab, keberadaannya bisa mendongkrak perekonomian lokal.

Apalagi Masjid Kuno Kuncen menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kota Pendekar. Dengan hadirnya menara tersebut diharapkan semakin memperkuat potensi wisata di sana.

Pembangunan menara tidak meninggalkan konsep kuno seperti yang masih melekat di Masjid Kuncen. Bahkan, desain menara sengaja melibatkan ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Ini mengingat Masjid Kuncen masuk benda cagar budaya. (*)

Posted in Berita | 437 Comments

DPUPR Bangun Dua Gapura Pintu Masuk PRC

DPUPR bangun dua Gapura di kawasan PRC.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mempercantik dua gapura pintu masuk di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Saat ini proses pembangunannya masih terus berjalan.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, bangunan gapura itu disesuaikan dengan kawasan PRC. Bahkan saat ini progres di lapangan menyentuh angka 74,78 persen.

“Kita konsepnya ala timur tengah menyesuaikan kawasan PRC,” katanya, Sabtu (7/10).

Pembangunan gapura pintu masuk PRC sisi kanan-kiri itu include dengan replika jam Big Ben dan flooring PRC dengan anggaran sekitar Rp3 Miliar. Ia menargetkan akhir bulan ini, pembangunannya tuntas dikerjakan.

“Insya Allah bulan ini selesai,” ujarnya.

Pembangunan gapura di PRC kini masih dikebut.

Gapura tersebut dibangun setinggi 7,15 meter dan lebar 5,75 meter. Proyek tersebut menurutnya menjadi salah satu prioritas pemkot, sebab menjadi jujugan wisatawan ketika berlibur di Kota Madiun.

Sebelumnya, DPUPR juga telah menuntaskan pengecatan lantai PRC menggunakan material cat jenis flexipave sehingga tahan lama. Tak hanya itu, lantainya juga disempurnakan atau diratakan dengan material mortindo.

“Sesuai arahan pak walikota, kawasan PRC ini kita percantik, kita sempurnakan agar masyarakat yang berkunjung kesini semakin nyaman, dan aman,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 416 Comments

Pembangunan Ekodrainase di Kota Madiun Dilirik Daerah se Jatim

Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariw Megah (dua dari kiri) berfoto bersama tim dinas teknis dari Provinsi Jatim.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Konsep kota pintar atau Smart City yang dirintis Pemkot Madiun sejak 2019 lalu kini dijadikan percontohan bagi daerah lain. Karena itu Kota Madiun menjadi tuan rumah bimbingan teknis (bimtek) penerapan konsep smart city dalam pengelolaan sistem drainase yang diiniasiasi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jawa Timur, 5-6 Oktober 2023.

Penerapan smart city bukan hanya berfokus pada upaya peningkatan teknologi dan informasi saja, melainkan juga peningkatkan dari berbagai aspek, salah satunya pengelolaan sistem drainase. Di Kota Madiun, pemkot telah menerapkan konsep eco-drainase yaitu mengelola air yang berlebih dengan cara sebesar-besarnya diresapkan ke dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan ke sungai tanpa melampaui kapasitas sungai sebelumnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah mengakui, penerapan konsep smart city dalam pengelolaan sistem drainase di Kota Madiun dilirik seluruh daerah di Jatim. Alasannya karena drainase yang dibangun pemkot memiliki 7-9 fungsi.

“Jadi inovasi drainase yang kita bangun itu mempunyai beberapa fungsi, mulai penanganan banjir, penanganan resapan air, di atasnya berfungsi untuk pedestrian bagi pejalan kaki, kemudian berfungsi untuk tempat ducting, refreshing dan lain-lain,” ungkapnya saat menghadiri bimtek penerapan konsep smart city dalam pengelolaan sistem drainase di Aston Hotel Madiun, Jum’at (6/10).

Thariq menjelaskan, dalam bimtek tersebut, peserta diajak melihat secara langsung pembangunan drainase perkotaan yang dibangun Pemkot Madiun. Mulai Jalan Pahlawan, kawasan Sumber Umis dan Sumber Wangi. Tak hanya itu, konsep pembangunan ekodrainase tidak hanya dipusatkan di tengah kota, melainkan kini telah menyentuh ke lingkungan pemukiman warga.

“Makanya kenapa lokasi bimteknya di Kota Madiun, karena daerah lain ingin studi tiru di disini,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim, Tri Wahyuriyadi mengatakan, Kota Madiun dipilih, karena menjadi daerah percontohan. Bukan hanya di tingkat provinsi namun juga nasional.

“Ini transfer knowladge ya, jadi ilmu yang kita dapat dari sini bisa diadobsi di kabupaten/kota lain sehingga keberadaan drainase itu bukan hanya mengalirkan air, tetapi juga untuk menyimpan cadangan air sehingga saat musim kemarau air itu bisa dimanfaatkan. Dan disini saya rasa luar biasa konsepnya,” pungkasnya. (*)

Posted in Berita | 414 Comments

Proyek Peningkatan Saluran Pancasila Kota Madiun Tuntas Dikerjakan

DPUPR tahun ini menuntaskan pekerjaan peningkatan saluran Pancasila.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) – Proyek peningkatan saluran Pancasila atau pembangunan penutup saluran Pancasila di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun tahun ini tuntas dikerjakan. Penataan itu dilakukan sebagai upaya pemkot mengurangi kawasan kumuh.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun Suyanto mengatakan, saluran sepanjang 600 meter yang membentang dari timur ke barat, dengan lebar sekitar sembilan meter itu kini sudah diberi penutup. Yakni dengan cara dicor, menyesuaikan penataan kawasan di lokasi itu.

Tahun depan, proyek tersebut kembali dilanjutkan.  Adapun model pembangunannya, akan dikonsep sama seperti yang ada di kawasan Sumber Wangi.

“Tahun depan kita usulkan lagi. Jadi nanti konsepnya di saluran Pancasila itu kalau sesuai perencaan dulu, itu kan seperti pedestrian di Sumber Umis atau Sumber Wangi itu,” ucapnya, Sabtu (30/9).

Seperti diketahui, pembangunan proyek peningkatan saluran Pancasila sesuai kontrak dimulai pada 24 Maret lalu, dan tuntas dikerjakan hingga 25 Agustus 2023. Adapun nilai kontraknya sekitar Rp2,5 Miliar.

Selain di lokasi itu, DPUPR juga telah menuntaskan normalisasi saluran di Kelurahan Sogaten. Proyek yang dimulai 28 April dengan nilai kontrak Rp1,3 Miliar itu, tuntas dikerjakan dan sesuai kontrak berakhir pada 28 Juli 2023. (*)

Posted in Berita | 429 Comments